KAJIAN PENERAPAN EKOEFISIENSI PADA INDUSTRI KECIL KERAJINAN KULIT KERANG “Sabila Handicraft “ KOTA MAGELANG

HETY KUSUMAWATI, - (2011) KAJIAN PENERAPAN EKOEFISIENSI PADA INDUSTRI KECIL KERAJINAN KULIT KERANG “Sabila Handicraft “ KOTA MAGELANG. Masters thesis, Program Magister Ilmu Lingkungan.

[img]
Preview
PDF - Published Version
86Kb

Abstract

ABSTRAK Industri Sabila Handicraft merupakan industri kecil yang memproduksi kerajinan berbahan baku utama kulit kerang simping (Amusium pleuronectes). Bahan penolong yang digunakan berupa bahan kimia HCl (asam klorida), H O (hidrogen peroksida), aseton, resin, dan thinner. Proses produksi untuk 2 2 menghasilkan produk kerajinan, menimbulkan pula keluaran bukan produk (Non Product Output). Pengelolaan lingkungan terhadap keluaran bukan produk yang dilakukan di akhir tahapan proses (end of pipe treatment) memerlukan biaya investasi dan biaya operasional yang tinggi. Upaya pengelolaan lingkungan yang dapat dilakukan oleh industri kecil tanpa membebankan biaya produksi adalah dengan penerapan ekoefisiensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan lingkungan, mengidentifikasi kinerja lingkungan, mengidentifikasi penerapan ekoefisiensi serta menganalisis kinerja ekonomi dan kinerja lingkungan di Sabila Handicraft. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, pengukuran, dan daftar periksa. Analisis kajian secara kuantitatif menggunakan strategi 1E4R (elimination, reduce, reuse, recycle, recovery). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan belum dilakukan maksimal oleh Sabila Handicraft. Kinerja lingkungan yaitu indikator input menggunakan bahan berbahaya dan beracun (B3) berupa resin 210 kg/bulan, aceton 15 liter/bulan, H O 100 liter/bulan, dan HCl 120 liter/bulan. 2 2 Indikator output menunjukkan timbulan limbah padat mencapai 30 kg/hari, 3 limbah cair mencapai 5 m /3 hari dengan hasil analisis melebihi baku mutu limbah cair untuk parameter TDS, TSS, nitrit dan COD. Peluang penerapan ekoefisiensi di Sabila Handicraft yaitu melakukan pemilihan bahan baku kulit kerang sebelum dicuci, menentukan prosedur kerja penggunaan resin pada proses finishing, menggunakan kembali air bekas bilasan untuk proses pencucian kulit kerang berikutnya, menggunakan kembali air bekas rendaman H O untuk proses perendaman berikutnya, mengolah 2 2 kembali limbah sisitan menjadi produk kerajinan lain pada proses pencetakan, dan memisahkan ukuran kerang yang tidak sesuai untuk digunakan kembali pada produk dengan ukuran yang lebih sesuai pada proses pembakaran. Penerapan ekoefisiensi di Sabila Handicraft memberikan manfaat ekonomi dan manfaat lingkungan. Manfaat ekonomi berupa potensi penghematan biaya bahan baku, bahan penunjang dan sebesar Rp. 17.990.000,-/tahun. Manfaat 3 lingkungan berupa potensi pengurangan timbulan limbah cair 58,24 m /tahun (16%) dan limbah padat 11.450 kg/tahun (63%). Potensi penghematan biaya per unit produk Valerie Gold adalah Rp. 194,-/unit (potensi keuntungan naik 2,9%) dan untuk produk Avelin adalah Rp. 143,-/unit (potensi keuntungan naik 2,2%). Kata kunci: ekoefisiensi; keluaran bukan produk; kerajinan kulit kerang xiii

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TT Handicrafts Arts and crafts
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Environmental Science
ID Code:31625
Deposited By:ms Hastomo Agus
Deposited On:23 Nov 2011 15:21
Last Modified:23 Nov 2011 15:21

Repository Staff Only: item control page