ANALISA POTENSI DAN PENGEMBANGAN UNTUK PENGUATAN DAYA SAING KLASTER INDUSTRI BATIK (STUDI KASUS KLASTER INDUSTRI BATIK DI KABUPATEN SRAGEN)

Wijaya, Gian (2011) ANALISA POTENSI DAN PENGEMBANGAN UNTUK PENGUATAN DAYA SAING KLASTER INDUSTRI BATIK (STUDI KASUS KLASTER INDUSTRI BATIK DI KABUPATEN SRAGEN). Undergraduate thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF
136Kb

Abstract

Abstrak Batik Indonesia merupakan salah satu warisan budaya yang dinilai sarat dengan teknik, simbol, dan budaya.Keanekaragaman kekayaan filosofi corak batik Indonesia inilah yang kemudian diputuskan oleh UNESCO menjadi salah satu warisan kebudayaan dunia. Konsep klaster telah menjadi sebuah fenomena global dan secara formal sudah banyak di adopsi oleh banyak negara khususnya di dalam pembangunan ekonomi dan meningkatkan daya saing industri. Manfaat klaster industri adalah percepatan inovasi sebagai akibat interaksi yang intestif antara industri dengan institusi yang berada di dalamnya. Adanya persaingan dan kolaborasi dalam klaster, juga akan memunculkan peluang lahirnya industri / usaha baru. Industri batik di Sragen merupakan industri yang penting dan memerlukan perhatian karena belum dikembangkan secara maksimal. Untuk itu pemerintah Kabupaten Sragen hendaknya menentukan kebijakan yang dapat mendukung pertumbuhan sektor industri batik tulis Sragen, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan pengrajinnya. Penelitian ini menggunakan pengembangan model Porter’s Diamond untuk melihat faktor yang paling berpengaruh terhadap pengembangan klaster batik.Pengembangan ini melihat 5 (lima) aspek yang dijadikan sebagai variabel. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kuantitatif menggunakan metode Partial Least Square (PLS). Sedangkan analisis kualitatif menggunakan pengembangan model Porter. Abstract Indonesian Batik is one of the cultural heritage which is considered loaded with techniques, symbols, and culture . Diversity of wealth philosophy Indonesian batik pattern is then decided by UNESCO to be one of the world cultural heritage. The concept of clusters has become a global phenomenon and already many of the formal adoption by many countries, especially in the economic development and improve industrial competitiveness. Benefits of industrial cluster is the acceleration of innovation as a result of interaction between industry and institutions intestif in it. The existence of competition and collaboration in a cluster, will also bring opportunities for the birth of industrial / new business. Sragen batik industry was an industry that is important and requires attention because it has not developed to the fullest. To that end, Sragen government should be able to determine policies that can support growth Sragen batik industry sector, so as to improve the welfare of the community. In this study, using Development of Porter's Diamond model to see which factors most influence on the development of batik Lasem cluster. This model saw 5 (five) aspects that serve as a variable. The method used was qualitative and quantitative analysis. Quantitative analysis using Partial Least Square (PLS). While the qualitative analysis using development of Porter's model.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords:Keyword : Batik, Cluster, PLS, Cluster Development, Competitiveness. Kata Kunci : Batik, Klaster, PLS, Perkembangan Klaster, Daya Saing.
Subjects:T Technology > T Technology (General)
T Technology > TS Manufactures
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
ID Code:29496
Deposited By:Admin teknik industri
Deposited On:29 Sep 2011 08:16
Last Modified:29 Sep 2011 08:16

Repository Staff Only: item control page