Anemia pada Penderita Tuberkulosis Paru Anak dengan Berbagai Status Gizi dan Asupan Zat Gizi

Galih Purnasari, Galih Purnasari (2011) Anemia pada Penderita Tuberkulosis Paru Anak dengan Berbagai Status Gizi dan Asupan Zat Gizi. Undergraduate thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF (Undergraduate Thesis) - Published Version
985Kb

Abstract

Latar Belakang: Anak yang terinfeksi tuberkulosis paru rentan malnutrisi (wasting). Tanda dan gejala malnutrisi adalah anemia. Selain disebabkan oleh gangguan eritropoesis, anemia pada penderita tuberkulosis paru juga dapat disebabkan oleh ketidakcukupan zat gizi. Sebagian besar anemia yang terjadi pada penderita tuberkulosis paru adalah anemia penyakit kronis dan diikuti dengan anemia defisiensi besi.Tingginya infeksi tuberkulosis paru pada anak akan menambah jumlah kasus malnutrisi dan anemia pada anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaaan status dan jenis anemia berdasarkan status gizi dan menganalisis perbedaan status anemia berdasarkan asupan zat gizi pada penderita tuberkulosis paru anak. Metode: Studi cross sectional pada 30 penderita tuberkulosis paru anak di BKPM Semarang bulan Juni-Juli 2011. Usia penderita adalah 1 - 11 tahun. Status gizi dinilai berdasarkan nilai Z-score. Pemeriksaan hematologi diukur menggunakan alat hematology analyzer untuk mengetahui kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, MCV, MCH, dan MCHC. Asupan protein, vitamin A, vitamin C, vitamin B6, besi, seng, serat, dan kalsium ditentukan dari semi quantitative food frequency questionnaire. Analisis bivariat menggunakan Fisher’s Exact dan Independent Sample t-Test. Hasil: Sebanyak 43,3% penderita tuberkulosis paru anak mengalami anemia yang terdiri atas anemia penyakit kronis (61,5%) dan anemia defisiensi besi (38,5%). Status anemia dan jenis anemia tidak ada perbedaan berdasarkan status gizi (p>0,05). Tidak ada perbedaan secara statistik pada asupan vitamin A, vitamin C, vitamin B6, besi, dan kalsium antara anak dengan tuberkulosis paru yang anemia dan tidak anemia (p>0,05), namun ada perbedaan secara statistik pada asupan protein, seng, dan serat (p<0,05). Kesimpulan: Sebanyak 43,3% penderita tuberkulosis paru anak mengalami anemia. Sebagian besar adalah anemia penyakit kronis (61,5%) dan diikuti oleh anemia defisiensi besi (38,5%). Status anemia dan jenis anemia tidak ada perbedaan berdasarkan status gizi. Ada perbedaan secara statistik pada asupan protein, seng, dan serat antara anak dengan tuberkulosis paru yang anemia dan tidak anemia.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords:Tuberkulosis paru anak, status gizi, mikronutrien, status anemia, jenis anemia
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Faculty of Medicine > Department of Nutrition Science
Faculty of Medicine > Department of Nutrition Science
ID Code:32592
Deposited By:Dian Widanarta
Deposited On:25 Jan 2012 12:52
Last Modified:25 Jan 2012 12:52

Repository Staff Only: item control page