FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN METHICILLIN-RESISTANT Staphylococcus aureus (MRSA) PADA KASUS INFEKSI LUKA PASCA OPERASI DI RUANG PERAWATAN BEDAH RUMAH SAKIT DOKTER KARIADI SEMARANG

Nurkusuma, Dudy Disyadi (2009) FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN METHICILLIN-RESISTANT Staphylococcus aureus (MRSA) PADA KASUS INFEKSI LUKA PASCA OPERASI DI RUANG PERAWATAN BEDAH RUMAH SAKIT DOKTER KARIADI SEMARANG. Masters thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF
850Kb

Official URL: http://eprints.undip.ac.id/28863

Abstract

Latar Belakang : Salah satu penyebab infeksi luka pasca operasi ( ILO ) ialah Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus ( MRSA ) yang angka kejadiannya meningkat. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dan perawatan luka pasca operasi yang tidak standar ditemukan di ruang perawatan bedah Rumah Sakit Dr. Kariadi, dan menurut penelitian sebelumnya dapat meningkatkan kejadian MRSA. Bakteri MRSA pernah ditemukan di bangsal tersebut, tapi belum ada penelitian tentang faktor yang mempengaruhi kejadian MRSA di bangsal bedah tersebut. Tujuan : Membuktikan pengaruh terapi antibiotik dan prosedur ganti balut terhadap kejadian MRSA pada luka pasca operasi. Metode : Desain penelitian observasional-analitik ini Kohort prospektif. Sampel sebanyak 116 pasien dengan paparannya ialah terapi antibiotik tidak rasional dan atau prosedur ganti balut tidak standar. Periode penelitian 1 Juli 2008-30 November 2009 di bangsal bedah RS Dr. Kariadi dan Laboratorium Mikrobiologi FK UNDIP. Pasien pasca operasi diamati prosedur ganti balut dan terapi antibiotiknya. Uji hipotesis dengan Chisquare test dan Regresi Logistik untuk mengetahui signifikansi faktor yang berpengaruh terhadap kejadian MRSA. Hasil : Penderita ILO dengan MRSA positif sebanyak 23 kasus. Faktor yang berpengaruh ialah terapi antibiotik dosis tinggi p=0,198; durasi lama p=0,301; tidak cuci tangan p=0,001; tidak pakai sarung tangan steril p=0,082; tidak pakai masker p=0,03; teknik ganti balut tak standar p=0,18. Kesimpulan : Prosedur ganti balut tidak standar berupa tak cuci tangan dan tak pakai masker meningkatkan angka kejadian MRSA pada ILO melalui proses transmisi . Kata kunci : Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA), infeksi luka pasca operasi (ILO), prosedur ganti balut, terapi antibiotik

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > RD Surgery
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Biomedical Science
ID Code:28863
Deposited By:Mr. Magister Biomedik Admin
Deposited On:02 Aug 2011 11:43
Last Modified:02 Aug 2011 11:43

Repository Staff Only: item control page