MODEL EROSION HAZARD UNTUK PENGELOLAAN SUB DAERAH ALIRAN CISOKAN PROVINSI JAWA BARAT

GITRI PRAWIJIWURI, - (2011) MODEL EROSION HAZARD UNTUK PENGELOLAAN SUB DAERAH ALIRAN CISOKAN PROVINSI JAWA BARAT. Masters thesis, Program Magister Ilmu Lingkungan.

[img]PDF - Published Version
9Mb

Abstract

ABSTRAK Sub daerah aliran sungai (DAS) Cisokan merupakan salah satu Sub DAS Citarum yang berada di bagian hulu. Dalam pengelolaan dan perlindungan DAS, bagian hulu sungai merupakan bagian yang berfungsi sebagai daerah konservasi, tangkapan hujan dan mempertahankan lingkungan DAS agar tidak terdegradasi. Sasaran pengelolaan DAS meliputi erosi tanah terkendali, hasil air optimal, dan produktivitas dan daya dukung lahan terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat erosi tanah di Sub DAS Cisokan dan arahan pengelolaannya berdasarkan kriteria alternatif penutupan lahan. Erosi dihitung menggunakan konsep pemodelan calsite dimana erosi merupakan hasil perkalian besarnya erosi berdasarkan USLE, delivery index, caliberated delivery ratio dan konstanta. Kajian arahan pengelolaan DAS dilakukan berdasarkan alternatif pengelolaan lahan yang dikaitkan dengan tingkat erosi. Dari data tahun 2000 – 2009 dan pengamatan lapangan pada Juni 2010, menunjukkan bahwa tingkat erosi tahun 2000 didominasi tingkat normal yaitu sebesar 88,97% (<15 ton/ha/tahun) sedangkan tingkat erosi berat sebesar 0,98% dan sangat berat 0,07%. Nilai tersebut meningkat di tahun 2009 menjadi 1,05% dan 0,1%, hal tersebut disebabkan karena berkurangnya luasan hutan menjadi pertanian lahan kering campur bahkan pemukiman dan lahan terbuka. Terdapat sepuluh alternatif penutupan lahan yaitu kawasan konservasi dan lindung (17,7%), hutan produksi tetap yang berfungsi lindung (4,9%), hutan produksi terbatas yang berfungsi lindung (0,1%), hutan produksi tetap (9%), hutan produksi terbatas (1,5%), tanaman tahunan sistem agroforestri intercropping tanaman semusim lahan kering (2,9%), tanaman tahunan ditanam menurut kontur (2,9%), tanaman semusim lahan kering intercropping tanaman tahunan (6,6%), tanaman semusim lahan kering (3,1%), dan pertanian semusim lahan basah (51,5%). Untuk mengurangi tingkat erosi, arahan pengelolaan dapat berupa reboisasi, rehabilitasi hutan melalui hutan kemitraan dan hutan rakyat. Penerapan pola kebun campuran, agroforestri, dan silvikultur, serta pengelolaan lahan dengan cara vegetasi maupun mekanik diharapkan mampu memperkecil tingkat erosi sebagai upaya pencegahan degradasi lahan. Kata Kunci : erosi, model calsite, kawasan hutan, penutupan lahan

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Environmental Science
ID Code:31493
Deposited By:ms Hastomo Agus
Deposited On:23 Nov 2011 09:19
Last Modified:23 Nov 2011 09:19

Repository Staff Only: item control page