Hubungan Asupan Zat Gizi dan Pola Menstruasi Dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMA N 2 Semarang

Dian Purwitaningtyas Kirana, Dian Purwitaningtyas Kirana (2011) Hubungan Asupan Zat Gizi dan Pola Menstruasi Dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMA N 2 Semarang. Undergraduate thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF (Undergraduate Thesis) - Published Version
562Kb

Abstract

Latar belakang : Anemia merupakan salah satu masalah gizi yang perlu mendapat perhatian khusus. Remaja putri termasuk golongan yang rawan menderita anemia karena mengalami menstruasi setiap bulannya dan sedang dalam masa pertumbuhan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan asupan zat gizi (protein, vitamin A, vitamin C, dan zat besi) dan pola menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA N 2 Semarang. Metode: Rancangan penelitian cross sectional. Jumlah sampel 79 orang dipilih secara proportional random sampling dari seluruh siswi kelas XI. Data asupan zat gizi diperoleh dengan kuesioner semi quantitative food frequency, pola menstruasi melalui kuesioner terstruktur, dan kadar hemoglobin dengan cyanmethemoglobin. Data dianalisis dengan korelasi Pearson’s Product Moment, Rank Spearman, dan regresi linier ganda. Hasil: Sebanyak 36,7% subjek termasuk dalam kategori anemia. Sebagian besar subjek memiliki tingkat kecukupan asupan protein, vitamin A, dan vitamin C di atas angka kecukupan, yaitu protein 62% subjek, vitamin A 53,2% subjek, dan vitamin C 41,8% subjek. Sebanyak 81% subjek memiliki tingkat asupan zat besi defisit tingkat berat. Sebesar 62 % subjek memiliki siklus menstruasi yang panjang dan 97,5% subjek memiliki lama hari menstruasi yang normal. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan asupan protein (r=0,380; p=0,01), vitamin A (r=0,243; p=0,031), vitamin C (r=0,251; p=0,026), dan zat besi (r=0,598; p=0,000) dengan kejadian anemia. Tidak terdapat hubungan pola menstruasi dengan kejadian anemia (r=0,031; p=0,789). Faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian anemia adalah asupan protein (p=0,002), vitamin A (p=0.019), dan zat besi (p=0.014). Simpulan: Semakin tinggi asupan protein, vitamin A, vitamin C, dan zat besi maka semakin tinggi pula kadar hemoglobin.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords:anaemia incidence, nutrition intake, menstruation pattern, adolescent girls
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Faculty of Medicine > Department of Nutrition Science
Faculty of Medicine > Department of Nutrition Science
ID Code:32594
Deposited By:Dian Widanarta
Deposited On:25 Jan 2012 13:17
Last Modified:25 Jan 2012 13:17

Repository Staff Only: item control page