PENATAAN KORIDOR GATOT SUBROTO SINGOSAREN SURAKARTA SEBAGAI KAWASAN WISATA

AGUNG SULISTYO, ARYANA (2006) PENATAAN KORIDOR GATOT SUBROTO SINGOSAREN SURAKARTA SEBAGAI KAWASAN WISATA. Undergraduate thesis, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik .

[img]
Preview
PDF - Published Version
67Kb

Abstract

Sebagai salah satu daerah otonomi di Jawa Tengah, kota Surakarta sebagai kota Budaya, perdagangan dan industri yang sedang dan terus berkembang terus melakukan pembangunan. Tuntutan pemenuhan kebutuhan masyarakat sebagai masyarakat kota terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Hal ini membawa dampak terhadap kondisi perdagangan dan perhubungan di kota tersebut. Berbagai pusat-pusat kegiatan perdagangan mulai tumbuh dan berjalan kembali, setelah sebelumnya sempat lesu akibat perubahan kondisi sosial, ekonomi, dan politik yang melanda bangsa ini di tahun 1998 yang juga berdampak secara langsung terhadap kondisi stabilitas kota Surakarta. Kawasan-kawasan strategis mulai dipadati oleh kompleks-kompleks serta pusat perdagangan, misalnya di sepanjang Jalan Gatot Subroto, Jalan Slamet Riyadi, Jalan Dr. Radjiman serta Jalan Honggowongso. Penggal jalan Gatot Subroto merupakan simpul perdagangan aktif di Surakarta. Ditunjang dengan lokasinya yang strategis di tengah kota serta komoditi perdagangan yang didominasi oleh tekstil dan pakaian jadi, merupakan potensi yang diperhitungkan sebagai kawasan perdagangan. Bahkan, sesuai dengan Rencana Detail Tata Ruang Kota 1993-2013, kawasan ini telah direncanakan untuk dikembangkan sebagai kawasan “shopping street” kota dengan memasukkan sektor informal, menata pedestrian environment serta street furniture-nya. Kepadatan arus pergerakan manusia di sepanjang kawasan kurang ditunjang dengan fasilitas pendukung, jalan dan pedestrian yang kurang manusiawi. Tata letak, komposisi, gaya dan ketinggian bangunan serta elemen bahan dan warna bangunan yang kurang teratur menjadikan potensi kawasan ini menjadi terabaikan. Jika ditinjau dari segi fisik, jalan Gatot Subroto dengan lebar mencapai 12 meter sudah cukup untuk menampung arus sirkulasi kendaraan yang ada. Namun, keterbatasan lahan memaksa terbentuknya on street parking, sehingga lebar jalan efektif yang tersisa hanya kurang lebih 6-7 meter. Hal ini berpotensi mengakibatkan terjadinya kesemrawutan dan bahkan kemacetan arus lalu lintas. Untuk itu, diperlukan penataan kawasan di sepanjang koridor jalan Gatot Subroto sebagai pusat perdagangan dan perbelanjaan yang rekreatif, lengkap dengan berbagai fasilitas pendukung, khususnya dalam penataan jalur pedestrian, parkir, sitting group, steet furniture dan lain-lain sehingga bisa memenuhi tuntutan dan kebutuhan konsumen dan calon pengguna akan proses berbelanja yang rekreatif. Kegiatan berbelanja saat ini bukanlah merupakan suatu aktifitas konsumtif rutin semata, namun juga cenderung menjadi sebuah rekreasi. Tidak jarang orang memanfaatkan waktu luangnya untuk berbelanja di pusat-pusat perbelanjaan bersama seluruh anggota keluarga. Oleh karena itu, penataan kawasan ini nantinya diharapkan tidak hanya mampu mengatasi permasalahan yang saat ini terjadi, namun juga mampu memberikan nilai tambah bagi kawasan, sebagai alternatif tujuan wisata bagi masyarakat di kota Surakarta maupun dari luar, khususnya wisata belanja. 1.2. Tujuan dan Sasaran 1.2.1. Tujuan Tujuan dari penyusunan Laporan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur (LP3A) ini adalah untuk menggali, menganalisa dan merumuskan potensi dan permasalahan yang ada di Koridor Jalan Gatot Subroto Surakarta melalui observasi lapangan yang dikajidari segi urban design, untuk dijadikan landasan konseptual bagi perencanaan dan perancangan Penataan Koridor Jalan Gatot Subroto sebagai kawasan wisata belanja. LP3A ini selanjutnya digunakan sebagai dasar pijakan yang dikembangkan berdasarkan studi banding dan studi literatur dalam perancangan fisik untuk memberikan masukan berupa usulan-usulan desain penataan koridor Jalan Gatoto Subroto Surakarta sebagai kawasan wisata belanja dengan mempertimbangkan segi urban design. 1.2.2. Sasaran Sasaran yang hendak dicapai adalah tersusunnya suatu rumusan landasan konseptual berupa pokok-pokok pikiran sebagai suatu guide lines dalam Penataan Koridor Jalan Gatot Subroto Surakarta sebagai kawasan wisata belanja dalam bentuk Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur (LP3A). 1.3. Manfaat Secara subyektif, manfaat dari penelitian ini adalah sebagai pedoman dan acuan dalam Desain Grafis Arsitektur bagi Penataan Koridor Jalan Gatot Subroto Surkarta, dan untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam menempuh Tugas Akhir sebagai ketentuan kelulusan Sarjana Strata 1 (S1) pada Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Sedangkan secara obyektif, penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan yang berarti mengenai usulan Penataan Koridor Jalan Gatot Sobroto khususnya bagi masyarakat dan Pemerintah Kota Surakarta. Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi perkembangan ilmu dan pengetahuan arsitektur pada khususnya, dan menambah wawasan tentang prinsip-prinsip perencanaan dan perancangan kawasan pada umumnya. 1.4. Lingkup Pembahasan 1.4.1. Lingkup Substansial Penataan kawasan koridor Jalan Gatot Subroto Surakarta sebagai kawasan wisata belanja merupakan suatu perencanaan dan perancangan kawasan yang dikaitkan dengan disiplin ilmu arsitektur. Hal-hal lain di luar ilmu arsitektur dibahas seperlunya sepanjang masih memiliki kaitan dan mendukung permasalahan utama. 1.4.2. Lingkup Spasial Secara administratif, kawasan perencanaan termasuk kedalam wilayah administrasi Kelurahan Kemlayan dan Jayengan, Kecamatan Serengan yang merupakan bagian dari Sub Wilayah Pengembangan III. Penggal Jalan Gatot Subroto sepanjang ± 390 m dengan lebar jalan 12 meter, mempunyai batas – batas sebagai berikut : • Sebelah Utara : Jalan Slamet Riyadi • Sebelah Selatan : Perempatan Singosaren • Sebelah Timur : Deretan bangunan pertokoan dan Jalan Yos Sudarso • Sebelah Barat : Deretan bangunan pertokoan dan Jalan Honggowongso 1.5. Metode Pembahasan Metode pembahasan yang digunakan adalah metode deskriptif analisis, yaitu pengumpulan data primer dari lapangan dan data sekunder dari literatur dengan mengulas dan memaparkan data yang meliputi data fisik dan non fisik kawasan, serta aktivitas yang terjadi guna merumuskan masalah maupun menganalisa data untuk memperoleh kesimpulan, sehingga muncul program dan konsep dasar dalam perencanaan dan perancangan arsitektur. a. Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan survei lapangan dengan cara melakukan pengamatan langsung atau mengambil data langsung dari lapangan, studi literatur yang ditempuh dengan mencari data sekunder melalui buku-buku literatur dan juga dengan wawancara terhadap pihak yang terkait langsung b. Analisa Data Analisa data dilakukan dengan membandingkan data hasil survei dan wawancara dengan kajian literatur untuk mengetahui kelebihan dan kekurangannya sebagai landasan dalam proses prencanaan dan perancangan. c. Landasan Program Landasan program bertujuan sebagai konsep dasar dalam menetukan langkah-langkah baik perencanaan maupun perancangan yang erat kaitannya dengan penataan koridor jalan Gatot Subroto Surakarta. 1.6. Sistematika Pembahasan BAB I Pendahuluan Berisi tentang latar belakang perlunya penataan koridor jalan Gatot Subroto Surakarta beserta tujuan dan sasarannya, memberikan batasan dan ruang lingkup bahasan dari LP3A dengan menggunakan metode deskriptif analisis dalam penyusunan laporan, sistematika pembahasan, juga memaparkan kerangka bahasan LP3A. BAB II Tinjauan Koridor dan Kawasan wisata Menguraikan tentang pengertian, bentuk dan penyusunan koridor, pengertian tentang pedestrian, jalur pedestrian, aspek perencanaan jalur pedestrian, tinjauan dan pengertian kawasan perdagangan yang rekreatif, serta tinjauan teori perancangan kota, yang meliputi teori integrasi ruang kota Roger Trancyk dan delapan elemen fisik perancangan kawasan Hamid Shirvani. Bab ini juga berisi studi kasus yang menguraikan tentang beberapa contoh kawasan perdagangan yang rekreatif. Tempat-tempat yang dijadikan acuan adalah Parco Bugis Junction di Singapura, serta Koridor Jalan malioboro, Jogjakarta yang kemudian disimpulkan sebagai bagian dari landasan program perencanaan dan perancangan arsitektur. BAB III Tinjauan Kawasan Koridor Jalan Gatot Subroto Surakarta Menguraikan mengenai kondisi dan potensi Koridor Jalan Gatot Subroto Surakarta, baik fisik maupun non fisik yang mengarah pada pengembangan kawasan sebagai kawasan perdagangan yang rekreatif. BAB IV Batasan dan Anggapan Berisi batasan-batasan dan anggapan yang digunakan sebagai acuan dalam menganalisa dan melakukan pendekatan-pendekatan perencanaan dan perancangan kawasan koridor jalan Gatot Subroto Surakarta sebagai kawasan wisata belanja. BAB V Analisa Kawasan Koridor Jalan Gatot Subroto Surakarta Berisi analisa terhadap data fisik dan non fisik kawasan koridor jalan Gatot Subroto Surakarta berdasarkan tinjauan teori-teori perancangan kota yang nantinya akan dibuat menjadi satu kesimpulan mengenai potensi, masalah dan kemungkinan pemecahan masalah. BAB VI Pendekatan Perencanaan dan Perancangan Arsitektur Berisis tentang uraian pendekatan-pendekatan dalam program perencanaan dan perancangan arsitektur secara menyeluruh, yaitu pendekatan jenis kegiatan dan tuntutan kebutuhan ruang, pendekatan penataan kawasan dari aspek urban design, pendekatan kebutuhan besaran ruang berdasarkan zonasi kawasan. BAB VII Konsep dan Program Dasar Perencanaan dan Perancangan Arsitektur Menguraikan tentang landasan konseptual dan program perencanaan dan perancangan.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:27575
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:11 May 2011 10:57
Last Modified:11 May 2011 10:57

Repository Staff Only: item control page