BAMBU SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BANGUNAN DAN KONSTRUKSI DI DAERAH RAWAN GEMPA

S u k a w i, S u k a w i (2010) BAMBU SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BANGUNAN DAN KONSTRUKSI DI DAERAH RAWAN GEMPA. Jurnal Teras, 10 (1).

[img]
Preview
PDF - Published Version
3336Kb

Abstract

Bambu sudah dikenal oleh masyarakat sebagai bahan bangunan sejak dulu. Tanaman rumpun bambu dapat ditemui di pedesaan, bahkan sebagian besar masyarakat desa mempunyai rumpun bambu di pekarangannya. Bambu juga digunakan untuk berbagai keperluan masyarakat, mulai dari keperluan di bidang keagamaan, sampai upacara kematian. Bambu,sebuah kekayaan alam masyarakat Indonesia sesungguhnya memiliki kelebihan-kelebihan yang sangat layak untuk dijadikan alternatif bagi pemecahan masalah perumahan di daerah rawan gempa. Bagi negara Indonesia sebagai daerah rawan gempa dan beriklim tropis, bambu mempunyai kelebihan jika digunakan sebagai bahan bangunan rumah tinggal. Bambu mempunyai kekuatan yang cukup tinggi, bahkan bagian kulit untuk beberapa jenis bambu mempunyai kekuatan melebihi kuat tarik baja mutu sedang. Selain itu bambu mempunyai tingkat keawetan yang sangat lama apabila melalui proses pengawetan yang benar. Ketika terjadi gempa, rumah tinggal yang di buah dari bambu tidak akan langsung roboh karena sifatnya yang elastis dan ringan, selain itu dapat memberi waktu lebih lama bagi penghuninya untuk segera menyelamatkan dirinya. Pemakaian material bambu sebagai elemen struktur bangunan rumah tahan gempa masih merupakan solusi yang tepat jika dilihat dari segi ekonomi, kemudahan dan penyesuaian terhadap gaya yang diakibatkan oleh gempa jika dibandingkan dengan material struktur atap lain. Kata Kunci : Bambu, Bahan Bangunan, Konstruksi Tahan Gempa Abstract Along time, bamboo has been known by society as a building material. Bamboo plants can be found in the village, even the most rural communities have a bamboo grove in the yard. Bamboo is also used for various public purposes, ranging from use in religious matters, until the funeral ceremony. Bamboo, a natural wealth of Indonesian society actually has the advantages are very suitable as an alternative for problem solving to housing in earthquake areas. For Indonesia as a seismic area and the climate is tropical, bamboo has the advantages when used as residential building materials. Bamboo has a high enough power, ever the skin for several species of bamboo has tensile strength then steel. Besides durability, bamboo has a very long level if the true preservation process. When an earthquake occurred, houses are in the fruit of the bamboo will not immediately collapse because it is elastic and lightweight, other than it can give more time for occupants to immediately save himself. The use of bamboo as structural materials building earthquake resistant housing is still the right solution in terms of economy, convenience and adjustments to the force caused by the earthquake compared to the other roof structure material. Keywords : Bamboo, Building materials, Construction of resistant earthquake Pendahuluan Bambu merupakan produk hasil hutan non kayu yang telah dikenal bahkan sangat dekat dengan kehidupan masyarakat umum karena pertumbuhannya ada di sekeliling kehidupan masyarakat. Bambu termasuk tanaman Bamboidae anggota sub familia rumput, memiliki keanekaragam jenis bambu di dunia sekitar 1250 – 1500 jenis sedangkan Indonesia memiliki hanya 10% sekitar 154 jenis bambu (Wijaya, 1994). Bambu merupakan sumber bahan bangunan yang dapat diperbaharui dan banyak tersedia di Indonesia. Orang Indonesia sudah lama memanfaatkan bambu untuk bangunan rumah, perabotan, alat pertanian, kerajinan, alat musik, dan makanan. Namun, bambu belum menjadi prioritas pengembangan dan masih dilihat sebagai "bahan milik kaum miskin yang cepat rusak". Bambu yang dipanen dengan benar dan diawetkan merupakan bahan yang kuat, fleksibel, dan murah, yang dapat dijadikan bahan alternatif pengganti kayu yang kian langka dan mahal. Dilihat dari segi peremajaan, tanaman bambu dalam tempo 3-5 tahun sudah bisa diolah menjadi bahan bangunan, sedangkan kayu membutuhkan waktu puluhan tahun baru bisa diolah. Bambu juga punya nilai seni tersendiri bila dipergunakan sebagai bahan konstruksi bangunan, termasuk keawetannya yang dapat bertahan selama 70 tahun bila bambu tersebut sebelumnya telah diawetkan dengan bahan kimia ( www.detikinet.com). Standar bangunan tahan gempa bambu lebih fleksibel dibanding kayu, sehingga konstruksi bambu tidak menimbulkan resiko ancaman keselamatan jiwa manusia bila terjadi gempa.Bambu memiliki kekuatan yang dapat dipersaingkan dengan baja. Karena kelenturan dan kekuatannya yang tinggi, struktur bambu juga merupakan bangunan tahan gempa. Sayangnya, selama ini kekuatan bambu belum diimbangi dengan teknik sambungan yang kuat. Bambu dapat diaplikasikan dalam bentuk konstruksi bangunan dengan teknik sambungan yang telah teruji kekuatannya di laboratorium dan di lapangan. Berbagai bangunan sekolah, rumah tinggal, gazebo, dan gudang telah didirikan. Paduan antara kekuatan, kejelian arsitek, dan keampuhan bahan pengawet menghasilkan konstruksi yang kuat, tahan gempa, indah, dan awet hingga puluhan tahun (www.sahabatbambu.com). Manfaat bambu secara ekonomis dan ekologis, antara lain, bila dibandingkan dengan komoditas kayu, tanaman bambu mampu memberikan peningkatan pendapatan masyarakat di sekitar hutan dalam waktu relatif cepat, yaitu 4-5 tahun. Manfaat ekonomis lainnya adalah pemasaran produk bambu baik berupa bahan baku sebagai pengganti kayu maupun produk jadi antara lain berupa sumpit (chop stick), barang kerajinan (furniture), bahan lantai (flooring), bahan langit-langit (ceiling) masih sangat terbuka untuk memenuhi kebutuhan domestik maupun ekspor. Dari sisi ekologis, tanaman bambu memiliki kemampuan menjaga keseimbangan lingkungan karena sistem perakarannya dapat mencegah erosi dan mengatur tata air serta dapat tumbuh pada lahan marginal. www.detikinet.com

Item Type:Article
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:32377
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:10 Jan 2012 13:45
Last Modified:10 Jan 2012 13:45

Repository Staff Only: item control page