REDESAIN RUMAH SAKIT UMUM TIDAR SEBAGAI CAGAR BUDAYA

ANGGUN K., AGISTA (2011) REDESAIN RUMAH SAKIT UMUM TIDAR SEBAGAI CAGAR BUDAYA. Undergraduate thesis, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.

[img]
Preview
PDF
58Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

4Mb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

3750Kb
[img]
Preview
PDF
19Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

1344Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

242Kb
[img]
Preview
PDF
36Kb
[img]
Preview
PDF
19Kb
[img]
Preview
PDF
27Kb
[img]
Preview
PDF
12Kb

Abstract

Pengembangan tata ruang maupun tata bangunan dewasa ini cukup pesat, terbukti dengan maraknya pembangunan sarana dan prasarana publik di segala bidang. Pengembangan ini merupakan indikator bahwa pertumbuhan ekonomi penduduk semakin meningkat. Hal ini akan diiringi dengan bertambahnya tuntutan-tuntutan hidup. Salah satu dari tuntutan tersebut adalah tuntutan kesehatan. Kesehatan menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan nasional. Agar derajat kesehatan masyarakat dapat terus meningkat, maka perlu diupayakan terus menerus pembangunan di bidang kesehatan. Dengan harapan semua lapisan masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara merata dan murah. Upaya tersebut diantaranya adalah dengan menyediakan prasarana dan sarana kesehatan, agar jangkauan pelayanan kesehatan makin meluas sehingga semua lapisan sosial ekonomi masyarakat dapat dilayani dengan biaya yang terjangkau. Rumah sakit adalah sarana upaya kesehatan yang menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan serta dapat berfungsi sebagai tempat pendidikan tenaga kesehatan dan penelitian. Mutu pelayanan rumah sakit adalah derajat kesempurnaan rumah sakit untuk memenuhi permintaan konsumen akan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan standart profesi dan standart pelayanan dengan menggunakan potensi sumber daya yang tersedia di rumah sakit dengan wajar , efisien dan efektif serta diberikan secara aman dan memuaskan sesuai dengan norma, etika, hukum dan sosio budaya dengan memperhatikan keterbatasan dan kemampuan pemerintah dan masyarakat konsumen. Rumah Sakit Umum Tidar merupakan rumah sakit umum daerah Kota Magelang yang cakupan pelayanan kesehatannya cukup luas, mulai dari Kota Magelang itu sendiri sampai ke eks Karisidenan Kedu. Apalagi semenjak adanya bencana Gunung Merapi meletus, banyak masyarakat Kota Magelang dan sekitarnya yang menjadi korban. Oleh karena itu pengembangan serta perbaikan rumah sakit ini sangat diperlukan. Dari uraian tersebut di atas, di Magelang, dibutuhkan Rumah Sakit Umum yang sesuai standar, unggul, dan representatif. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan perencanaan untuk Redesain Rumah Sakit Umum Tidar yang dapat mengakomodasi kebutuhan kapasitas ruang, kelengkapan fasilitas maupun dari segi kualitas arsitekturnya. 1.2 TUJUAN DAN SASARAN 1.2.1 Tujuan Memperoleh suatu Judul Tugas Akhir yang jelas dan layak, dengan suatu penekanan desain yang spesifik sesuai karakter/keunggulan judul dan citra yang dikehendaki atas judul yang diajukan tersebut. 1.2.2 Sasaran Tersusunnya usulan langkah-langkah pokok (proses) perencanaan dan perancangan kembali Rumah Sakit Umum Tidar sebagai Cagar Budaya di Kota Magelang melalui aspek-aspek panduan perancangan (design guide lines aspect) dan alur pikir proses penyusunan LP3A dan Desain Grafis yang akan dikerjakan. 1.3 MANFAAT Bermanfaat untuk memeperoleh wawasan dan pemahaman tentang Redesain Rumah Sakit Umum Tidar sebagai Cagar Budaya untuk Proposal Tugas Akhir yang diajukan, sebagai langkah awal dalam proses Tugas Akhir sebelum Tahap Penyusunan LP3A dan Studio Grafis. 