PENATAAN MUSEUM KERETA API AMBARAWA

LAURENS PINASSANG, JEANNY (2007) PENATAAN MUSEUM KERETA API AMBARAWA. Undergraduate thesis, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik .

[img]
Preview
PDF - Published Version
57Kb

Abstract

Kabupaten Semarang, sebagai salah satu daerah administratif tingkat ii di Jawa Tengah, mempunyai kedudukan yang cukup strategis dalam pengembangan perwilayahan propinsi Jawa Tengah yaitu di jalur-jalur yang menghubungkan pusat – pusat perkembangan wilayah (Semarang, Surakarta, dan Yogyakarta). Apalagi secara geografis berdekatan dengan Kota Semarang sebagai Ibukota Propinsi Jawa Tengah, yang merupakan pusat dari kegiatan perekonomian, pemerintahan, sosial dan budaya bagi wilayah Jawa Tengah. Sehingga terdapat banyak peluang yang dapat diambil wilayah Kabupaten Semarang salah satunya pada bidang pariwisata. Potensi Sektor Wisata di Kabupaten Semarang cukup besar dengan ditunjang oleh banyaknya objek dan daya tarik wisata penting di Kabupaten Semarang. Potensi ini juga dimiliki oleh Kota Ambarawa sebagai salah satu kecamatan di Kabupaten Semarang. Kota Ambarawa memiliki potensi di bidang pariwisata berupa potensi objek wisata alam, potensi budaya dan potensi buatan. Khususnya dalam potensinya di bidang budaya, Ambarawa yang dahulu ketika masa penjajahan kolonial Belanda menempati peranan sebagai daerah perkebunan, tempat peristirahatan, dan kota militer, memiliki peninggalan – peninggalan sejarah sebagai produk dari masa penjajahan kolonial Belanda. Produk – produk sejarh ini merupakan salah satu potensi dalam dunia kepariwisataan. Oleh karenanya nilai – nilai pelestariannya perlu dijaga sebagai aset sejarah yang sekaligus sebagai aset dalam pariwisata bidang budaya. Salah satu produk sejarah peninggalan Kolonial Belanda di Kota Ambarawa adalah Stasiun Kereta Api “Willem I” Ambarawa yang saat ini menjadi Museum Kereta Api Ambarawa. Museum Kereta Api Ambarawa menyimpan berbagai peninggalan Kolonial Belanda dan memiliki keunikan yang tiada duanya di Indonesia. Selain keadaan bangunan Stasiun kereta api dengan nama Willem I (sekarang menjadi Museum Kereta Api Ambarawa sejak tahun 1976) ynag dibangun pada tahun 1873 ini masih utuh, juga terdapat benda koleksi berupa kereta api bergigi yang masih aktif, meskipun hanya untuk tujuan wisata. Dan potensi ini pun menjadi suatu kebanggaan bagi dunia perkeretaapian di Indonesia. Apalagi keberadaan kereta api bergerigi di dunia, dua yang lainnya yaitu Swiss dan India. Sehingga dapat dikatakan merupakan kebanggaan tersendiri bagi Indonesia, dan menjadi salah satu landasan yang kuat untuk menjaga dan melakukan pelestarian, selain dengan alasan nilai kehistorisannya dan potensinya dalam dunia kepariwisataan. Namun dibalik potensinya yang besar ternyata menyimpan fakta yang kurangnya perawatan dan usaha penyelamatan aset negara tersebut. Dengan contoh, benda koleksi berupa lokomotif yang berjumlah 21 buah ditempatkan pada ruang pameran outdoor, sehingga benda koleksi berupa lokomotif ini akan cepat mengalami kerusakan fisik (karat dan aus) yang disebabkan oleh alam (pergantian cuaca dan perubahan suhu). Usaha dalam menjadikan Museum Kereta Api Ambarawa sebagai tujuan wisata di Ambarawa sebaiknya juga memperhatikan keutuhan dan kelestarian bangunan dan aset-aset peninggalan yang ada didalamnya dan lingkungannya. Melihat potensinya yang besar dalam dunia kepariwisataan dan melihat nilai sejarah yang ada, maka diperlukan suatu upaya untuk tetap menjaga kelestariannya. Dari uraian tersebut diatas, di Museum Kereta Api Ambarawa dibutuhkan usaha-usaha konservasi pada museum kereta api Ambarawa dan suatu bentuk pengembangan potensi wisata museum kereta api Ambarawa yang berkesinambungan dengan konservasinya sendiri yang sesuai dengan potensinya dalam dunia kepariwisataan dan potensinya sebagai aset bersejarah. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan perencanaan dan perancangan tentang Penataan Museum Kereta Api Ambarawa yang memperhatikan nilai – nilai konservasi. 1.2 Maksud dan Tujuan Maksud dari penyusunan Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur (LP3A) adalah untuk memperoleh dasar – dasar dalam merencanakan dan merancang Penataan Museum Kereta Api Ambarawa yang erat kaitannya dengan nilai budaya dan pengembangan sektor pariwisata Kota Ambarawa. Tujuan dari penyusunan LP3A ini adalah : 1. Memenuhi persyaratan tahap awal Tugas Akhir 98 2. Memperoleh guide lines dalam perencanaan dan perancangan. 