ASMARA PUTRA, PANDU (2011) INDOOR SPORT HALL UNDIP. Undergraduate thesis, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.
| PDF 638Kb | |
| PDF Restricted to Repository staff only 4060Kb | ||
| PDF Restricted to Repository staff only 1899Kb | ||
| PDF Restricted to Repository staff only 15Kb | ||
| PDF Restricted to Repository staff only 815Kb | ||
| PDF Restricted to Repository staff only 516Kb | ||
| PDF 24Kb | |
| PDF 5Kb | |
| PDF 14Kb | |
| PDF 15Mb |
Abstract
Dewasa ini kegiatan berolahraga merupakan suatu bagian dari life style atau gaya hidup masarakat kita. Mengingat pentingnya kegiatan olahraga guna menjaga kebugaran jasmani dan juga memiliki fungsi lain yaitu suatu kegiatan yang bisa bersifat rekreatif. Menurut Cholik Mutohir olahraga adalah proses sistematik yang berupa segala kegiatan atau usaha yang dapat mendorong mengembangkan, dan membina potensi-potensi jasmaniah dan rohaniah seseorang sebagai perorangan atau anggota masyarakat dalam bentuk permainan, perlombaan/pertandingan, dan prestasi puncak dalam pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang berkualitas berdasarkan Pancasila (www. http://onopirododo.wordpress.com) Olahraga disamping merupakan sarana bagi sebagian besar orang untuk mengurangi kejenuhan dari aktivitas sehari-hari, juga memilliki fungsi sebagai peningkatan prestasi khususnya mahasiswa. Bidang olahraga merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan karena dapat mengangkat almamater, hal ini mengingat adanya kegiatan rutin yang bersifat internal, regional maupun nasional yakni Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) Nasional, atau bahkan tingkat yang lebih tinggi yaitu Olympiade Mahasiswa maupun kegiatan olahraga perorangan. Universitas Diponegoro sebagai salah satu universitas terkemuka di Indonesia dan internasional, dan juga merupakan suatu institusi perguruan tinggi kebanggan kota Semarang memiliki anak didik yang memiliki minat terhadap olahraga yang besar. Banyak sekali turnamen-turnamen olahraga yang diadakan oleh universitas atau dari lembaga-lembaga tertentu yang diikuti oleh mahasiswa sepanjang tahun. Mulai dari Teknik Mesin Cup, Pertenakan Cup, atau Pekan Olah Raga Teknik. Disamping itu, Undip juga sering mengadakan POR antar jurusan atau fakultas baik skala nasional atau regional sehingga semua kegiatan tersebut membutuhkan suatu fasilitas yang memadai. Sebelumnya UNDIP sendiri sudah memiliki Stadion Sepakbola, namun berdasarkan pengamatan kegiatan olahraga yang bersifat indoor / tertutup lebih digemari mahasiswa karena pertimbangan biaya sewa dan waktu pemakaian yang lebih fleksibel. Selain itu yang menjadi salah satu faktor kesulitan panitia dalam menyelenggarakan turnamen adalah keterbatasan lapangan olahraga untuk cabang lain seperti futsal, basket ataupun volli. Berdasarkan pertimbangan tersebut, Universitas Diponegoro sudah selayaknya memiliki suatu fasilitas olahraga yang selain menunjang peningkatan prestasi UKM mahasiswa juga dapat difungsikan sebagai suatu sarana peningkatan kesehatan jasmani dan sewaktu-waktu juga bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam kegiatanyang mungkin sifatnya diluar kegiatan olahraga itu sendiri. Tembalang sebagai kawasan pendidikan yang direncanakan pemerintah kota dalam RUTRK kota Semarang merupakan pusat dari kegiatan mahasiswa UNDIP pada umumnya. Apalagi saat ini, semua fakultas untuk Strata Satu Universitas Diponegoro telah mulai dipindahkan kekawasan Tembalang semenjak tahun 2010. Penambahan fasilitas-fasilitas lain di kawasan kampus UNDIP Tembalang seperti Pom bensin, Rumah Sakit Pendidikan FK UNDIP, asrama mahasiswa, gedung ICT dll tentunya akan berpengaruh pada tingkat kepadatan kegiatan di kawasan Tembalang itu sendiri. Jadi sudah sepantasnya dipersiapkan sarana dan dan prasarana olahraga yang baik dan layak untuk mahasiswa Universitas Diponegoro. Sesuai dengan penjelasan diatas, maka untuk Perguruan Tinggi sebesar Universitas Diponegoro diperlukan sarana Gedung Olahraga Mahasiswa yang memadai dan dapat digunakan untuk keperluan-keperluan