Optimasi suhu pengabuan dan penentuan pengaruh senyawa pelindung Na2CO3 pada destruksi kering analisis Zn dalam kedelai

Hayusanti , Rizky Amelia (2005) Optimasi suhu pengabuan dan penentuan pengaruh senyawa pelindung Na2CO3 pada destruksi kering analisis Zn dalam kedelai. Undergraduate thesis, FMIPA UNDIP.

[img]PDF
Restricted to Repository staff only

1349Kb
[img]
Preview
PDF
38Kb
[img]
Preview
PDF
366Kb
[img]
Preview
PDF
436Kb
[img]
Preview
PDF
394Kb
[img]
Preview
PDF
538Kb
[img]
Preview
PDF
385Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

507Kb
[img]
Preview
PDF
325Kb
[img]
Preview
PDF
350Kb
[img]
Preview
PDF
392Kb

Abstract

Zn berperan penting dalam sistem metabolisme tubuh. Mikromineral Zn dalam sampel organik berada dalam matriks yang umumnya berikatan dengan komponen lain. Pemutusan ikatan antara Zn dengan komponen lain dalam matriks dengan metode destruksi, yang dikenal dengan metode destruksi kering dan basah. Efektifitas analisis Zn melalui metode destruksi kering lebih besar daripada metode destruksi basah, namun dapat terjadi penguapan Zn akibat penggunaan suhu pengabuan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan pelindung Na2CO3 serta mendapatkan suhu optimasi pengabuan destruksi kering melalui penambahan maupun tanpa penambahan Na2CO3 pada penentuan Zn dalam kedelai. Optimasi suhu pengabuan destruksi kering dilakukan dengan mengabukan sampel dalam furnace pada berbagai variasi suhu pengabuan, yaitu suhu 200°C, 300°C, 400°C, 425°C, 450°C, 475°C, 500°C, 600°C dan 700°C dengan penambahan senyawa pelindung Na2CO3 dan tanpa penambahan. Residu abu yang diperoleh dilarutkan dalam 10 mL HNO3 pekat. Proses pelarutan abu dipercepat dengan pemanasan sampel sampai diperoleh larutan jernih. Analisis kandungan Zn dilakukan secara spektrornetri serapan atom nyala (FAAS). Suhu optimasi pengabuan destruksi kering yang diperoleh pada penelitian adalah 475°C untuk pengabuan dengan penambahan senyawa pelindung Na2CO3 dengan kadar Zn sebesar 2,062 mg/100g dan 450°C untuk pengabuan tanpa penambahan senyawa pelindung, dengan kadar Zn sebesar 1,440 mg/100g. Kadar Zn melalui penambahan senyawa pelindung umumnya lebih besar daripada kadar Zn tanpa penambahan senyawa pelindung. Zn has an important role in body metabolism system. This micromineral exists in matrix of organic samples bonded with other compound. The breaking of Zn and other compound in matrix is usually done by digestion methods. This methods known as dry and wet ashing. The effectivness of dry ashing are higher than wet ashing, but Zn would be lost because of high ashing temperature. This research was aimed to learn the effect of masking agent Na2CO3 and to optimize ashing temperature with and without adding of Na2CO3 in the determination of Zn. The optimization of ashing temperature has been done by ashing the samples in furnace under temperature variation of 200°C, 300°C, 400°C, 425°C, 450°C, 475°C, 500°C, 600°C and 700°C for 4 hours and then dissolving the inorganic residues in 10 mL HNO3 p.a, until clear solutions are obtained. The optimization of ashing temperature is 475°C for the ashing with masking agent Na2CO3 added, and the Zn level of 2.062 mg/100g. Meanwhile the optimization of ashing temperature for the ashing without masking agent added is 450°C with the Zn level of 1.440 mg/100g. Generally, the Zn level for the ashing with masking agent added, are higher than the Zn level without masking agent added while ashing.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:Q Science > QD Chemistry
Divisions:Faculty of Science and Mathematics > Department of Chemistry
ID Code:30869
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:08 Nov 2011 10:26
Last Modified:08 Nov 2011 10:26

Repository Staff Only: item control page

div>