SHOPPING MALL BERKONSEP CITYWALK DI SEMARANG

ARI NUGROHO, SEPTIADI (2010) SHOPPING MALL BERKONSEP CITYWALK DI SEMARANG. Undergraduate thesis, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik .

[img]
Preview
PDF - Published Version
130Kb

Abstract

Musik adalah sarana manusia untuk mengekspresikan estetika yang ada di dalam hati dan pikiran manusia. Musik dikenal manusia sudah jauh berabad-abad sebelum masehi dan sekarang musik telah menjadi kebutuhan penunjang bagi manusia saat ini. Musik sebagai salah satu seni yang dianggap merupakan bahasa seni yang paling universal karena dapat dinikmati segala bangsa dan menjadi media potensial untuk membina kebudayaan. Dalam beberapa dekade ini, perkembangan industri musik sangat cepat peningkatannya. Begitu pula di Indonesia, industri musik menjadi lahan bisnis yang menjanjikan. Kita dapat menemukan major label, band-band baru pada indie label, artis baru dan pergelaran musik yang sangat beragam. Semarang sebagai salah satu kota besar di Indonesia, saat sekarang ini banyak band dan musisi-musisi muda berbakat yang bermunculan di Indonesia yang berasal dari Kota Semarang ini. Musisi-musisi muda berpotensi tersebut masih ingin menambah pengetahuan dan meningkatkan karir bermusiknya. Namun potensi-potensi tersebut belum dapat terwadahi dengan baik. Hal ini terlihat dari minimnya fasilitas pusat penjualan yang dibutuhkan untuk mendapatkan instrument alat musik, fasilitas untuk mengembangkan musik secara profesional, fasilitas pengembangan bakat di bidang musik, dan fasilitas lainya yang dapat mendukung kegiatan bermusik baik bagi pelaku musik maupun penikmat musik. Untuk beberapa tempat di Kota Semarang fasilitas-fasilitas tersebut memang ada seperti Obor Mas Music Center, Showroom & Sekolah Musik Purnomo, Kurnia Musik, Surya Putra Musik, Sekolah Musik Purwacaraka, Studio Rekaman Strato, Studio Musik 48 dan lain-lain. Tetapi keberadaan fasilitas tersebut terpisah-pisah dan kurang representative untuk menunjukan appresiasi masyarakat Semarang terhadap musik dan kurang sesuai untuk berkumpulnya komunitas musik di Semarang. Berdasarkan kondisi di atas, dibutuhkan suatu alternatif bentuk fasilitas yang mampu menghadapi kebutuhan tersebut. Alternatif yang ditawarkan adalah suatu konsep bangunan modern multifungsi yang memiliki fasilitas ruang pertunjukan musik, studio rekaman musik professional, tempat kursus musik, pusat penjualan alat musik, amphiteater untuk kegiatan ringan di luar ruangan, studio musik yang disewakan, toko kaset dan merchandise serta fasilitas pelengkap yaitu mini resto dan cafe. Sehingga pada akhirnya diharapkan fasilitas-fasilitas tersebut dapat meningkatkan kualitas musik di Indonesia,dan Kota Semarang khususnya. 1.2 Tujuan Dan Sasaran 1.2.1 Tujuan Tujuan dari pembahasan ini adalah untuk menggali, mengungkapkan dan merumuskan permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan Music Center di Semarang yang meliputi fasilitas ruang pertunjukan musik, studio rekaman musik professional, tempat kursus musik, pusat penjualan alat musik, amphiteater untuk kegiatan ringan di luar ruangan, studio musik yang disewakan, toko kaset dan merchandise. Dengan penekanan pada ungkapan fisik atau visual yang menunjukkan arsitektur modern serta sistem akustik ruang pertunjukan yang memenuhi standar kualitas serta kuantitas terselenggaranya sebuah pertunjukan musik. yang kemudian digunakan untuk memperoleh Landasan Perencanaan dan Perancangan Tugas Akhir. 1.2.2 Sasaran Tersusunnya usulan langkah-langkah pokok proses (dasar) perencanaan dan perancangan Music Center di Semarang guna menyusun dan merumuskan suatu Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur (LP3A) berdasarkan atas aspek-aspek panduan perancangan (design guide lines aspect). 