RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK DI KOTA SEMARANG

RAMANDHIKA, MIRZA (2010) RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK DI KOTA SEMARANG. Undergraduate thesis, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.

[img]
Preview
PDF - Published Version
103Kb

Abstract

Rumah Sakit Ibu dan Anak sebagai salah satu Rumah sakit khusus adalah sebuah fasilitas kesehatan yang seharusnya ada di setiap daerah. Kota Semarang sebagai ibu kota propinsi Jawa Tengah, dengan intensitas jumlah penduduk yang tinggi harus di dukung dengan segala fasilitas di segala bidang, termasuk fasilitas kesehatan yaitu Rumah Sakit Ibu dan Anak. Rumah Sakit Ibu dan Anak sebagai tempat steril dalam proses pelayanan medis bagi ibu dan anak dibanding dengan Rumah Sakit Umum. Jumlah Rumah Sakit Ibu dan Anak di Kota Semarang sampai sekarang hanya ada 4 RSIA, perletakan yang tidak merata di setiap bagian kota, kebanyakan terletak di pusat kota. Dalam hal ini Kota Semarang yang lain kurang fasilitas Rumah Sakit Ibu dan Anak. Berikut adalah tabel penyebaran sarana dan prasarana kesehatan Kota Semarang tahun 2008. No Sarana dan prasarana 2007 2008 1 Rumah Sakit Umum swasta 9 9 2 Rumah Sakit Umum Daerah 2 2 3 Rumah Sakit Umum Pusat 1 1 4 Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSJ) 1 1 5 Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSIA) 4 4 6 Rumah Bersalin 4 3 Hal ini perlu diperhatikan karena sekarang daerah Semarang Selatan merupakan perkembangan daerah permukiman dengan tingkat kepadatan sedang sampai tinggi(Laporan Akhir Penyusunan Dokumen Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) Kota Semarang Tahun 2010-2030 Bagian Wilayah Kota (BWK) VII) yang sangat butuh fasilitas Rumah Sakit Ibu dan Anak. Daerah ini nantinya akan menjadi pemukiman padat, dan juga kecenderungan warga daerah ungaran yang sering datang ke Kota Semarang, baik dalam kebutuhan ekonomi ataupun kesehatan, kerena Kota Semarang memiliki fasilitas kesehatan lebih baik daripada kota sekitarnya berikut ini adalah maping lokasi RSIA di Kota Semarang. 4 Rumah Sakit Ibu dan Anak yang ada adalah: Rumah Sakit Ibu dan Anak Hermina, Rumah Sakit Ibu dan Anak Anugerah, Rumah Sakit Ibu dan Anak Gunung Sawo, Rumah Sakit Ibu dan Anak Bunda. Rumah Sakit Ibu dan Anak Hermina terletak di jalan Pandanaran, daerah layanan untuk Kota Semarang tengah dan sekitarnya, Rumah Sakit Ibu dan Anak Anugerah terletak di jalan Kalisari, daerah layanan juga untuk Kota Semarang Tengah dan sekitarnya, Rumah Sakit Ibu dan Anak Gunung Sawo terletak di jalan Gunung Sawo, daerah layanan untuk Kota Semarang Tengah dan sebagian untuk daerah Gajahmungkur. Rumah Sakit Ibu dan Anak Bunda terletak di jalan MT Haryono, daerah layanan untuk Kota Semarang Timur dan sekitarnya. Untuk tahun 2008, jumlah kematian bayi yang terjadi di Kota Semarang sebanyak 204 dari 24.472 kelahiran hidup, sehingga di dapatkan Angka Kematian Bayi (AKB) sebesar 10% per 1000 KH. Presentase jumlah kematian balita di Kota Semarang mengalami perubahan dari tahun-ke tahun, angka kematian bayi paling tinggi terjadi di tahun 2007, setelah itu terjadi penurunan jumlah kematian bayi, tetapi menurut DinKes jumlah kematian bayi Kota Semarang masih tinggi, target tahun 2015 adalah 5%-1000KH (Proyeksi Profil Kesehatan Kota Semarang 2010-2015). Menurut DinKes Kota Semarang penyebab kematian bayi di Kota Semarang paling banyak disebabkan oleh kelainan kandungan pada ibu dan pada proses persalinan dan sesudah persalinan (keracunan). RSU dan RSIA memiliki perbedaan fasilitas pelayanan medis bagian persalinan, penyakit kandungan, dan kesehatan anak dan bayi, pada RSU poli kandungan menjadi bagian dari minimal 4 poli wajib yang harus ada, sehingga pelayanan medis tidak maksimal, sedangkan RSIA poli kandungan dan anak menjadi prioritas utama dalam pelayanan medis, sehingga lebih optimal dalam pelayanan medis maupun penunjang medis. Untuk balita dan anak Kota Semarang menurut Dinkes penyakit yang sering menyerang adalah DBD (siklus 5 tahun) terakhir tahun 2007 selanjutnya tahun 2012 pada saat ini menurut DinKes jumlah kapasitas RS di Kota Semarang kurang untuk menampung pasien, Paru-paru basah, alergi, Influenza, Tifus, dan lain-lain. Tahun Kelahiran Hidup (KH) kematian presentase 2004 24.812 KH 189 9%- 1000 KH 2005 23.845 KH 245 11%-1000 KH 2006 24.746 KH 234 13%-1000 KH 2007 22.838 KH 367 15%-1000 KH 2008 24.472 KH 204 10%-1000 KH Jumlah kematian ibu di Kota Semarang juga menunjukan grafik yang cukup variatif setiap tahunnya, berdasarkan laporan puskesmas jumlah kematian ibu di Kota Semarang pada tahun 2008 sebanyak 20 kasus terdiri dari 24.746 jumlah ibu di Kota Semarang, turun dari angka tahun 2007 sebanyak 20 kasus. Angka kematian paling tinggi terjadi di tahun 2005 sebanyak 45 kasus dari 25. 654 jumlah Ibu hamil. Menurut DinKes Kota Semarang penyebab kematian ibu hamil di Kota Semarang paling banyak terjadi pada masa nifas (41%), masa kehamilan dengan masalah penyakit kandungan (37%), dan masa persalinan (22%). Tahun Jumlah Ibu Hamil kematian 2004 23.589 36 2005 25.654 45 2006 26.213 25 2007 25.160 27 2008 24.746 20 Kota Semarang adalah ibu kota provinsi Jawa Tengah yang memiliki jumlah penduduk yang padat, dan tingkat pertumbuhan penduduk yang terus meningkat setiap tahunnya, menurut standart DPU Semarang tentang rasio pelayanan yang ditujukan pada Rumah Sakit Ibu dan Anak /Rumah Sakit Bersalin memiliki rasio pelayanan 10.000 jumlah wanita hamil dengan luas 1600m2. Usia poroduktif hamil bagi wanita menurut Dinkes Kota semarang adalah 20-29 tahun, jumlah wanita potensi hamil di Kota semarang tahun 2008 adalah 139.807 jiwa, dengan perbandingan rasio pelayanan tadi maka didapat jumlah RSIA yang dibutuhkan sebanyak 13,9, sedangkan yang tersedia hanya 4 Rumah Sakit Ibu dan Anak di Kota Semarang. Berikut adalah diagram analisis kebutuhan Rumah Sakit Ibu dan Anak di Kota Semarang: Selain jumlah fasilitas Rumah Sakit Ibu dan Anak yang kurang di Kota Semarang, terdapat juga masalah yang lain, yaitu keadaan fasilitas Rumah Sakit Ibu dan Anak di Kota Semarang yang kurang memenuhi standart, baik dari keadaan bangunan ataupun penyediaan fasilitas medis. Masalah ketersediaan ruang terbuka juga kurang dalam fasilitas Rumah Sakit Ibu dan Anak di Kota Semarang, menurut dr. M. Supriatna Spa (K) ruang terbuka dibutuhkan di dalam rumah sakit sebagai area hijau dan sebagai tempat pertukaran udara bersih,udara yang bersih dalam Rumah Sakit terutama Rumah Sakit Ibu dan Anak dapat mempercepat proses pemulihan