1.4 RUANG LINGKUP a. Ruang Lingkup Substansial Ruang lingkup pembahasan adalah aspek-aspek fisik maupun non fisik dari Rumah Sakit Umum Tidar, sebagai suatu sarana penyelenggaraan pelayanan medis. Untuk aspek-aspek lain, sejauh ini masih berkaitan dengan substansi pokok akan dibahas secara garis besar dengan asumsi yang logis dan rasional. Aspek-aspek fisik yang akan dibahas meliputi bidang arsitektural suatu Rumah Sakit Umum Tidar yang memiliki fasilitas pelayanan medis, ruang operasi, serta ruang-ruang pendukung lainnya. b. Ruang Lingkup Spasial Perencanaan dan perancangan kembali Rumah Sakit Umum Tidar sebagai Cagar Budaya ini berada di Kota Magelang dengan memperhatikan standar – standar perancangan sebuah rumah sakit dengan segala fasilitas penunjangnya. 1.5 METODE PEMBAHASAN Metode pembahasan yang digunakan adalah metode deskripsi analisis yang dilakukan dengan mengumpulkan data – data survey kemudian menyeleksi data, membandingkan dan menganalisis data dengan literature serta wawancara. Dari analisis dapat diperoleh identifikasi masalah dan dapat dimpulkan permasalahan sebagai dasar pendekatan perancangan. Dalam membahas dan mempersiapkan desain diperlukan bahandan alat, yaitu : • Bahan Bahan yang diperlukan dalam Redesain Rumah Sakit Umum Tidar sebagai Cagar Budaya didapat baik dari data primer maupun data sekunder. 1. Data Primer Data primer adalah data yang langsung didapat dari sumber pertama dan bukan berasal dari pengumpulan data yang pernah dilakukan sebelumnya. Data primer dapatkan melalui wawancara dan observasi lapangan a. Wawancara Yaitu mencari informasi dari nara sumber dan pihak-pihak yang terkait mengenai masalah-masalah yang berkaitan dengan perancangan. Narasumber tersebut meliputi pengelola Rumah Sakit Umum Tidar. b. Observasi lapangan Yaitu dengan studi kasus Rumah Sakit Umum Tidar. Kegiatan studi dilakukan dengan mencari data dan informasi mengenai latar belakang pembangunan proyek studi kasus, kriteria pemilihan lokasi, massa bangunan/site eksisting, macam dan besaran ruang, organisasi ruang, kapasitas, struktur kelembagaan personil, serta tata ruang dalam dan ruang luar bangunan. 2. Data Sekunder Data sekunder merupakan data atau informasi yang dikumpulkan bukan untuk kepentingan studi yang sedang dilakukan saat ini tetapi untuk beberapa tujuan lain. Data sekunder didapatkan melalui studi literatur dan referensi yang berkaitan dengan perancangan Redesain Rumah Sakit Umum Tidar sebagai Cagar Budaya. a. Studi literatur Literatur yang digunakan dalam proses ini berasal dari buku-buku pedoman yang berkaitan dengan perencanaan dan perancangan desain Rumah Sakit Umum serta data tentang cagar budaya. b. Referensi Referensi didapat dari pengumpulan data, peta dan peraturan dari kantor instansi terkait serta browsing materi-materi dari internet untuk mendukung proses perencanaan Redesain Rumah Sakit Umum Tidar seperti data jumlah pasien RSU Tidar, peta eksisting RSU TIdar, data fasilitas yang ada di RSU Tidar, dan juga peraturan setempat mengenai bangunan. • Alat Dalam perancangan Redesain Rumah Sakit Umum Tidar sebagai Cagar Buday ini ada dua faktor yang berpengaruh, yaitu: a) Design determinant, yaitu aspek-aspek yang dibutuhkan dalam suatu perencanaan meliputi program ruang, tapak, utilitas, struktur. b) Design requirement, yaitu persyaratan-persyaratan desain yang mendasari suatu perancangan agar aspek-aspek yang dibutuhkan dalam perancangan menjadi sesuai.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:33265
Deposited By:Admin Agus P arsitek
Deposited On:08 Feb 2012 15:22
Last Modified:08 Feb 2012 15:22

Repository Staff Only: item control page