Kearifan Lokal Dalam Melestarikan Mata Air (Studi Kasus di Desa Purwogondo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal)

Siswadi, (2011) Kearifan Lokal Dalam Melestarikan Mata Air (Studi Kasus di Desa Purwogondo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal). Masters thesis, Program Magister Ilmu Lingkungan Program Pasca Sarjana.

[img]
Preview
PDF
33Kb

Abstract

Abstrak Air merupakan benda alam yang paling esensial bagi kehidupan manusia dan makluk hidup lain. Namun ketersediaan air secara umum di Desa Purwogondo dan sekitarnya beberapa tahun terakhir cenderung menurun, sehingga sering menimbulkan konflik antar pengguna air. Di Desa Purwogondo terdapat satu mata air yang debitnya cukup besar dan ajeg, yaitu Tuk Serco. Ini terkait keberadaan kearifan lokal yang berfungsi mencegah kerusakan fungsi Tuk Serco. Di tengah-tengah semakin memudarnya kearifan-kearifan lokal, ternyata masih terdapat kearifan lokal yang mampu memelihara dan melestarikan mata air. Penelitian bertujuan: a) mengetahui bagaimana masyarakat mempersepsikan mata air, b) mengetahui, mengkaji, dan menganalisis kearifan lokal masyarakat Desa Purwogondo, c) mengetahui dan mengkaji sejauh mana kearifan lokal dapat dipertahankan guna menjaga dan melestarikan mata air. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan penentuan sampel sumber data secara purpossive dan snowball sampling. Data diperoleh melalui diskusi kelompok terfokus, wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasilnya adalah (1) masyarakat Desa Purwogondo mempersepsikan Tuk Serco sebagai karunia Allah yang sangat mendukung penghidupan, tempat yang sakral, ditunggu oleh kekuatan ghaib/roch yang tidak boleh diganggu, harus dihormati sebagai sesama makluk ciptaan Allah. Dengan debitnya 12,03 lt/dt, atau 1.039.392 lt/hari, Tuk Serco digunakan untuk keperluan rumah tangga 106 KK/351 jiwa dan irigasi sawah 5,75 hektar di Dusun Ngijo 527.126,4 liter (50,71%). Sisanya 512.265,6 liter (49,29%) mengalir ke sungai dan ditangkap di Bendung Blimbing untuk irigasi teknis persawahan desa-desa sekitarnya. Manfaat lain Tuk Serco adalah untuk pengobatan, bersuci, dan kegiatan ritual. (2) Terdapat kearifan lokal penduduk Desa Purwogondo yang berupa: pengetahuan, nilai-nilai, etika dan moral, dan norma-norma yang berupa anjuran, larangan, dan sanksi, serta ungkapan- ungkapan yang dipakai sebagai pedoman sikap dan perilaku masyarakat dalam memelihara, menjaga dan melestariakan mata air Tuk Serco. Untuk mempertahankan debit air perlu pengelolaan hutan di sekitar mata air dan daerah atasnya. Untuk memelihara dan mempertahankan kearifan lokal, masyarakat melakukan dengan memberikan pengertian dan saran kepada keluarga, tetangga, sanak-saudara dan anak-cucu tentang nilai-nilai, etika dan moral, serta norma-norma termasuk norma agama untuk dipakai sebagai pedoman bersikap dan berperilaku dalam menjalankan tradisi dan naluri menghargai alam Tuk Serco. (3) Untuk menjaga kearifan lokal dimasa mendatang, diperlukan langkah-langkah a) Penguatan semangat masyarakat b) Meningkatkan pemahaman, kesadaran, kepedulian, dan partisipasi masyarakat menuju kondisi masyarakat yang arif lingkungan c) Menyediakan payung hukum dengan Peraturan Desa d) Mendorong terciptanya Desa Purwogondo sebagai Desa Wisata Religi. Kata kunci: Kearifan lokal, persepsi, perilaku, melestarikan, mata air.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Environmental Science
ID Code:28459
Deposited By:ms Hastomo Agus
Deposited On:22 Jun 2011 14:25
Last Modified:22 Jun 2011 14:25

Repository Staff Only: item control page