pasien. Konsep penekanan desain Green Hospital pada Rumah Sakit Ibu dan Anak didasari dengan maraknya issue global warming. Diharapkan dengan konsep perancangan yang berdasar pada keseimbangan alam ini, dapat menciptan suatu bangunan Green Hospital yang ramah lingkungan yang berdampak positif pada kesembuhan pasien (www.greenhospitals.biz/, diakses tanggal 19/6/2010 pukul 16.00) Sebuah wacana tentang perlawanan terhadap Global warming pun segera menjadi sorotan dunia saat ini, tidak terkecuali negara Indonesia yang tercatat memiliki nilai respon tertinggi 12,6% dari 9 negara lainnya (China, Australia dan Negara Asia Tenggara) dalam green building survey awal tahun lalu. Meskipun demikian, Indonesia menempati posisi ke-8 dengan nilai Green Building Involvementnya yang hanya bernilai 38% (konferensi BCI Asia FuturArc Forum 2008). Itu berarti bahwa penerapan konsep desain yang berwawasan lingkungan di Indonesia masih sangat perlu ditingkatkan. (www.healthcaredesignmagazine.com, diakses tanggal 19/6/2010 pukul 16.00) Dari berbagai masalah fasilitas Rumah Sakit Ibu dan Anak Kota Semarang ada, maka dapat dilakukan analisis keseluruhan masalah dan solusi Rumah Sakit Ibu dan Anak di Kota Semarang dari sisi kebutuhan fasilitas, kinerja, dan standart pelayanan Rumah Sakit Ibu dan Anak dari DPU, dapat dibuat diagram sebagai berikut: Dari berbagai alasan yang ada Kota Semarang di rasa membutuhkan Rumah Sakit Ibu dan Anak dengan konsep Green Hospital di dalamnya, yang akan dibangun di Kota Semarang untuk pemerataan fasilitas kesehatan. Dapat dimanfaatkan juga untuk daerah luar kota Semarang.sekarat m enghadapi r 1.2 TUJUAN DAN SASARAN 1.2.1 Tujuan Menampilkan Rumah Sakit Ibu dan Anak di Kota Semarang sebagai pemerataan fasilitas kesehatan di Kota Semarang dengan konsep bangunan yang Homy, dan dengan konsep Green Hospital. 1.2.2 Sasaran Menyusun Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur (LP3A) guna perencanaan Rumah Sakit Ibu dan Anak di Kota Semarang. 1.3 RUANG LINGKUP a. Ruang Lingkup Substansial Ruang lingkup pembahasan adalah aspek-aspek fisik maupun non fisik dari Rumah Sakit Ibu dan Anak di Kota Semarang, sebagai suatu sarana penyelenggaraan pelayanan medis. Untuk aspek-aspek lain, sejauh ini masih berkaitan dengan substansi pokok akan dibahas secara garis besar dengan asumsi yang logis dan rasional. Aspek-aspek fisik yang akan dibahas meliputi bidang arsitektural suatu Rumah Sakit Ibu dan Anak di Kota Semarang yang memiliki fasilitas pelayanan medis, ruang operasi, kolam renang, serta ruang-ruang pendukung lainnya. b. Ruang Lingkup Spasial Berisi tentang batas – batas geografis wilayah Kota Semarang dan lokasi/site, keadaaan pengguna lahan dan rencana pemanfaatan ruang kota Semarang. 1.4 METODE PEMBAHASAN Metode pembahasan yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu dengan mengumpulkan, memaparkan, kompilasi dan menganalisa data yang diperoleh baik data primer maupun sekunder sehingga diperoleh suatu pendekatan program perencanaan dan perancangan untuk selanjutnya digunakan dalam penyusunan program dan konsep dasar perencanaan dan perancangan. Dalam membahas dan mempersiapkan desain diperlukan bahan, alat, dan cara pembahasan, yaitu : • Bahan Bahan yang diperlukan dalam merancang Rumah Sakit Ibu dan Anak di Kota Semarang didapat baik dari data primer maupun data sekunder. 