ANALISIS KEGAGALAN PROSES DRILLING PRODUK IKoNO (Studi Kasus Di CV. PIRANTI WORKS)

Sagitta A, Novfrianto (2011) ANALISIS KEGAGALAN PROSES DRILLING PRODUK IKoNO (Studi Kasus Di CV. PIRANTI WORKS). Undergraduate thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF
83Kb

Abstract

CV.PIRANTI WORKS merupakan sebuah workshop yang didirikan oleh Singgih S. Kartono dengan mengambil tempat di desa Kandangan Kabupaten Temanggung. CV.PIRANTI WORKS memproduksi barang-barang kerajinan yang terbuat dari kayu pinus, mahoni, mdf, sonokeling, jati. Produk yang dihasilkan oleh CV.PIRANTI WORKS antara lain radio, jam, kaca pembesar, alat-alat kantor, dan mainan anak. Produksinya telah diekspor ke berbagai Negara seperti Brazil, Australia, Amerika, Hongkong, Cina, Jerman, Korea. Sebagai perusahaan yang mengekspor produknya,ketepatan dalam pemenuhan demand merupakan sesuatu yang penting. Kendala yang dihadapi di CV. PIRANTI WORKS adalah banyaknya prduk yang perlu dirework terlebih untuk IKoNO. IKoNO merupakan ikon di Magno. Hal ini terlihat melalui hasil penjualan tahun 2010 yang menunjukkan bahwa IKoNO memiliki total penjualan sebesar 37.23 %. IKOnO memiliiki banyak proses sehingga resiko terjadinya rework sangat besar. Rework terbesar disebabkan karena hasil drilling yang jelek dengan kontribusi sekitar 15.9 %. Langkah pertama dalam penelitian adalah pembuatan Fault Tree Analysis untuk mengetaui basic event penyebab hasil drilling yang jelek. Kemudian digunakan algoritma MOCUS untuk menentukan cut set dari basic event tersebut. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa penyebab hasil drilling yang jelek antara lain karena pisau ketam yang kurang tajam, pengetahuan akan sifat kayu, kontrol alat dan bahan, ketelitian membaca alat ukur, amplas perataan yang tidak standar, teknik bor yang salah, kesalahan penempatan mal, mata bor yang tidak tajam, dan kecepatan gerak tangan. Hasil cut set ini kemudian akan diolah dengan metode HFACS ( Human Factor Analysis and Classification System). Permasalahan yang terjadi terdapat pada tiap level yakni unsafe acts, preconditions for unsafe acts, unsafe supervision dan organizational influence. Pada unsafe acts kategori tertingi adalah pada skill based error dengan jumlah 4. Preconditions for unsafe acts terbesar ada di kategori adverse mental states dan physical / mental limitations dengan jumlah 4. Di kategori unsafe supervision permasalahan terdapat pada kategori failure to correct problem dengan jumlah 4. Dan pada organizational influence kategori yang paling berpengaruh adalah organizational process dengan jumlah 3.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords:Kata kunci :, Root Cause Analysis, Fault Tree Analysis, minimum cut set, HFACS
Subjects:T Technology > T Technology (General)
T Technology > TS Manufactures
ID Code:30048
Deposited By:Admin teknik industri
Deposited On:19 Oct 2011 10:33
Last Modified:19 Oct 2011 10:33

Repository Staff Only: item control page