RELOKASI KAWASAN PERMUKIMAN RAWAN BENCANA BERDASARKAN PERSEPSI MASYARAKAT ( Studi Kasus : Kawasan Permukiman di Kelurahan Malabero)

ARDANA, I MADE (2010) RELOKASI KAWASAN PERMUKIMAN RAWAN BENCANA BERDASARKAN PERSEPSI MASYARAKAT ( Studi Kasus : Kawasan Permukiman di Kelurahan Malabero). Masters thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]
Preview
PDF - Published Version
25Kb

Official URL: http://www.mpwk.undip.ac.id

Abstract

Kondisi alam dan kondisi ekonomi, sosial dan budaya di Kota Bengkulu yang secara geografis berada pada pesisir pantai pulau Sumatera menghadap barat daya Samudera Hindia. Kondisi Kota Bengkulu saat ini berpotensi menyebabkan timbulnya resiko terjadinya beragam bencana yang dipicu oleh kejadian alam dan ulah manusia oleh karenanya kebijakan relokasi harus dapat mengakomodir isu di masyarakat. Lokasi utama penelitian adalah kawasan permukiman yang berada di kelurahan Malabero Kota Bengkulu, adalah salah satu dari enam puluh tujuh kelurahan yang rawan terhadap bencana. Kawasan Permukiman ini dihuni oleh masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan yang berada pada sempadan pantai dan pesisir di sepanjang Pantai Panjang. Pembahasan difokuskan pada empat aspek yaitu aspek aksesibilitas, aspek keamanan, aspek kenyamanan dan aspek sarana dan prasarana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji persepsi masyarakat pesisir terhadap relokasi kawasan permukiman padat yang berada di kawasan sempadan Pantai Panjang dengan menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan rasionalistik. Metode kualitatif-rasionalistik ini didasarkan atas pendekatan holistik berupa suatu konsep umum (grand concepts) yang diteliti pada objek tertentu (spesific object), sebagai pendekatan studi. Metode ini lebih menitikberatkan pada esensi dari Fenomena yang diteliti dan proses analisis data dalam penelitian kualitatif di mulai dengan menelaah seluruh data yang terkumpul dari berbagai sumber, yaitu dari wawancara, pengamatan dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi masyarakat tentang rencana relokasi adalah bahwa aksesibilitas kawasan permukiman selain berfungsi sebagai pembuka perekonomian warga juga harus berfungsi sebagai penunjuk arah apabila terjadi bencana, masyarakat sangat memahami arti penting kawasan yang aman, kawasan permukiman harus dilindungi dengan vegetasi, hutan mangrove dan ada sistem peringatan dini sedangkan Kenyamanan yang dimaksud oleh Masyarakat adalah kenyamanan berasal dari faktor ekternal berupa kualitas lingkungan kawasan, seperti contoh prasarana drainase harus dapat mengalirkan air yang datang dari laut maupun air yang berasal dari air hujan. Kemudian pemahaman masyarakat terhadap sarana dan prasarana yang dikaitkan dengan kebencanaan, bahwa sarana dan prasarana yang ada di dalam kawasan permukiman harus berfungsi ganda dan disisain khusus seperti jaringan jalan juga berfungsi sebagai pengarah, yang dilengkapi dengan vegetasi disepanjang jalan,lampu atau warna warna tertentu. Rekomendasi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan relokasi kawasan rawan bencana perencanaan kawasan permukiman pesisir harus dibuat khusus dengan mempertimbangkan aspek local dengan kebijakan yang matang.

Item Type:Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords:Relokasi kawasan sesuai dengan persepsi masyarakat
Subjects:H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Urban and Regional Planning
ID Code:28507
Deposited By:INVALID USER
Deposited On:28 Jun 2011 15:30
Last Modified:28 Jun 2011 20:54

Repository Staff Only: item control page