Dampak Sertifikasi Terhadap Pengelolaan Hutan Rakyat (Studi kasus: Gabungan Organisasi Pelestari Hutan Rakyat Wono Lestari Makmur, Sukoharjo Jawa Tengah)

IVAN ANDITA, FREDIANTORO (2011) Dampak Sertifikasi Terhadap Pengelolaan Hutan Rakyat (Studi kasus: Gabungan Organisasi Pelestari Hutan Rakyat Wono Lestari Makmur, Sukoharjo Jawa Tengah). Masters thesis, Program Magister Ilmu Lingkungan.

[img]
Preview
PDF - Published Version
3163Kb

Abstract

xv Abstrak Laju kerusakan hutan di Indonesia mencapai 1,17 juta Ha pada rentang tahun 2005-2010. Perhatian pemerintah tidak hanya pada hutan negara, namun juga terhadap hutan yang dimiliki oleh rakyat, dimana potensi hutan rakyat sebanyak 262.929.193 batang atau setara dengan 65.732.298 m3. Untuk meningkatkan daya saing kayu rakyat maka dilakukan sertifikasi hutan rakyat. Gabungan Organisasi Pelestari Hutan Rakyat Wono Lestari Makmur merupakan pengelola hutan rakyat yang telah bersertifikasi. Tujuan penelitian adalah mengkaji pengelolaan hutan rakyat dari karateristik sosial ekonomi, pengelolaan hutan, dan kelembagaan serta dampak pemberian sertifikasi ditinjau dari aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan serta memberikan usulan pengelolaan hutan rakyat sertifikasi di masa mendatang. Tipe penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Analisis menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan komparatif dan kuantitatif. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk mengetahui fenomena pengelolaan hutan rakyat dan dampaknya. Pendekatan komparatif digunakan untuk membandingkan data yang diperoleh. Pendekatan kuantitatif berupa deskriptif statistik, berdasarkan hasil kajian kelembagaan, ekonomi, sosial dan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran umur anggota GOPHR Wono Lestari Makmur paling banyak pada pada rentang 41-50 tahun, pendidikan masih rendah (74,83 prosen berpendidikan SD) dan pendapatan masih rendah (37,75 prosen dibawah Rp.500.000). Sertifikasi membawa perubahan dalam pengelolaan hutan rakyat seperti pemilihan jenis pohon, permudaan, pengaturan jarak tanam, dan pemeliharaan tanaman. Kelembagaan berjalan dengan cukup baik terbukti dengan berlangsungnya regenerasi pengurus GOPHR Wono Lestari Makmur. Dampak berupa peningkatan nilai kayu masih belum dirasakan oleh masyarakat. Dampak psikologis berupa kebanggaan bahwa usaha pengelolaan hutan rakyat secara lestari yang mereka lakukan selama ini ternyata mendapatkan pengakuan dari pihak luar. Perubahan lingkungan yang sangat terasa adalah sumber mata air yang semakin melimpah. Usulan pengelolaan hutan rakyat di masa mendatang dengan mengadakan pelatihan untuk peningkatan manajemen dan organisasi, sosialisasi mekanisme jual beli kayu, penerapan silvikultur yang tepat dalam pengelolaan hutan rakyat, menjalin kerjasama dengan pihak lain dalam pemasaran produk, peningkatan komitmen antar pihak yang terkait dan peningkatan dalam administrasi dan dokumentasi. Kata kunci: Sertifikasi Hutan Rakyat, Pengelolaan Hutan, Dampak Sertifikasi

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:S Agriculture > SD Forestry
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Environmental Science
ID Code:31680
Deposited By:ms Hastomo Agus
Deposited On:24 Nov 2011 09:55
Last Modified:16 Feb 2012 15:17

Repository Staff Only: item control page