KAJIAN PENGELOLAAN LAHAN BERDASARKAN ANALISIS TINGKAT BAHAYA EROSI SUB DAS KEDUANG, DAS BENGAWAN SOLO

KUSMIYARSO, - (2011) KAJIAN PENGELOLAAN LAHAN BERDASARKAN ANALISIS TINGKAT BAHAYA EROSI SUB DAS KEDUANG, DAS BENGAWAN SOLO. Masters thesis, Program Magister Ilmu Lingkungan.

[img]
Preview
PDF - Published Version
118Kb

Abstract

Abstrak Kondisi Sub DAS Keduang, DAS Bengawan Solo, saat ini dalam kondisi kritis yang ditunjukkan dengan adanya banjir, longsor, sedimentasi, dan tingkat erosi tinggi. Untuk pengelolaan Sub DAS Keduang, diperlukan studi untuk mengidentifikasi dan mengkaji laju dan sebaran erosi, serta merumuskan urutan prioritas pengelolaan lahan berdasarkan TBE dan rekomendasi pengelolaan lahan guna kepentingan penanganan lahan. Langkah awal dalam penelitian ini adalah membuat satuan pemetaan. Satuan pemetaan yang dibuat merupakan unit terkecil yang digunakan untuk melakukan perhitungan tingkat bahaya erosi dan menentukan pola pengelolaan lahan yang sesuai dengan tujuan penelitian. Prediksi erosi aktual dihitung menggunakan rumus USLE. Tingkat Bahaya Erosi ditentukan berdasarkan Keputusan Ditjen Reboisasi & Rehabilitasi Lahan Departemen Kehutanan No. 041/Kpts/V1998. Penentuan besar erosi yang masih dapat ditoleransi (T) dihitung dengan menggunakan metoda Thompson (1957) dalam Arsyad (1989) yang didasarkan pada sifat-sifat tanah yang ada di Sub DAS Keduang. Hasil penelitian menunjukkan besarnya laju erosi dengan tingkat erosi normal (<15 ton/ha/thn) sebesar 35,10%, dan laju erosi berat sampai dengan sangat berat sebesar 12,28%. Berdasarkan Tingkat Bahaya Erosi (TBE), TBE dengan kategori sedang sampai dengan sangat berat seluas 23.708,79 Ha (56,33%). Semakin berat TBE dan semakin rentan suatu lahan terhadap degradasi semakin tinggi prioritas penanganannya. Rekomendasi pengelolaan lahan mampu menurunkan laju erosi secara signifikan dari 433.134,78 ton/ha/th menjadi 169.950,43 ton/ha/th atau berkurang sebesar 263.184,35 ton/ha/th. Dari penelitian ini dapat disimpulkan: (1) Besarnya laju erosi rata-rata Sub DAS Keduang tahun 2010 adalah 117,03 ton/ha/th. Laju erosi berat hingga sangat berat adalah 12,28 % dari luas Sub DAS Keduang atau seluas 5.170,36 ha. Tingkat Bahaya Erosi berat dan sangat berat sebagian besar terjadi di hulu Sub DAS Keduang yang seharusnya menjadi kawasan lindung. Erosi tersebut disebabkan oleh penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan kondisi biogeofisik lahan dan praktek pengelolaan lahan yang kurang memperhatikan aspek konservasi tanah dan air. (2) Upaya pengelolaan lahan yang sesuai dan memadai dapat mengurangi laju erosi. Rekomendasi pengelolaan lahan dilakukan secara vegetatif dan sipil teknis. Rekomendasi vegetatif yang diberikan lebih diarahkan pada penanaman tanaman terutama di hulu Sub DAS Keduang untuk meningkatkan tutupan tanah dengan berbagai sistem. Untuk rekomendasi sipil teknis yang dipilih adalah pembuatan teras gulud, penanaman searah kontur dan rumput penguat teras. Kata kunci: Daerah Aliran Sungai (DAS), Pengelolaan Lahan, Tingkat Bahaya Erosi. xviii

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Environmental Science
ID Code:31584
Deposited By:ms Hastomo Agus
Deposited On:23 Nov 2011 11:00
Last Modified:23 Nov 2011 11:00

Repository Staff Only: item control page