TERMINAL PENUMPANG KAPAL LAUT DI PELABUHAN TANJUNG EMAS

SUPRIYONO, SUPRIYONO (2007) TERMINAL PENUMPANG KAPAL LAUT DI PELABUHAN TANJUNG EMAS. Undergraduate thesis, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik .

[img]
Preview
PDF - Published Version
49Kb

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan. Negara kita mempunyai kekhasan dengan pulau – pulaunya yang tersebar membentang dari Sabang sampai Merauke. Beberapa pulau besar di Indonesia antara lain Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, Pulau Sumatera, Pulau Irianjaya beserta pulau – pulau lainnya. Betuk Negara kepulauan ini seolah – olah membatasi interaksi antara masyarakat Indonesia, sehingga seolah – olah membatasi interaksi antara masyarakat Indonesia, sehingga proses kehidupan di berbagai aspek mendapatkan pengaruh karena adanya pemabatas berupa lautan. Pemerintah berusaha mengatasi permasalahan tersebut dengan mengadakan sarana pelabuhan. Pelabuhan ini berfungsi sebagai penghubung antar pulau dengan bantuan sarana transportasi laut. Beberapa dari sebagian banyak pelabuhan di Indonesia adalah Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Tanjung Emas, Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Pontianak, Pelabuhan Banjarmasin, Pelabuhan Toli – Toli, Pelabuhan Jayapura dan pelabuhan lainnya yang berada di Indonesia. Dalam perkembangannya Pelabuhan juga berfungsi sebagai pintu gerbang dan pemelancar hubungan antar daerah, pulau bahkan antar benua dan bangsa/ Gate Way port (Bambang Triatmodjo 1996). Beberapa pelabuhan yang termasuk dalam kategory Gate Way Port adalah Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Tanjung Perak, dan Pelabuhan Tanjung Emas. Pelabuhan yang terletak di Jawa Tengah adalah Pelabuhan Tanjung Emas, karena Pelabuhan Tanjung Emas merupakan aset perekonomian Jawa Tengah, maka keberadaannya patut mendapatkan perhatian. Berdasarkan Master Plan Pelabuhan Tanjung Emas 2001-2025, Pelabuhan Tanjung Emas adalah pelabuhan besar yang berfungsi sebagai pintu gerbang perekonomian daerah Jawa Tengah dan sekitarnya, nasional bahkan internasional. Pelabuhan Tanjung Emas Semarang terletak antara dua propinsi, yaitu Jawa Barat dan Jawa Timur. Ditinjau dari letak geografis, posisi Pelabuhan Tanjung Emas mempunyai kedudukan yang sangat strategis sebagai pendukung transportasi laut bentangan timur da barat bahkan utara yakni daerah Kalimantan. Salah satu subsistem yang ada pada Pelabuhan Tanjung Emas adalah sarana terminal penumpang kapal laut. Namun sangat disayangkan kondisi termial penumpang ini kurang memadai. Hal ini dikarenakan tidak adanya sarana utama dalam terminal penumpang yaitu tempat debarkasi penumpang, hal ini menyebabkan penumpang yang turun dari kapal tidak dapat turun dengan nyaman dan terjadi pencampuran antara penumpang naik dan penumpang yang turun kapal. Keadaan ini berbeda dengan Pelabuhan Tanjung Perak dan Tanjung Priok dimana pada terminal penumpangnya terdapat sarana debarkasi. Fungsi pelabuhan sebagai pintu gerbang juga tidak dapat secara optimal diperankan oleh Terminal penumpang Kapal Laut Tanjung Emas, hal ini dikarenakan terminal yang ada sekarang ini sebelumnya adalah sebuah gudang, sehingga gubahan masa dan fasad bangunnya masih mirip dengan gudang. Berbeda dengan Pelabuhan Tanjung Perak dimana pada terminal penumpangnya sudah menunjukkan arsitektur yang modern. Pada Master Plan Pelabuhan Tanjung Emas direncanakan juga relokasi TPKL, hal ini disebabkan lokasi lama sudah tidak lagi memungkinkan untuk bisa optimal. Kekurangan itulah yang dimiliki oleh Terminal Penumpang Kapal Laut Tanjung Emas. Oleh karena itu agar mutu pelayanan terminal penumpang kepada masyarakat bisa meningkat diperlukan usaha untuk mengembangakan sarana Terminal Penumpang Kapal Laut Tanjung Emas ini, baik dari sarana utama maupun sarana pendukungnya. 