PERBEDAAN ANGKA KEJADIAN INFEKSI LUKA OPERASI HERNIORAFI TEKNIK LICHTENSTEIN MENGGUNAKAN MESH MONOFILAMEN MAKROPORI DENGAN HERNIORAFI TEKNIK SHOULDICE PADA OPERASI HERNIA INKARSERATA

Zumaro, Ahmad (2009) PERBEDAAN ANGKA KEJADIAN INFEKSI LUKA OPERASI HERNIORAFI TEKNIK LICHTENSTEIN MENGGUNAKAN MESH MONOFILAMEN MAKROPORI DENGAN HERNIORAFI TEKNIK SHOULDICE PADA OPERASI HERNIA INKARSERATA. Masters thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF
2697Kb

Official URL: http://eprints.undip.ac.id/28851

Abstract

Latar belakang: Teknik Lichtenstein merupakan gold standard untuk open herniorafi hernia inguinalis pasien dewasa. Namun pemasangan mesh untuk operasi bersih terkontaminasi seperti pada hernia inkarserata masih diragukan keamanannya. Tujuan: Membuktikan perbedaan angka kejadian infeksi luka operasi teknik Lichtenstein menggunakan mesh monofilamen makropori dengan teknik Shouldice pada pasien hernia inguinalis inkarserata tanpa reseksi usus. Metode: Penelitian ini telah mendapatkan persetujuan dari Komite Etik Penelitian Kesehatan FK UNDIP dan RSUP Dr.Kariadi Semarang. Merupakan uji klinis dengan Randomized Control Trial. Subjek adalah pasien hernia inguinalis inkarserata. Dengan systematic random sampling subjek dibagi dua kelompok, Lichtenstein dan Shouldice. Herniorafi dikerjakan di kamar bedah IRDA, dirawat 4 hari. Diperiksa tanda-tanda klinis infeksi pada hari pertama, sampai dengan hari ke-4 dilanjutkan pada hari ke-7, 10, 14, dan 28 pasca operasi. Bila ditemukan klinis infeksi derajat 2 atau lebih, dilakukan kultur bakteri. Hasil: Hari pertama sampai ke-4 pasca operasi terjadi infeksi luka operasi derajat1 pada semua kasus. Hari ke-14 dan 28 pasca operasi tidak ditemukan lagi tanda-tanda klinis infeksi luka operasi, semua kasus sembuh secara primer. Pada hari ke-7 terdapat 16 kasus infeksi derajat1 (9 Lichtenstein, 7 Shouldice), namun secara statistik tidak terdapat perbedaan bermakna antara kedua kelompok perlakuan tersebut (x2=0,345 p=0,557). Hari ke-10 pasca operasi terdapat 13 kasus infeksi derajat 1 (8 Lichtenstein, 5 Shouldice) secara statistik juga tidak terdapat perbedaan bermakna (x2= 0,892 p=0,345). Kesimpulan: Pada operasi hernia inkarserata tanpa reseksi usus, tidak terdapat perbedaan bermakna dalam hal angka kejadian infeksi luka operasi secara klinis (kriteria Hulton), antara kelompok herniorafi Lichtenstein (menggunakan mesh monofilamen makropori) dengan kelompok Shouldice. Secara substansi, tidak terdapat satupun kasus infeksi luka operasi pada kedua kelompok perlakuan. Keyword: Infeksi luka operasi, polypropylene mesh, hernia inkarserata.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > RD Surgery
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Biomedical Science
ID Code:28851
Deposited By:Mr. Magister Biomedik Admin
Deposited On:02 Aug 2011 09:47
Last Modified:02 Aug 2011 09:47

Repository Staff Only: item control page