RESPON RUMAH TRADISIONAL KUDUS TERHADAP IKLIM TROPIS

Budi Sardjono, Agung (2011) RESPON RUMAH TRADISIONAL KUDUS TERHADAP IKLIM TROPIS. Jurnal Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip, 11 (1). ISSN 0853 2877

[img]
Preview
PDF - Published Version
960Kb

Abstract

Iklim merupakan salah satu aspek penting dalam rancangan arsitektur, termasuk di dalamnya rumah tinggal. Iklim akan berpengaruh langsung pada kenyamanan bertempat tinggal bagi penghuninya. Anasir iklim yang akan berpengaruh adalah panas akibat paparan sinar matahari, kelembaban udara, pergerakan udara serta hujan. Dengan demikian rancangan bangunan pada daerah tropis lembab akan mengacu pada upaya : bagaimana mengurangi panas dalam ruangan, mengatur penerangan ruangan, mengatur fentilasi agar pergerakan udara optimal tercapai serta mengatur aliran air hujan. Rumah tardisional Kudus merupakan rumah adat khas masyarakat Kudus. Bentuk dan tata ruang rumah Kudus khas dan agak berbeda dengan rumah Jawa. Arah hadap rumah ke selatan, bermasa banyak dengan halaman tengah. Atap bangunan berbentuk joglo, limas dan kampung. Tapak dilingkupi pagar pembatas yang tinggi. Konstruksi bangunan terutama adalah kayu dan kaya dengan ornamen. Sebagai rumah adat, bentuk dan tata ruang rumah Kudus dipengaruhi oleh budaya masyarakat setempat. Pengetahuan arsitektur masyarakat ini telah teruji dan mentradisi dari generasi ke generasi. Bagaimana arsitektur rumah Kudus menjawab tantangan iklim, melindungi serta mewadahi kegiatan penghuninya merupakan kebijakan lokal (local wisdom) yang penting untuk dikaji dan mungkin dapat diterapkan pada permasalahan rancangan arsitektur tropis saat ini. Kata kunci: respon, rumah tradisional Kudus, iklim tropis Abstract Climate is one important aspect in the design of architecture, includingresidential houses . Climate will impact directly on the convenience of living for the residents. Elements that will affect climate is hot due to exposure to sunlight, air humidity, air movement and rainfall. Thus the design of buildings in the humid tropics will refer to the effort: how to reduce heat in the room, adjust the room lighting, set fentilasi to achieve optimum air movement and regulate the flow of rain water. Houses of the Holy tardisional is a typical traditional house of the Holy society. Shape and spatial arrangement of the Holy house typical and somewhat different from the Javanese house. Direction toward the house to the south, many mass with central courtyard. Joglo shaped roof, pyramid and villages. Tread surrounded by a high fence. Building construction was primarily wood and rich with ornament. As a custom house, the shape and spatial Holy house influenced by local culture. Architectural knowledge society has been tested and mentradisi from generation to generation. How does the Holy house architecture challenges of climate, protect and facilitate the activities of its inhabitants is a local policy (local wisdom) that it is important to review and may be applied to the problems of tropical architectural design today. Key words: response, the traditional home of the Holy, tropical climate

Item Type:Article
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:32468
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:17 Jan 2012 13:22
Last Modified:17 Jan 2012 13:22

Repository Staff Only: item control page