Pemaknaan dalam Tayangan Reality Show Minta Tolong

Asrul Arifin, Asrul Arifin (2011) Pemaknaan dalam Tayangan Reality Show Minta Tolong. Undergraduate thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF
88Kb

Abstract

Abstract The mass media television has developed very rapidly, as evidenced marked by numerous people who consume it compared with other mass media. It make many television programs, one of this is social theme of reality show. Minta Tolong is one program of social reality show theme. It very interesting to researching, because the media has claim to be the dominant programme that have meaning (preffered reading) as programme have of wisdom. However, some other spectators have a meaning that varies inversely with the purpose of displaying media in those programme. Therefore, this research aims to determine the meaning the audience about those programme. Interpretation of an audience can be explained by using an interpretive theory, the theory that explains the full understanding of audience and are subjective. The study was a descriptive type of research with qualitative and approach to the reception analytical. In the reception analysis, research findings from the interviews will bring up the themes of meaning which can be classified into three groups. The theme of the research findings purport audience is dominant reading group that interpretation as programme of wisdom and entertainment. Oppositional reading groups have some interpretating to critically these programme contain the negative side and the exploitation of poverty. While the group negotiated reading interpreting programme from the two sides, which assumes that the exploitation and commodification of poverty is an act of bad. However, these group as not consistent with such opinion. This is because it has the opposite opinion allow the exploitation and commodification of poverty in the media. Research on the interpretation of Minta Tolong programme can be used as a basis for further studies, especially in terms of political economy of media and the research is useful for the development of decoding-encoding theory and interpretive theory. It also can make the audience to become active audiens. Key word : interpretation, reality show, exploitation, comodification Abstraksi Media massa televisi memiliki perkembangan yang sangat pesat, terbukti ditandai dengan banyaknya masyarakat yang mengkonsumsinya dibandingkan dengan media massa lainnya. Hal ini menyebabkan munculnya banyak program televisi, salah satunya adalah tayangan reality show yang bertemakan sosial. Minta Tolong adalah salah satu program dari reality show yang bertemakan sosial. Tayangan tersebut sangat menarik untuk diteliti, karena media mengklaim sebagai tayangan yang memiliki makna dominan (preffered reading) sebagai tayangan yang mengandung hikmah. Akan tetapi, sebagian penonton lainnya memiliki pemaknaan yang berbanding terbalik dengan tujuan media dalam menayangkan tayangan tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemaknaan audiens tentang tayangan tersebut. Pemaknaan audiens dapat dijelaskan dengan menggunakan teori interpretif, yaitu teori yang menjelaskan pemahaman audiens secara utuh dan bersifat subyektif. Penelitian ini adalah penelitian dengan tipe deskriptif yang bersifat kualitatif dan menggunakan pendekatan analisis resepsi. Dalam analisis resepsi, temuan penelitian dari wawancara akan memunculkan tema pemaknaan yang dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok. Tema temuan penelitian pemaknaan audiens tersebut adalah kelompok dominant reading yang memaknai tayangan sebagai tayangan yang mengandung hikmah dan hiburan. Kelompok oppositional reading yang memaknai secara kritis bahwa tayangan tersebut mengandung sisi negatif dan eksploitasi kemiskinan. Sedangkan kelompok negotiated reading lebih memaknai tayangan dari dua sisi, yaitu menganggap bahwa eksploitasi dan komodifikasi kemiskinan adalah tidakan yang buruk. Akan tetapi, kalangan ini seperti tidak konsisten dengan pendapatnya tersebut. Hal ini karena memiliki pendapat lain yang berlawanan, yaitu memperbolehkan eksploitasi dan komodifikasi kemiskinan di media. Penelitian terhadap pemaknaan tayangan Minta Tolong dapat dijadikan dasar untuk penelitian-penelitian selanjutnya, terutama dalam hal ekonomi politik media. Selain itu juga dapat menambah kajian mengenai khalayak aktif dan memperkaya kajian dengan teori decoding-encoding dan teori interpretif. Key word : pemaknaan, reality show, eksploitasi, komodifikasi

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions:Faculty of Social and Political Sciences > Department of Communication
ID Code:28337
Deposited By:Jurusan Ilmu Komunikasi Fisip Undip
Deposited On:14 Jun 2011 14:14
Last Modified:14 Jun 2011 14:14

Repository Staff Only: item control page