1.3 Sasaran Tersusunnya usulan langkah-langkah pokok proses (dasar) perencanaan dan perancangan Penataan Museum Kereta Api Ambarawa berdasarkan atas aspek-aspek panduan perancangan (design guide lines aspect). 1.4 Metoda Pembahasan Metoda pembahasan yang akan dilakukan di dalam penyusunan LP3A adalah menggunakan metoda deskriptif komparatif. Metoda deskriptif adalah metoda yang menguraikan data yang sejelas-jelasnya dari suatu masalah sehingga menjadi lebih jelas berdasarkan data yang diperoleh baik dari hasil wawancara dengan pihak – pihak terkait ataupun melalui studi literatur yang digunakan sebagai acuan perencanaan dan perancangan selanjutnya. Sedangkan metoda komparatif dilakukan dengan studi banding terhadap objek-objek bangunan yang telah ada atau dinyatakan terkait dengan perencanaan dan perancangan yang akan dilakukan. 1.5 Manfaat 1.5.1 Secara Subyektif Penyusunan naskah ini digunakan sebagai Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur yang akan dilanjutkan dalam bentuk grafis dan sebagai salah satu persyaratan kelulusan yang harus dipenuhi dalam mata kuliah Tugas Akhir. 1.5.2 Secara Obyektif a. Dapat menambah wacana suatu rumusan permasalahan dalam perencanaan dan perancangan Penataan Museum Kereta Api Ambarawa b. Pelestarian terhadap bangunan bersejarah beserta lingkungannya tidak saja memberikan dampak pada obyek itu sendiri tetapi juga memberikan kontribusi yang besar pada sudut perkotaan. c. Sebagai tambahan pengetahuan dan wawasan bagi mahasiswa yang akan menyusun LP3A suatu Tugas Akhir. 1.6 Ruang Lingkup 1.6.1 Ruang Lingkup Substansial Perencanaan dan Perancangan Penataan Museum Kereta Api Ambarawa, termasuk dalam kategori bangunan jamak dan menerapkan perencanaan dan perancangan tapak dan lansekap. 1.6.2 Ruang Lingkup Spasial Batas-batas geografis wilayah perencanaan dan perancangan Penataan Museum Kereta Api Ambarawa : Sebelah Utara : kampung Tumenggungan Sebelah Timur : persawahan Sebelah Selatan : asrama militer Yon kavaleri, persawahan Sebelah Barat : Pasar Warung Lanang Lokasi Museum Kereta Api Ambarawa terletak di Jalan Stasiun No 1 Ambarawa, dan berada pada BWK 3 Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. 1.7 Sistematika Pembahasan Sistematika pembahasan dalam penyusunan Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur Penataan Museum Kereta Api Ambarawa ini meliputi : BAB I PENDAHULUAN Menguraikan secara garis besar tema utama dalam penyusunan landasan program perencanaan dan perancangan arsitektur, yang didalamnya meliputi latar belakang, tujuan dan sasaran pembahasan, lingkup pembahasan, metode pembahasan yang digunakan, serta kerangka pembahasan yang berisi pokok – pokok pikiran dalam tiap bab yang ada. BAB II TINJAUAN UMUM Berisi mengenai teori – teori yang berhubungan dan mendukung perkembangan Penataan Museum Kereta Api Ambarawa. BAB III TINJAUAN KHUSUS Berisi tentang keadaan dan potensi Kota Ambarawa dengan potensi wisata dan keadaan fisik – non fisiknya yang mendukung perencanaan dan perancangan Penataan Museum Kereta Api Ambarawa dan berisi tentang tinjauan museum Kereta Api itu sendiri. BAB IV BATASAN DAN ANGGAPAN Berisi tentangbatasan dan anggapan permasalahan Penataan Museum Kereta Api Ambarawa sebagai titik tolak pendekatan perencanaan dan perancangan. BAB V PENDEKATAN PERENCANAAN DAN PERANCANGAN Merupakan uraian pendekatan perencanaan Penataan Museum Kereta Api Ambarawa dari beberapa aspek yang berkaitan dengan karakteristik, pelaku aktifitas, dan ruang – ruang yang dibutuhkan, fisiologi ruang, struktur bangunan serta kelengkapan bangunan. Pendekatan perancangan bangunan dengan pendekatan konsep arsitektur Hi – Tech. BAB VI KONSEP DAN PROGRAM DASAR PERANCANGAN Berisi tentang rumusan hasil pembahasan analisis aspek-aspek perencanaan dan perancangan bangunan Penataan Museum Kereta Api Ambarawa.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:27576
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:11 May 2011 11:03
Last Modified:11 May 2011 11:03

Repository Staff Only: item control page