seperti Pekan Olahraga Mahasiswa, tempat untuk melakukan event olahraga tertentu, tempat berlatih dan meningkatkan prestasi olahraga mahasiswa Universitas Diponegoro, menunjang sarana perkuliahan khususnya mata kuliah olahraga dan aktivitas lain yang terkait. Selain fasilitas yang dikonsentrasikan sebagai sarana penunjang olahraga mahasiswa, perencanaan Indoor Sports Hall ini diharapkan juga mampu memenuhi kebutuhan mahasiswa yang sebagian besar merupakan usia muda sebagai tempat sarana hiburan dan suatu wadah aktivitas sosial baik bagi mahasiswa maupun umum sembari melakukan aktivitas olahrag tersebut. Melalui program otonomi kampus yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah(PP) No.66 tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi dan dipertegas dengan PP No. 61 tahun tentang perguruan tinggi sebagai badan hukum, maka diharapkan setiap perguruan tinggi dapat mengatur segala keperluannya, hal tersebut memberi kesempatan dan mendorong setiap perguruan tinggi yang ada untuk mencari alternatif pembiayaan penyelenggaraan Pendidikannya. Sehingga dengan adanya Gedung Olahraga mahasiswa di Undip yang modern dan representatif dapat dijadikan sarana untuk mencari dana dengan cara menyewakan kepada pihak-pihak yang membutuhkannya. 1.2 Permasalahan Desain Berdasarkan latar belakang tersebut maka terdapat permasalahan desain yang harus diselesaikan, yaitu bagaimana desain yang diterapakan untuk merencanakan dan merancang sebuah Gedung Olahraga nantinya harus dapat memadukan antara kegiatan olahraga dan kegiatan penunjang lainnya bagi mahasiswa UNDIP maupun masyarakat umum. 1.3 Tujuan dan Sasaran a. Tujuan dari pembahasan ini adalah untuk mengungkapkan dan merumuskan masalah-masalah yang berkaitan dengan perencanaan dan perancangan Indoor Sports Hall UNDIP serta memberikan alternatif pemecahannya secara arsitektural yang berkaitan dengan perencanaan dan perancangan sebuah Gedung Olahraga sebagai salah satu wadah untuk berolahraga. b. Sedangkan sasaran pembahasan diarahkan kepada pengkajian yang menyeluruh dan mendalam tentang Gedung Olahraga mahasiswa yang berguna untuk merumuskan landasan konseptual yang dapat dipergunakan sebagai acuan perencanaan dan perancangan Indoor Sports Hall UNDIP. Serta tersusunnya usulan langkah-langkah pokok proses (dasar) perencanaan dan perancangan UNDIP Indoor Sports Hall yang berdasarkan atas aspek-aspek panduan perancangan (design guide lines aspect). 1.4 Manfaat 1.4.1 Secara Subyektif Terciptanya sebuah landasan Program dan Perencanaan Arsitektur yang dapat digunakan untuk merencanakan Indoor Sports Hall UNDIP Semarang yang selanjutnya menjadi acuan dalam perancangan grafis. 1.5 Ruang Lingkup • Ruang Lingkup Substansial Perencanaan dan perancangan UNDIP Indoor Sports Hall, termasuk dalam kategori bangunan tunggal yang berfungsi sebagai fasilitas penunjang kegiatan mahasiswa maupun umum dengan fasilitas penunjang lain yang bersifat entertaining. • Ruang Lingkup Spasial Secara administratif adalah Kota Semarang, khususnya Kawasan propinsi Jawa Tengah. 1.6 Metoda Pembahasan Metode pembahasan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini adalah metode deskriptif dokumentatif, yaitu dengan menjabarkan, menguraikan dan menjelaskan tentang atribut-atribut yang menentukan dalam desain dalam perencanaan dan perancangan Indoor Sports Hall UNDIP Semarang. Faktor-faktor yang menentukan perencanaan dan perancangan gedung olahraga ini adalah pemilihan tapak, persyaratan ruang, program ruang, persyaratan utilitas, dan tampilan arsitektur. Berdasarkan hal tersebut, maka terdapat kegiatan yang akan dilakukan meliputi pengumpulan data, kemudian dijabarkan dan dianalisa dengan tinjauan pustaka, data dan pendekatan penyusunan yang sesuai dengan kebutuhan untuk menghasilkan kesimpulan, batasan dan anggapan yang digunakan sebagai dasar dari perencanaan dan perancangan Indoor Sports Hall UNDIP. Data yang diperoleh akan dikelompokkan menjadi 2, yaitu : 1. Data Primer a. Observasi lapangan Dilakukan dengan cara pengamatan langsung melalui studi kasus untuk