PERBAIKAN TEKNOLOGI PEMBENIHAN LOBSTER AIR TAWAR (Cherax sp.) UNTUK PENINGKATAN KUALITAS DAN PRODUKSI BENIH UNGGUL PADA INDUSTRI 'CECIL

Arini, Endang and Rahmawati, Diana and Samidjan, Istiyanto (2009) PERBAIKAN TEKNOLOGI PEMBENIHAN LOBSTER AIR TAWAR (Cherax sp.) UNTUK PENINGKATAN KUALITAS DAN PRODUKSI BENIH UNGGUL PADA INDUSTRI 'CECIL. Project Report. FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN.

[img]PDF - Published Version
Restricted to Repository staff only

1587Kb

Abstract

Kendala utarna pada pembenihan lobster air tawar milik Pudjihardjo adalah produksi yang rendah (kelulus hidupan 13,33%) dan kualitas yang rendah dari produksi benih. Kualitas yang rendah dari benih lobster air tawar antara lain karena belum tahunya menejemen pembenihan yang balk dan belurn diterapkannya teknologi biofiltrasi untuk pengelolaan air pemeliharaan belum dilakukan, sehingga produksi benih rendah. Produksi lobster air tawar milik Henarno dalam sate siklus produksi benih lobster sebelurn dan sesudah vucer sebagai berikut:hasil pembenihan sebelum program vucer 8856 ekor, dengan harga benih perekor Rp. 2,500,- dengan nilai Rp. 22140.000,-, Tujuan untuk meningkatkan kualitas clan. produksi benih lobster skala rumah tangga dari sebelum adanya kegiatan vucer kelangsungan hidup benih 13,33% sebelum dan sesudah vucer sebagai berikut:hasil pembenihan sebelum program vucer 8.856 ekor, dengan harga benih perekor Rp. 2,500,- dengan nilai Rp. 22.140.000,-, Basil sesudah program vucer adalah 17.712 ekor, harga perekor Rp. 2.600,- dengan Rp. 46,051,200,- dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani lobster air tawar pengusaha dan leader terpilih. Metoda yang ditawarkan yaitu dengan mernbuat prototype berbentuk disain kolam yang dilengkapi dengan bak filter air, seperti pada lampiran gambar 1 atau lampiran 3, tetapi dilengkapi dengan biofiltrasi biologi caranya dibuat bak ukuran 4x2x1,25 m dilapisi plastik gelombang, ijuk, arang aktif, batu kecil, kerikil,pasir untuk pemeliharaan larva lobster, selanjutnya dibuat lagi bak kultur pakan alarni Chlorella sp dan Anemia salina masing-masing ukuran 2x2x1,5 m. Selanjutnya larva lobster air tawar dipelihara di dalam bak pemeliharaan larva lobster bak didesain agar air dapat mengalir secara resirkulasi pada kepadatan larva 5 ekor/liter atau setiap bak ukuran 10 ton diberi 50.000 ekor atau 150.000 ekor larva lobster/3 bak yang sebelumnya bak telah diisi air tawar pada kedalaman 1 m. Kemudian di her! pakan 5000 seUml Chlorella Sp, dan 5 eko/ ml Anemia salina Leach, selanjutnya larva dipelihara sampai berumur 30 hari (stadia D30). Basil yang diperoleh dari produksi -benih-lobster sebelum dan sesudah vucer sebagai berikut:hasil pembenihan sebelum program vucer 8856 ekor, dengan harga benih perekor Rp. 2,500,- dengan nilai Rp. 22.140.000,-, Hasil sesudah program vucer adalah 17712 ekor, harga perekor Rp. 2.600,- dengan. Rp. 46,051,200,- Kata Kunci: Vucer, Lobster air tawar, Chlorella sp, Anemia sauna, biofiltrasi biologi

Item Type:Monograph (Project Report)
Subjects:S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions:Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Marine Science
Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Fisheries
ID Code:27873
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:19 May 2011 09:46
Last Modified:19 May 2011 09:46

Repository Staff Only: item control page