PENATAAN SENTRA KERAJINAN UKIR DI DUKUH BUGEL DESA MULYOHARJO KABUPATEN JEPARA

Prasetyo Samadikun, Budi (2000) PENATAAN SENTRA KERAJINAN UKIR DI DUKUH BUGEL DESA MULYOHARJO KABUPATEN JEPARA. Undergraduate thesis, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.

[img]
Preview
PDF - Published Version
59Kb

Abstract

A. Latar Belakang Pertumbuhan industri kecil dan kerajinan di Propinsi Jawa Tengah setiap tahun selalu mengalami perkembangan. Hal tersebut terbukti pada jenis maupun desain produk –produk baru yang tercipta dari ide dan kreativitas para pengrajin yang telah mampu dan mau memanfaatkan keanekaragaman kekayaan alam yang tersedia di Propinsi Jawa Tengah. Kepekaan dan kemauan yang tinggi dari para pengrajin memanfaatkan kekayaan alam di sekitarnya telah membuka peluang usaha yang menguntungkan bagi mereka dan masyarakat luas. Misalnya akan terbuka kesempatan untuk kebutuhan penyaluran, agen, transportasi sampai pemanfaatan sebagai sarana rekreasi dan kunjungan wisata. Pusat Data Depperindag RI menunjukkan bahwa unit usaha industri kecil Propinsi Jawa Tengah telah menyumbang 40,4% dari jumlah industri kecil nasional. Dari angka prosentase tersebut, berarti sangatlah membanggakan keberadaan industri kecil dan kerajinan di Propinsi Jawa Tengah, karena dengan luas wilayah 32.544,12 km2 dan terdiri dari 35 daerah tingkat II (29 kabupaten dan 6 kotamadya), ternyata memiliki potensi yang strategis dalam skala nasional. Jepara sebagai salah satu kabupaten di Jawa Tengah dengan luas wilayah berkisar 1.004,13 kilometer persegi (Bappeda Kabupaten Jepara), merupakan daerah yang memiliki potensi indutri cukup besar. Terdapat lebih dari 10 jenis usaha industri kecil, yang semuanya mempunyai peluang pasar di dalam dan di luar negeri. Jenis-jenis industri itu, diantaranya : industri karet, kapuk, monel, tenun, rotan, anyaman bambu, keramik, pengeringan ikan, konfeksi, mebel, ukir. Industri kerajinan, terutama kerajinan ukir di Kabupaten Jepara dari tahun ke tahun menunjukkan adanya peningkatan permintaan pasar. Peningkatan permintaan pasar tersebut secara otomatis memicu peningkatan jumlah unit usaha maupun jumlah tenaga kerjanya. Data Depperindag Kabupaten Jepara menunjukkan bahwa keberadaan industri kerajinan mebel ukir di Jepara pada akhir tahun 1997 tersebar di 10 kecamatan (85 desa sebanyak 2.507) perusahaan) menyerap tenaga kerja sebanyak 38.264 orang, dengan nilai investasi sebesar Rp. 4.356.820,00 dengan produksi seharga Rp. 522.720.000,00 dan nilai ekspor seharga 147.175.139,45 dolar. Diduga masih banyak lagi baik jumlah pengusaha maupun tenaga kerjanya, perajin, dan buruh kasar yang belum terdata. Seiring dengan semakin banyaknya penanaman modal asing, broker, petualang, maupun buyer di bidang mebel ukir, di Jepara juga banyak pendatang yang hendak mencari kerja, belajar mengukir, dan ingin mengetahui tentang seluk beluk berdagang mebel ukir. Desa Mulyoharjo khususnya Dukuh Bugel merupakan salah satu sentra kerajinan ukir di Kabupaten Jepara yang khas dengan ukiran patung dan reliefnya, berpotensi untuk dikembangkan di masa mendatang, karena letaknya yang relative strategis dan selalu berkembang jumlah unit usaha maupun tenaga kerjanya tiap tahun terutama untuk memenuhi kebutuhan ekspor. Keberhasilan industri kerajinan dalam menyerap tenaga kerja dan memenuhi kebutuhan ekspor tersebut ternyata tidak diikuti dengan penatan sentra industrinya, terlihat dari penataan lingkungannya yang kurang nyaman dan showroom yang kurang representative, sehingga lebih berkesan sebagai gudang penyelesaian akhir. Oleh karenanya dengan adanya potensi, didukung sarana-prasarana yang telah tersedia seperti : showroom, workshop, dan jaringan transportasi umum, maka di Dukuh Bugel Desa Mulyoharjo dibutuhkan adanya penataan sentra kerajinan yang menerapkan