mendapatkan data fisik dan non fisik di wilayah lokasi dan tapak perencanaan dan perancangan Indoor Sports Hall UNDIP. Adapun data fisik dan non fisik yang dimaksud adalah : a) Data fisik, yaitu data yang di dapat berupa gambar fisik baik foto-foto, peta maupun master plan perencanaan dan perancangan Indoor Sports Hall UNDIP sebagai studi kasusnya maupun wilayah lain sebagai studi bandingnya. b) Data non fisik, yaitu data yang di dapat berupa data, angka atau jumlah yang diperoleh pada saat studi kasus di wilayah lokasi perencanaan dan perancangan. b. Wawancara yang dilakukan dengan beberapa sumber yaitu mahaiswa UNDIP dan beberapa instansi terkait. 2. Data Sekunder Studi literatur melalui melalui buku dan sumber-sumber tertulis mengenai perencanaan dan perancangan Gedung Olahraga. Berikut ini akan dibahas hal-hal yang berkaitan dengan perencanaan dan perancangan Gedung Olahraga. a. Pemilihan lokasi dan tapak Pembahasan mengenai pemilihan lokasi dan tapak dilakukan dengan mengumpulkan data yang dibutuhkan terkait dengan akses tapak, topografi tapak, peruntukkan lahan dan apek lain yang sekiranya penting dalam penentuan lokasi dan tapak yang layak untuk perencanaan dan perancangan Indoor Sports Hall UNDIP. b. Program ruang Pembahasan mengenai program ruang dilakukan dengan melakukan pengumpulan data-data yang dibutuhkan dalam perencanaan dan perancangan Indoor Sports Hall UNDIP yaitu dengan mengumpulkan data mengenai pengguna-pengguna ruang itu sendiri dan aktivitasnya. Data ini didapatkan dengan melakukan observasi lapangan dan dengan studi literatur. Adapun data yang dimaksud adalah sebagai berikut :. a) Data primer, berupa data luasan dari tapak. b) Data sekunder, berupa kebutuhan ruang dan persyaratannya. Data yang diperoleh akan dianalisa sehingga diperoleh kesimpulan berupa program ruang yang dibutuhkan pada perencanaan dan perancangan Indoor Sports Hall UNDIP. 1.7 Sistematika Pembahasan Sistematika pembahasan yang digunakan dalam penyusunan Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur disusun dengan urutan sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Penjabaran mengenai latar belakang, permasalahan desain, tujuan dan sasaran, manfaat, lingkup pembahasan, metoda pembahasan, sistematika pembahasan, dan alur pikir. BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN STUDI BANDING Menguraikan pembahasan umum tentang olahraga meliputi pengertian, tujuan dan jenis-jenis olahraga, tentang tinjauan gedung olahraga mahasiswa baik pengertian, fungsi, kriteria perencanaan dan persyaratan lingkungan untuk sarana olahraga, serta studi banding yang dilakukan sebagai perbandingan untuk merancang dan merencanakan gedung olahraga. BAB III TINJAUAN FASILITAS OLAHRAGA UNDIP Berisi tentang tinjauan umum Universitas Diponegoro Semarang, tentang data fisik dan non fisik dari berbagai aspek terkait dengan permasalahan olahraga sebagai acuan yang digunakan untuk perencanaan dan perancangan gedung olahraga. BAB IV KESIMPULAN, BATASAN DAN ANGGAPAN Berisi tentang kesimpulan, batasan dan anggapan dari bab-bab sebelumnya yang akan digunakan sebagai acuan perencanaan dan perancangan gedung olahraga. BAB V PENDEKATAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR Berisi tentang pembahasan pendekatan kebutuhan ruang dan besaran ruang, organisasi ruang, persyaratan ruang, kapasitas, pola sirkulasi, utilitas, sistem struktur serta pendekatan tampilan arsitektur yang akan digunakan untuk merencanakan dan merancang gedung olahraga sesuai dengan standar yang ada. BAB VI LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR Berisi tentang konsep dan program dasar perancangan yang ditulis secara garis besar sebagai kelanjutan dari proses pendekatan arsitektur.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | N Fine Arts > NA Architecture |
| Divisions: | Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering |
| ID Code: | 33558 |
| Deposited By: | Admin arsitek undip |
| Deposited On: | 16 Feb 2012 11:53 |
| Last Modified: | 16 Feb 2012 11:53 |
Repository Staff Only: item control page

