ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENINGKATAN KREATIVITAS DI INDUSTRI BATIK (STUDI KASUS PADA INDUSTRI BATIK DI KOTA PEKALONGAN, LASEM, SOLO, DAN YOGYAKARTA)

Putri Handayani , Okki (2011) ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENINGKATAN KREATIVITAS DI INDUSTRI BATIK (STUDI KASUS PADA INDUSTRI BATIK DI KOTA PEKALONGAN, LASEM, SOLO, DAN YOGYAKARTA). Undergraduate thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF
66Kb

Abstract

ABSTRAK Perekonomian Indonesia tidak selamanya bergantung pada hasil alam, seperti komoditas minyak, gas, mineral dan hasil alam lainnya. Indonesia juga harus mengembangkan dan mempertahankan industri-industri di sektor non-migas, seperti industri kreatif. Kreativitas merupakan kunci utama dalam industri kreatif. Rata-rata Kontribusi Industri Kreatif terhadap PDB Nasional 2002-2008 yaitu sebesar 7,8% . Salah satu jenis industri kreatif yang berasal dari kerajinan adalah industri batik. yang memberikan kontribusi besar terhadap industri kreatif yaitu rata-rata sebesar 33.704.640 selama tahun 2002-2006 atau sebesar 24,09 % Penelitian-penelitian di industri batik menunjukkan bahwa kreativitas perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk (i) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan kreativitas di industri batik, (ii) Menganalisis seberapa besar hubungan antara faktor-faktor tersebut terhadap peningkatan kreativitas di industri batik, (iii) Mengetahui faktor yang paling mempengaruhi peningkatan kreativitas di industri batik. Sampel dalam penelitian ini adalah pengrajin atau pekerja di industri kerajinan batik di kota pesisir (Pekalongan, Lasem) dan kota non pesisir (Solo, Yogyakarta) sebanyak 200 responden. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara, dan pengamatan. Teknik analisis data menggunakan SEM (Structural Equation Modelling) dengan menggunakan bantuan software AMOS Versi 18. Kesimpulan dalam penelitian ini, yaitu : (i) Penelitian ini dapat membuktikan bahwa iklim organisasi kreatif, proses kreatif, dan SDM kreatif (yang terdiri dari motivasi dan karakter untuk berkreasi) mempengaruhi peningkatan kreativitas di industri batik. Hal ini dibuktikan dengan ditolaknya H0 (karena nilai CR<1,96 dan p>0,05), (ii) Pengaruh motivasi terhadap SDM kreatif (pesisir : 0,688; non pesisir : -0,237), pengaruh karakter terhadap SDM kreatif (pesisir : -0,029; non pesisir : 0,397), pengaruh SDM kreatif terhadap kreativitas (pesisir : 0,828; non pesisir : 0,210), pengaruh iklim organisasi kreatif terhadap kreativitas (pesisir : 0,314; non pesisir : -0,018), pengaruh proses kreatif terhadap kreativitas (pesisir : 0,228; non pesisir : 0,042), (iii) Faktor yang paling mempengaruhi peningkatan kreativitas dari aspek : (a) SDM kreatif adalah menyukai nilai seni dan tertarik untuk mengembangkan ide-ide kreatif tentang batik, (b) iklim organisasi kreatif adalah adanya rasa saling percaya dan terbuka dalam lingkungan kerja, (c) proses kreatif adalah menemukan kesulitan dalam membatik dan bertanya apabila mendapat kesulitan. ABSTRACT The Indonesian economy has not always rely on natural products, such as the commodity of oil, gas, minerals and other natural products. Indonesia also must develop and retain industries in non-oil sectors such as creative industries. Creativity is the key in the creative industries. Creative industry’s contribution to National GDP 2002-2008 is equal to 7.8%. Batik industry is one of the creative industry are included in the crafts sector which contributes 33.70464 million during 2002 to 2006 or amounted to 24.09%. Studies in the batik industry showed that creativity needs to be improved. This research aims to (i) knowing the factors that influence the increase in creativity in batik industry, (ii) to analyze how relationship between these factors to the increasing creativity in batik industry, (iii) identifying the factors that most influence the increasing creativity in batik industry. The sample in this study were artisans or workers in the batik industry in the coastal city (Pekalongan, Lasem) and non-coastal city (Solo, Yogyakarta) of 200 respondents. Sampling technique in this study was purposive sampling. Methods of data collection using questionnaires, interviews, and observations. Analysis using SEM (Structural Equation Modeling) by using software AMOS Version 18. Conclusions in this research: (i) This research prove that the creative organizational climate, the creative process, and creative human resources (consisting of motivation and character to be creative) affects the increase in creativity in batik industry. This is evidenced by the rejection of H0 (because the value of CR <1.96 and p> 0.05), (ii) The impact of motivation on creative human resources (coastal: 0.688; non-coastal: -0.237), impact of character on creative human resources (coastal: -0.029; non-coastal: 0.397), impact of creative HR on creativity (coast: 0.828; non-coastal: 0.210), impact of creative organizational climate on creativity (coastal: 0.314; non-coastal: -0.018), impact of creative process on creativity (coastal : 0.228; non-coastal: 0.042), (iii) The factors that most influence the increasing creativity: (a) the HR is interest with the art and interested in developing creative ideas about batik, (b) the creative organizational climate is a sense of mutual trust and openness in the work environment, (c) the creative process is finding difficulty in making batik and asked if having difficulties.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords:Kata kunci : industri batik, kreativitas, SEM (Structural Equation Modelling) Keyword : batik industry, creativity, SEM (Structural Equation Modelling)
Subjects:T Technology > T Technology (General)
T Technology > TS Manufactures
ID Code:33010
Deposited By:Mr/Ms teknik industri
Deposited On:08 Feb 2012 13:54
Last Modified:06 May 2013 20:52

Repository Staff Only: item control page