prinsip peremajaan kota pada perencanaan prasarana dan sarananya serta tata ruang kawasan tersebut. Penampilan arsitektur bangunan yang menampilkan konsep arsitektur neo vernacular diharapkan mampu mencerminkan citra kawasan sebagai kawasan promosi, pemasaran, dan wisata budaya. B. Maksud dan Tujuan Maksud pembahasan LP3A ini adalah menggali, mengungkapkan, serta mengidentifikasi permasalahan dan potensi yang terdapat di sentra kerajinan ukir Bugel Desa Mulyoharjo sehingga dapat dibuat solusi pemecahannya untuk kemudian dapat ditata sebagai kawasan yang kondusif bagi kegiatan perdagangan dan rekreasi yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang mendukungnya. Tujuan pembahasan adalah untuk mengungkapkan konsep perancangan dan program ruang yang khas bagi sebuah sentra kerajinan ukir sehingga lebih mempunyai nilai jual untuk promosi dan pemasaran produk hasil kerajinan tersebut. C. Lingkup Pembahasan Lingkup pembahasan menitikberatkan pada permasalahan yang berkaitan dengan penataan kawasan yatitu yang berhubungan dengan disiplin ilmu arsitektur. Hal-hal diluar ilmu arsitektur akan dibahas seperlunya sepanjang masih berkaitan dan mendukung permasalahan utama. D. Metode Pembahasan Metode pembahasan yang digunakan adalah : 1. Metoda deskriptif, untuk menguraikan dan menjelaskan data-data kualitatif 2. Metoda statistic, untuk menjelaskan data-data kuantitatif Pengumpulan data diperoleh dari sumber primer dan sumber sekunder, yang selanjutnya dikaitkan dengan teori untuk memperoleh penilaian sehingga menghasilkan suatu kesimpulan. Data primer yaitu data yang belum diolah dan diperoleh dengan cara : 1. Observasi objek, yaitu pengamatan / penelitian langsung ke objek survey. 2. Wawancara, yaitu dialog langsung dengan pelaku aktivitas, mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan topic. 3. Dokumentatif, yaitu merekam segala kondisi dan aktivitas yang berlangsung di objek pengamatan dengan media foto. Data sekunder yaitu data yang telah diolah dan didapatkan tidak secara langsung, berupa studi literature dan referensi lain dari berbagai tulisa, pedoman, acuan, aturan, serta kebijaksanaan-kebijaksanaan yang akan digunakan sebagai bahan acuan dalam proses perencanaan dan perancangan nantinya. Setelah data-data yang diperoleh dibahas sesuai dengan metoda di atas, maka didapatkan suatu pola pikir yang selanjutnya diusun sebagai sistematika pembahasan. (lihat gambar 1). Gambar 1. Skema Pola Pikir E. Sistematika Pembahasan Sistematika pembahasan dalam penyusunan Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur ini adalah sebagai berikut : Bab I. Pendahuluan Menguraikan latar belakang, maksud dan tujuan, lingkup pembahasan, metoda pembahasan dan sistematika pembahasan LP3A. Bab II. Tinjauan Pustaka dan Kajian Teori Tinjauan mengenai industri, kerajinan, dan wisata ; serta tinjauan tentang teori-teori kawasan dalam suatu kota, seperti : teori peremajaan kota, citra kota, townscape, dan verandah. Bab III. Tinjauan Sentra Kerajinan Ukir Dukuh Bugel Desa Mulyoharjo Uraian mengenai kondisi umum Kabupaten Jepara dan Sentra Kerajinan Ukir Dukuh Bugel Desa Mulyoharjo, meliputi factor histories, tinjauan fisik dan non fisik. Bab IV. Batasan dan Anggapan Berisi mengenai batasan dan anggapan yang berfungsi untuk membatasi pembahasan Bab V. Pendekatan Perencanaan dan Perancangan Uraian mengenai analisis dan pendekatan perencanaan dan perancangan,khususnya mengenai design requirement dan design determinant, studi luasan ruang, studi lokasi dan lingkungan Bab VI. Konsep dan Program Dasar Perancangan Berisi konsep dan program ruang yang pasti

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:2998
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:29 Dec 2009 15:00
Last Modified:29 Dec 2009 15:00

Repository Staff Only: item control page