ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENENTU KEMAMPUAN INOVASI YANG MEMPENGARUHI KEUNGGULAN DAN KINERJA KOMPETITIF (Studi Kasus: Klaster Pahat Batu “Karya Agung Mandiri” Desa Tamanagung Kec. Muntilan Kab. Magelang)

NUR ROHMAN, MUHAMMAD (2011) ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENENTU KEMAMPUAN INOVASI YANG MEMPENGARUHI KEUNGGULAN DAN KINERJA KOMPETITIF (Studi Kasus: Klaster Pahat Batu “Karya Agung Mandiri” Desa Tamanagung Kec. Muntilan Kab. Magelang). Undergraduate thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF
108Kb

Abstract

Abstrak Kesenian pahat batu di Kab. Magelang melahirkan pengrajin/pemahat patung yang meniru bentuk dari patung yang ada di candi Borobudur. Namun seiring dengan berkembangnya permintaan pasar seni pahat batu ini melakukan inovasi dengan memproduksi produk lain dengan tujuan untuk meningkatkan usahanya agar semakin berkembang. Konsep klaster telah menjadi sebuah fenomena global dan secara formal sudah banyak di adopsi oleh banyak negara khususnya di dalam pembangunan ekonomi dan meningkatkan daya saing industri. Pemerintah Kabupaten Magelang mengkonsep industri pahat batu ini dapat berkembang menjadi desa wisata, sehingga diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan pengrajinnya. Penelitian ini menggunakan model yang sesuai dengan kondisi objek penelitian. Teknik pengolahan data mengacu pada jenis data dan hubungan variabel yang telah terkumpul. Teknik analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan Partial Least Square (PLS). Pada konstruk kemampuan inovasi memiliki nilai R square sebesar 0.326646 yang berarti bahwa orientasi pasar, kreativitas dan organisasi pembelajar memiliki pengaruh terhadap kemampuan inovasi sebesar 32,66%. Sementara pada konstruk pertumbuhan penjualan produk memiliki nilai R square sebesar 0.504492 yang berarti bahwa keunggulan dan kinerja kompetitif dipengaruhi kemampuan inovasi sebesar 50,45%. Abstract Sculpture in Magelang regency brings forth sculptors who imitate the shape of statues existing in Borobudur temple. However, due to the development of market’s demand this sculpture makes innovation by producing different products. It aims at improving the business in order that it can increasingly develop better. The concept of cluster has become a global phenomenon and formally it has been adopted by most countries particularly in developing the economy and increasing the industrial competitive power. The government of Magelang regency prepares the plan to develop this sculpture industry to be tourism village, by expectation, resulting in the improvement of sculptor’s welfare. This research uses model that is suitable with the condition of the research object. Data processing technique refers to the kind of data and the variable relation collected. The analysis technique used in this research is Partial Least Square (PLS). In the construct, the R square value of innovation capability is 0.326646. It means that market orientation, creativity and learning organization have influence toward the innovation capability as much as 32.66%. While the R square value of product sale growth is 0.504492. It means that the competitive advantage and performance are affected by innovation capability as much as 50.45%.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci : Pahat Batu, Inovasi, PLS, Klaster Industri, Keunggulan dan Kinerja Kompetitif. Key word: Sculpture, innovation, PLS, industry cluster, competitive advantage and performance.
Subjects:T Technology > T Technology (General)
T Technology > TS Manufactures
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
ID Code:33234
Deposited By:Admin teknik industri
Deposited On:08 Feb 2012 13:10
Last Modified:08 Feb 2012 13:10

Repository Staff Only: item control page