PENENTUAN JUMLAH PERSEDIAAN CYLINDER BLOCK DALAM RANGKA PENERAPAN SISTEM PRODUKSI TARIK PADA PT. ASTRA DAIHATSU MOTOR-ENGINE PLANT, JAKARTA

DIAHTANTRI, FELICIA (2002) PENENTUAN JUMLAH PERSEDIAAN CYLINDER BLOCK DALAM RANGKA PENERAPAN SISTEM PRODUKSI TARIK PADA PT. ASTRA DAIHATSU MOTOR-ENGINE PLANT, JAKARTA. Undergraduate thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF
10Kb

Abstract

ABSTRAK Ada dua tipe sistem pengendalian produksi yang dikenal yaitu push system dan pill system. Dalam penelitian ini akan dirancang pull system antara lini pemesinan dan lini perakitan pada PT. Astra Daihatsu Motor – Engine Plant sesuai dengan karakteristik proses pada kedua lini tersebut. Dengan demikian perlu dilakukan identifikasi penyesuaian – penyesuaian yang diperlukan khususnya yang berkaitan dengan masalah tingkat persediaan Cylinder Block. Secara konseptual, yang memicu adanya persediaan adalah aliran yang tidak seimbang antar proses (E storage), antisipasi terhadap kerusakan mesin (C Storage) dan mengejar perasaan aman (S Storage). Namun dalam penelitian ini hanya akan ditentukan jumlah E Storage dan C Storage yang disesuaikan dengan karakteristik proses pada lini pemesinan Cylinder Block dan lini perakitan mesin bensin. E Storage diperlukan karena adanya perbedaaan kapasitas produksi antara kedua lini dan ukuran lot produksi. Sedangkan C Storage diperlukan untuk mengantisipasi berhentinya lini pemesinan Cylinder Block karena terjadinya kerusakan mesin. Penentuan C Storage didasarkan pada model matematis yang dikembangkan oleh Yasuhiro Monden. Dari model tersebut diidentifikasi variabel – variabel yang tidak dapat dicari secara analisis karena pola kerusakan mesin yang bersifat probabilistik. Dengan demikian dilakukan simulasi pada lini pemesinan Cylinder Block dengan dua skenario yakni tanpa memasukkan alokasi kerusakan mesin dan memasukkan alokasi kerusakan mesin. Dengan simulasi Promodel Versi 4.22 dapat diketahui nilai time in system Cylinder Block ketika terjadi kerusakan mesin sebesar 127.65 menit, ketika terjadi kerusakan mesin sebesar 2128.08 menit dan persen down time untuk tiap – tiap lokasi pada lini pemesinan Cylinder Block berkisar 0.45% sampai 54.33% yang dijalankan selama 200 jam simulasi dan replikasi 999 kali. Hasil perhitungan C Storage didasarkan pada model matematis yang digunakan, setelah memasukkan variabel – variabel tersebut adlah 180 – 490 unit pada kisaran nilai probabilitas kepercayaan 80% - 99%. Sedangkan untuk penentuan E Storage didasarkan pada jumlah peramalan pola permintaan tiap tipe Cylinder Block dan kemampuan pengisian (refill) dari lini pemesinan Cylinder Block pada area E Storage. Dalam hal ini, lini pemesinan Cylinder Block harus menyimpan persediaan untuk memenuhi permintaan setiap harinya yaitu 110 unit. Sehingga untuk hal ini berlaku prinsip Kanban Pemasok antara area E Storage dengan lini pemesinan Cylinder Block. Sehingga untuk tipe S 91 jumlah persediaan adalah sebesar 60 unit dengan jumlah keseluruhan kanban 14, tipe F 500 jumlah persediaan adalah 40 unit dengan jumlah keseluruhan kanban 9 dan tipe S 91 jumlah persediaan adalah 10 unit dengan jumlah kanban 3.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords:Kata Kunci : pull system, push system, E Storage, C Storage, sinulasi, Promodel, time in system.
Subjects:T Technology > T Technology (General)
T Technology > TS Manufactures
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
ID Code:33419
Deposited By:Admin teknik industri
Deposited On:13 Feb 2012 12:48
Last Modified:13 Feb 2012 12:48

Repository Staff Only: item control page