1.2 Maksud dan Tujuan 1.2.1 Maksud Sebagai landasan perencanaan dan perancangan arsitektur Terminal Penumpang Kapal Laut Tanjung Emas di Semarang. 1.2.2 Tujuan Sebagai landasan konsep tahap desain grafis perancangan arsitektur. 1.3 Ruang Lingkup Pembahasan 1.3.1 Ruang Lingkup Substansial Secara Substansial pembahasan mengenai Perencanaan dan Perancangan Terminal Penumpang Kapal Laut Tanjung Emas ini akan membahas kejelasan alur sirkulasi serta memenuhinya kebutuhan fasilitas bagi penumpang kapal laut ditinjau dari sisi kearsitekturan. Pembahasan diluar dunia kearsitekturan akan dibahas seperlunya saja itupun jika relevan dengan pembahasan. 1.3.2 Ruang Lingkup Spasial Secara administratif daera perencanaan terletak di bagian utara Kota Semarang, Jawa Tengah. Tepatnya pada Area Pelabuhan Tanjung Emas di Jl. Coaster, Semarang Utara yang merupakan daerah BWK II. 1.4 Metode Pembahasan Metode Pembahasan yang digunakan adalah metode deskriptif analisis, yaitu pengumpulan data primer dari lapangan dan data sekunder dari literatur dengan mengulas dan memaparkan data yang meliputi data fisik dan non fisik kawasan, serta aktifitas yang terjadi guna merumuskan masalah maupun menganalisa data untuk memperoleh kesimpulan, sehingga muncul program dan konsep dasar dalam perencanaan dan perancangan arsitektur. 1.5 Sistematika Pembahasan Sistematika pembahasan dalam penyusunan Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur adalah sebagai berikut : BAB I Pendahuluan Menguraikan tentang Latar Belakang, Maksud dan Tujuan, Ruang Lingkup Pembahasan, Metode Pembahasan, Sistematika Pembahasan dan Alur Pikir. BAB II Tinjauan Pustaka dan Studi Banding Menguraikan definisi Terminal Penumpang Kapal Laut dan studi banding untuk menentukan fasilitas TPKL yang direkomendasikan pada perencanaan TPKL di Pelabuhan Tanjung Emas. BAB III Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang Berupa gambaran umum tentang kondisi umum Terminal penumpang berikut aktivitas di dalamnya, pengelola, serta data – data jumlah penumpang dan data kunjungan kapal di terminal penumpang yang mengarah kepada Perencanaan dan Perancangan Arsitektur. Bab ini juga memaparkan tentang kondisi keadaan TPKL di Tanjung Perak dan di Batam. BAB IV Pendekatan Program Dasar Perencanaan dan Perancangan Berisi tentang uraian pendekatan – pendekatan dalam program perencanaan dan perancangan arsitektur secara menyeluruh, yaitu pendekatan jenis kegiatan, tuntutan kebutuhan ruang dan pendekatan jenis kegiatan, tuntutan kebutuhan ruang dan pendekatan kebutuhan besaran ruang. BAB V Program Perencanaan dan Perancangan Menguraikan tentang Program Ruang Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang berikut lokasi dan tapak.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:27693
Deposited By:INVALID USER
Deposited On:12 May 2011 10:39
Last Modified:12 May 2011 10:39

Repository Staff Only: item control page