Isolasi dan identifikasi Genistein dari Tempe Benguk.

Julianto. , Tatang Shabur (2000) Isolasi dan identifikasi Genistein dari Tempe Benguk. Undergraduate thesis, FMIPA UNDIP.

[img]PDF
Restricted to Repository staff only

1681Kb
[img]
Preview
PDF
16Kb
[img]
Preview
PDF
393Kb
[img]
Preview
PDF
483Kb
[img]
Preview
PDF
408Kb
[img]
Preview
PDF
647Kb
[img]
Preview
PDF
453Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

588Kb
[img]
Preview
PDF
345Kb
[img]
Preview
PDF
353Kb
[img]
Preview
PDF
376Kb

Abstract

Selain sebagai makanan bergizi tinggi, tempe kedelai ternyata mempunyai kandungan senyawa aktif isoflavon yang berpotensi untuk pengobatan dan kesehatan. Salah satu senyawa isoflavon tersebut adalah genistein. Kacang koro benguk (Mucuna pruriens DC) mempunyai persamaan taksonomi dengan kacang kedelai yaitu termasuk dalam famili Leguntinoceae Dengan menggunakan proses dan jenis mikroorganisme yang sama. dengan pembuatan tempe kedelai maka dapat diduga tempe benguk mempunyai kandungan senyawa isoflavon genistein seperti halnya tempe kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh dan mengetahui kemungkinan adanya senyawa genistein dalam tempe benguk. Isolasi dilakukan dengan menggunakan metode ekstraksi, Kromatografi Lapis Tipis, Kromatografi Kolom, dan kristalisasi. Sedangkan identifikasi struktur senyawa menggunakan uji warna, dan Spektrofotometer 1.11traviolet-Tampak menggunakan pereaksi geser serta membandingkan pola spektrum senyawa dengan genistein murni. Telah diperoleh senyawa A fraksi 1 basil Kromatografi Kolom dengan Rf = 0,62 dengan menggunakan eluen metanoLetil asetat dengan perbandingan 9.1. Uji gula terhadap senyawa A memberikan hasil yang negatif sehingga dapat diasumsikan bahwa senyawa A merupakan suatu aglikon. Hasil uji warna dengan menggunakan pereaksi yang spesifik untuk isoflavon yaitu FeC13, A1C13, dan uap ammonia menunjukkan bahwa senyawa A adalah senyawa isoflavon. Dalam analisis Spektrofotometri Ultraviolet-Tampak menggunakan pereaksi geser yaitu NaOH, AIC13, dan NaOAc, penambahan NaOH menyebabkan terjadinya pergeseran batokromik sebesar 9,8 nm terhadap spektrum metanol yang menunjukkan adanya gugus 5-OH dan 4'-OH, penambahan A1C13 menyebabkan terjadinya pergeseran batokromik sebesar 34,3 nm yang menunjukkan adanya gugus 5-OH dan keton, sedangkan penambahan NaOAc menyebabkan terjadinya pergeseran batokromik sebesar 6,5 nrn yang menunjukkan adanya gugus 7-OH. Hasil pengukuran spektrum genistein memberikan serapan pada .panjang gelombang 288,3 nm dan 323,1 nm dan senyawa A memberikan serapan yang hampir sama yaitu pada panjang gelombang 288,9 nm dan 324,1 nm. Data-data tersebut mengidentifikasikan bahwa senyawa A tersebut adalah aglikon isoflavon genistein. Kata kunci: ltifucuna pruriens DC, tempe benguk, isoflavon, genistein Beside as a high nutrien food, actually soybean tempe has contain of active compounds of isoflavones which is potential in medicine and health. One of them is genistein. Koro benguk (Mucuna pruriens DC) has a similar taxonomy with soybean as Legunainoceae . By using the same process and microorganism as soybean tempe made, it can be predicted that tempe benguk also contain of isoflavone a compound of genistein as soybean tempe had. This research has a porpose to get and to know the possibility of existing of genistein in tempe benguk. Isolation has been done by extraction method, Thin Layer Chromatography, Column Chromatography, and crystalization. Identifi¬cation of structure of the compound was analyzed by sugar test, colour test, and Ultraviolet-Visible Spectrophotometer using shift reagents and compare with pure genistein. It has resulted compound A of fraction 1 of Column-Chromatography at Rf = 0.62 using eluent of methanol:ethyl acetate by ratio 9:1 Sugar test result showed a negative data indicated that compound A is an aglycone. The colour test using FeCl3, AlC13, and NH3 vapor which are spesified to isoflavone test gave a result that compound A is an isoflavone. In analysis by Ultraviolet-Visible Spectrophotometer using shit reagents of NaOH, A1C13, NaOAc, addition of NaOH caused batochromic shift to methanol spectrum about 9.8 nm showed existing of 5-OH and 4'-OH groups, addition of AIC13 gave batochromic shift about 34.3 nin showed existing of 5-OH group and a cetone, and addition of NaOAc gave batochromic shift about 6.5 nm showed existing of 7-OH group. Genistein absorbed at 288.3 nm and 323.1 nm and compound A absorbed at 288.9 nm and 324.1 nm. Datas above have identified that compound A is an isoflavone aglycone of geni stein. Keyword: Mucuna pruriens DC, tempe benguk, isoflavone, genistein

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:Q Science > QD Chemistry
Divisions:Faculty of Science and Mathematics > Department of Chemistry
ID Code:30798
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:07 Nov 2011 11:07
Last Modified:07 Nov 2011 11:07

Repository Staff Only: item control page