Menuju Kota Tanggap Bencana

Sukawi, Sukawi (2008) Menuju Kota Tanggap Bencana. In: Semnas Eco Urban Design, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1538Kb

Abstract

Wilayah Indonesia, termasuk daerah rawan terjadinya bencana, terutama bencana alam geologi, yang disebabkan karena posisi Indonesia terletak pada pertemuan 3 lempeng tektonik yaitu: Lempeng Australia di selatan, Lempeng Euro-Asia di bagian barat dan Lempeng Samudra Pasifik di bagian timur. Diantara bencana alam besar yang sering menimpa Indonesia adalah gempa bumi, tsunami, gunung meletus, longsoran dan tanah bergerak (land slip), dan lain-lain. Merujuk pada disaster management, A Disaster Manager Handbook (Carter, 1991) diungkapkan kata bencana atau disaster adalah suatu kejadian alam atau buatan manusia, tiba-tiba atau progresif, yang menimbulkan dampak dahsyat sehingga masyarakat yang terkena harus merespons dengan tindakan-tindakan luar biasa. Kejadian bencana seharusnya dijadikan sebagai momentum untuk melakukan penataan kembali sebuah lingkungan perkotaan yang terkena bencana. Permukiman merupakan salah satu fungsi di dalam perkotaan pasca bencana yang mendapatkan perhatian utama dalam masa rekonstruksi dan rehabilitasi, agar kehidupan masyarakat dapat kembali membangun sisi sosial, budaya dan ekonomi mereka. Banyak konsep perencanaan kawasan perkotaan yang dapat diterapkan dalam penataan kembali sebuah lingkungan perumahan pasca bencana. Sebenarnya suatu upaya penataan kembali perlu untuk dilihat bukan hanya sebagai bagian untuk meminimalkan tetapi upaya untuk mencegah atau menghindari penyebab terjadinya kerusakan akibat bencana. Penataan kembali permukiman pasca bencana dalam kerangka menuju kota tanggap bencana dapat menjadi salah satunya. Hal ini mengingat adanya keterkaitan yang erat antara pembangunan lingkungan yang tanggap terhadap potensi lingkungan sekitarnya dengan upaya untuk mencegah atau meminimalkan terjadinya dampak bencana. Merancang kota yang responsif dan antisipatif pada kejadian bencana dapat belajar dari rekonstruksi dan rehabilitasi pasca bencana di kota atau kawasan lain. Tulisan ini mengungkapkan isu-isu penataan lingkungan permukiman untuk mewujudkan sebuah kota yang lebih antisipatif dan tanggap terhadap bencana. Argumennya, kemampuan mengelola kemungkinan bencana dari masyarakat kota bisa ditingkatkan dengan bantuan perencanaan dan perancangan kota. Oleh karenanya peran perencanaan permukiman kota pasca bencana menjadi sangat penting dalam menciptakan kota yang tanggap terhadap bencana. Kata Kunci: Kota Tanggap Bencana, Lingkungan Permukiman, Resiko Bencana Pendahuluan Indonesia merupakan bangsa yang cukup besar dengan wilayah yang tersebar dalam beberapa pulau besar dan pulau-pulau kecil lainnya. Selain itu indonesia secara geografis terletak pada pertemuan 3 lempeng dunia, yang mengakibatkan wilayahnya rawan terjadi bencana. Seperti pada akhir-akhir ini, hampir seluruh wilayah kepulauan Indonesia mengalami bencana yang tidak kecil. Baik yang disebabkan oleh alam maupun yang merupakan akibat dari ulah manusia sendiri. Jika tidak diadakan suatu upaya perencanaan yang matang dan tersusun mengenai manajemen bencana pada perancangan permukiman sebelumnya, bukan tidak mungkin Indonesia dalam jangka waktu yang tidak lama lagi, hanya akan menjadi sebuah pulau yang rusak dan tak berpenghuni akibat bencana yang terjadi. Pembahasan tentang bencana biasanya diawali dengan adanya suatu fenomena yang mempunyai potensi ancaman terhadap hidup dan kehidupan, kesejahteraan dan aset manusia. Beberapa ancaman mempunyai peluang lebih tinggi dari yang lain untuk menjadi suatu peristiwa 'besar'. Di lain pihak, masyarakat mempunyai kerentanan, yaitu keadaan dan ciri tertentu yang mempertinggi kemungkinan mereka untuk tercederai oleh ancaman pada saat terjadi peristiwa besar yang merusak. Pertemuan antara ancaman dan kerentanan inilah yang disebut peristiwa bencana. Bencana dapat dikategorikan ke dalam dua kelompok yaitu bencana alam (natural disaster) yang disebabkan kejadian alam (natural) seperti gempa bumi dan gunung meletus, bencana buatan manusia (man made disaster) yaitu hasil tindakan secara langsung atau tidak langsung dari manusia seperti perang, konflik antar penduduk, teroris, dan kegagalan teknologi (misalnya reaktor nuklir).

Item Type:Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:32379
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:10 Jan 2012 13:59
Last Modified:10 Jan 2012 13:59

Repository Staff Only: item control page