1.3 Ruang Lingkup Pembahasan Lingkup pembahasan menitikberatkan pada berbagai hal yang berkaitan dengan Music Center di Semarang ditinjau dari disiplin ilmu arsitektur. Hal-hal di luar ilmu arsitektur akan dibahas seperlunya sepanjang masih berkaitan dan mendukung masalah utama. 1.4 Manfaat 1.4.1 Secara Subjektif Untuk memenuhi salah satu persyaratan mengikuti Tugas Akhir di Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik UNDIP Semarang dan sebagai pegangan serta acuan selanjutnya, dalam penyusunan Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur (LP3A) yang merupakan bagian tak terpisahkan dari proses pembuatan Tugas Akhir. 1.4.2 Secara Objektif Dapat bermanfaat sebagai tambahan pengetahuan dan wawasan bagi mahasiswa yang akan melanjutkan ke tahapan Tugas Akhir berikutnya terutama mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan Music Center di Semarang. 1.5 Metode Pembahasan Metode pembahasan dilakukan dengan metode deskriptif, yaitu menguraikan dan menjelaskan data kualitatif, kemudian dianalisa untuk memperoleh suatu kesimpulan. Berbagai cara yang dilakukan untuk pengumpulan data : 1.5.1 Data Primer  Wawancara dengan narasumber yang terkait untuk mendapatkan informasi yang solid.  Observasi/survey lapangan, dengan tujuan memperoleh gambaran tentang ruang-ruang yang dibutuhkan, persyaratan ruang dan bangunan, persyaratan khusus pada ruang-ruang tertentu, struktur organisasi dan lain-lain. 1.5.2 Data Sekunder  Studi Literatur, terutama mengenai hal-hal yang berkaitan dengan persyaratan ruang dan persyaratan bangunan pada bangunan Music Center, sebagai landasan teori yang tepat untuk menganalisa data-data yang diperoleh. Pembahasan menggunakan pendekatan teoritis dan pendekatan studi, yang melengkapi data dari wawancara dan observasi/survei lapangan. Hasil dari pendekatan tersebut dikembangkan untuk mendapatkan konsep perencanaan dan perancangan Arsitektur. 1.6 Kerangka Bahasan Kerangka bahasan laporan perencanaan dan perancangan Tugas Akhir dengan judul Music Center di Semarang adalah sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN Berisikan latar belakang, tujuan dan sasaran, manfaat, metode penulisan dan kerangka bahasan yang mengungkapkan permasalahan secara garis besar serta alur pikir dalam menyusun Landasan Program Perencanaan dan Perancangan (LP3A). BAB II TINJAUAN PUSTAKA Berisikan studi literatur yang memuat pengertian musik, jenis musik, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan judul Music Center di Semarang yang selanjutnya dapat dijadikan standar baku atau patokan dalam bab selanjutnya. BAB III DATA Berisi tentang tinjauan umum kota Semarang dan tinjauan khusus Music Center terhadap kota Semarang. Serta studi banding terhadap objek yang berhubungan dengan konteks judul. BAB IV KESIMPULAN, BATASAN , DAN ANGGAPAN Berisikan kesimpulan, batasan, dan anggapan yang bersumber dari dari data dan analisa studi pustaka maupun dari studi banding. BAB V PENDEKATAN PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR Berisi tentang kajian/ analisa perencanaan yang pada dasarnya berkaitan dengan pendekatan aspek fungsional, aspek teknis, aspek kontekstual, aspek visual arsitektural, dan aspek kinerja. BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR Berisikan perumusan dari kajian atau analisa yang disusun dari dasar-dasar pendekatan pada bab yang sebelumnya berupa program ruang dan konsep perancangan.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:26553
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:01 Apr 2011 10:43
Last Modified:01 Apr 2011 10:43

Repository Staff Only: item control page