PENGARUH KENAIKKAN REFLUX RATIO TERHADAP KEBUTUHAN PANAS PADA KOLOM DISTILASI DENGAN DISTRIBUTED CONTROL SYSTEM (DCS) (T

Fitriana, Fitriana (2010) PENGARUH KENAIKKAN REFLUX RATIO TERHADAP KEBUTUHAN PANAS PADA KOLOM DISTILASI DENGAN DISTRIBUTED CONTROL SYSTEM (DCS) (T. Undergraduate thesis, Undip.

[img]
Preview
PDF - Published Version
22Kb

Abstract

INTISARI Distilasi, merupakan metoda operasi pemisahan suatu campuran atau (cairan-cairan saling melarutkan), berdasarkan perbedaan titik didih atau perbedaan tekanan uap murni, (masing-masing komponen yang terdapat dalam campuran) dengan menggunakan sejumlah panas sebagai tenaga pemisah/ ”Energy Separating Agent”, ESA. Salah satu faktor yang mempengaruhi proses distilasi adalah adanya reflux ratio. Reflux merupakan kembalinya cairan atau uap untuk mengadakan kontak ulang dengan fasa uap maupun fasa cairannya dalam kolom. Dengan adanya reflux ratio akan berpengaruh pada konsentrasi hasil destilat (produk atas) dan kebutuhan panas pada kolom distilasi. Etanol merupakan jenis alkohol yang paling umum digunakan dalam proses distilasi. Hal ini dikarenakan etanol memiliki banyak manfaat bagi masyarakat karena mempunyai sifat tidak beracun. Selain itu, etanol merupakan pelarut yang baik untuk senyawa organik. Praktikum distilasi uap-cair berupa etanol-air dengan alat distilasi tipe packed tower dilakukan dengan menggunakan variabel tetap yaitu etanol dengan konsentrasi 40% dan suhu 78 0C serta tiga variabel berubah diantaranya dengan reflux ratio 1, 2, dan 3. Dengan adanya kenaikkan reflux, konsentrasi destilat yang dihasilkan semakin tinggi. Pada variabel satu dengan reflux ratio 1 konsentrasi destilatnya sebesar 91%, kemudian percobaan kedua dengan variabel reflux ratio 2 konsentrasi destilat menjadi 93%, dan pada variabel ketiga yaitu dengan reflux ratio 3 konsentrasinya naik menjadi 94%. Semakin besar reflux ratio, maka pengaruhnya terhadap konsentrasi destilat semakin tinggi. Namun volume yang dihasilkan justru semakin sedikit, kemungkinan terakumulasi dikolom distilasi. Kemudian dari perhitungan panas pada kolom distilasi didapat, bahwa semakin besar reflux ratio panas yang yang dibutuhkan semakin sedikit. Dari hasil perhitungan Xd dan Xw, pada variabel 1 nilai Xd sebesar 27.920,054 kal dan nilai Xw 9.799,375 kal. Pada variabel 2 nilai Xd sebesar 25.765,824 kal dan nilai Xw 8.192,272 kal. Dan pada variabel 3 nilai Xd sebesar 23.978,812 kal dan nilai Xw 7.467,124 kal.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:T Technology > TP Chemical technology
Divisions:Faculty of Engineering > Diploma in Chemical Engineering
Faculty of Engineering > Diploma in Chemical Engineering
ID Code:27710
Deposited By:Mrs Pudja D3 Teknik Kimia
Deposited On:12 May 2011 12:50
Last Modified:12 May 2011 12:50

Repository Staff Only: item control page