KESESUAIAN FUNGSI PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP TINGKAT BAHAYA EROSI PADA KAWASAN LINDUNG DI SUB-DAS BATANG MERANGIN TEMBESI DAS BATANGHARI, PROVINSI JAMBI

MAHARSI, PUSPITO KHRISTY (2011) KESESUAIAN FUNGSI PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP TINGKAT BAHAYA EROSI PADA KAWASAN LINDUNG DI SUB-DAS BATANG MERANGIN TEMBESI DAS BATANGHARI, PROVINSI JAMBI. Masters thesis, Program Magister Ilmu Lingkungan.

[img]
Preview
PDF - Published Version
33Kb

Abstract

ABSTRAK Sumber daya alam pada suatu Daerah Aliran Sungai (DAS) mempunyai peranan yang sangat penting dalam kelangsungan pembangunan dan kehidupan masyarakat. Ekosistem DAS terbagi menjadi daerah hulu, tengah dan hilir. Daerah hulu berfungsi sebagai perlindungan tata air seluruh DAS. Salah satu aspek dalam pengelolaan DAS adalah arahan penggunaan lahan sesuai dengan karakteristik geobiofisik lahan menuju terpeliharanya kelestarian dan kualitas lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kesesuaian penggunaan lahan dan degradasi tutupan hutan, tingkat bahaya erosi, dan keterkaitan antara kesesuaian penggunaan lahan dengan tingkat bahaya erosi pada kawasan lindung di Sub-DAS Batang Merangin Tembesi, DAS Batanghari. Faktor yang digunakan dalam mengkaji kesesuaian penggunaan lahan adalah faktor kelas kemiringan lereng, jenis tanah menurut kepekaannya terhadap erosi dan intensitas curah hujan harian rata-rata. Tingkat bahaya erosi menggunakan metoda Universal Soil Loss Equation (USLE). Pengolahan dan analisis data menggunakan Sistem Informasi Geografis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sub-DAS Batang Merangin Tembesi mempunyai peran vital terhadap DAS Batanghari karena terletak di bagian hulu sebagai daerah tangkapan air dengan luasan 1.325.093,82 ha (24,52% dari luas DAS) dengan luas tubuh air 16.102,08 ha (1,22%). Kesesuaian perencanaan pola ruang pada kawasan lindung adalah sesuai seluas 256.926,40 ha (50,22%) dan tidak sesuai seluas 254.662,47 ha (49,78%); dan kesesuaian penggunaan lahan eksisting adalah sesuai seluas 85.536,41 ha (16,72%) dan tidak sesuai seluas 426.052,47 ha (83,28%). Degradasi tutupan hutan pada kawasan lindung sebesar 4.298,31 ha/th dengan penurunan luasan adalah tahun 1990 seluas 77,95%, tahun 1996 seluas 71,56%, tahun 2006 seluas 65,03%, tahun 2007 seluas 62,65%, dan tahun 2009 seluas 61,98%. Tingkat bahaya erosi pada kawasan lindung adalah sangat ringan seluas 41.891,13 ha (8,19%), ringan seluas 17.822,57 ha (3,48%), sedang seluas 93.184,95 ha (18,21%), berat seluas 60.626,15 ha (11,85%), dan sangat berat seluas 298.064,08 ha (58,26%). Pada kawasan lindung, penggunaan lahan yang tidak sesuai arahan fisiknya mempunyai tingkat bahaya erosi sangat ringan seluas 28.159,11 ha (6,61%), ringan seluas 17.615,29 ha (4,13%), sedang seluas 59.298,03 ha (13,92%), berat seluas 54.294,43 ha (12,74%), dan sangat berat seluas 266.685,60 ha (62,59%). Sedangkan pada kawasan yang sesuai dengan arahan fisiknya mempunyai tingkat bahaya erosi sangat ringan 13.732,02 ha (16,05%), ringan seluas 207,28 ha (0,24%), sedang seluas 33.886,91 ha (39,62%), berat seluas 6.331,72 ha (7,40%), dan sangat berat seluas 31.378,48 ha (36,68%). Kondisi tersebut menunjukkan alih fungsi lahan di daerah hulu yang tidak mengikuti kemampuan fisiknya menyebabkan degradasi fungsi DAS yang berpotensi terhadap kerentanan bencana banjir pada bagian tengah dan hilir dikarenakan pendangkalan sungai akibat sedimentasi karena pengangkutan material melalui erosivitas lahan. Kata kunci: daerah aliran sungai, kesesuaian fungsi, tingkat bahaya erosi

Item Type:Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords:erosi lahan- jambi
Subjects:S Agriculture > SD Forestry
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Environmental Science
ID Code:31318
Deposited By:ms Hastomo Agus
Deposited On:18 Nov 2011 11:32
Last Modified:18 Nov 2011 11:32

Repository Staff Only: item control page