1. Data Primer Data primer adalah data yang langsung didapat dari sumber pertama dan bukan berasal dari pengumpulan data yang pernah dilakukan sebelumnya. Data primer dapatkan melalui wawancara dan observasi lapangan (Studi kasus dan studi banding). a. Wawancara Yaitu mencari informasi dari nara sumber dan pihak-pihak yang terkait mengenai masalah-masalah yang berkaitan dengan perancangan. Nara sumber tersebut meliputi pengelola Rumah Sakit Ibu dan Anak Gunung Sawo Kota Semarang, Rumah Sakit Ibu dan Anak Anugerah Kota Semarang, dokter spesialis anak, dan dokter spesialis kandungan. b. Observasi lapangan Yaitu dengan studi banding Rumah Sakit Ibu dan Anak Gunung Sawo Kota Semarang dan Rumah Sakit Ibu dan Anak Anugerah Kota Semarang. Kegiatan studi banding dilakukan dengan mencari data dan informasi mengenai latar belakang pembangunan proyek studi banding, kriteria pemilihan lokasi, massa bangunan/site eksisting, macam dan besaran ruang, organisasi ruang, kapasitas, struktur kelembagaan personil, serta tata ruang dalam dan ruang luar bangunan. 2. Data Sekunder Data sekunder merupakan data atau informasi yang dikumpulkan bukan untuk kepentingan studi yang sedang dilakukan saat ini tetapi untuk beberapa tujuan lain. Data sekunder didapatkan melalui studi literatur dan referensi yang berkaitan dengan perancangan bangunan Rumah Sakit Ibu dan Anak di Kota Semarang. a. Studi literatur Literatur yang digunakan dalam proses ini berasal dari buku-buku pedoman yang berkaitan dengan perencanaan dan perancangan desain Rumah Sakit Ibu dan Anak di Kota Semarang. Buku pedoman yang dipakai yaitu Time-Saver Standards for Building Types, Architects' Handbook Hospital Planning Handbook dan Data Arsitek 1 dan 2. Terdapat juga materi-materi yang di-download dari internet berasal dari ensiklopedia bebas dan www.google.com. b. Referensi Referensi didapat dari pengumpulan data, peta dan peraturan dari kantor instansi terkait serta browsing materi-materi dari internet untuk mendukung proses perencanaan Rumah Sakit Ibu dan Anak di Kota Semarang seperti data jumlah penduduk Kota Semarang, peta Kota Semarang, data fasilitas kesehatan yang ada di Kota Semarang, dan juga peraturan setempat mengenai bangunan. • Alat Dalam perancangan Rumah Sakit Ibu dan Anak di Kota Semarang ini ada dua faktor yang berpengaruh, yaitu: a) Design determinant, yaitu aspek-aspek yang dibutuhkan dalam suatu perencanaan meliputi program ruang, tapak, utilitas, struktur dan penekanan desain. b) Design requirement, yaitu persyaratan-persyaratan desain yang mendasari suatu perancangan agar aspek-aspek yang dibutuhkan dalam perancangan menjadi sesuai. Kedua faktor yang mempengaruhi perancangan Rumah Sakit Ibu dan Anak di Kota Semarang ini diuraikan menjadi beberapa aspek yang dijelaskan sebagai berikut : a. Program Ruang Dalam meyusun program ruang Rumah Sakit Ibu dan Anak di Kota Semarang diperlukan data jumlah penduduk Kota Semarang dan data pengunjung fasilitas kesehatan yang didapat dari studi banding. Alat yang digunakan untuk menghitung kapasitas dari Rumah Sakit Ibu dan Anak di Kota Semarang dengan cara menghitung proyeksi kapasitas 10 tahun mendatang. b. Penentuan Kegiatan Dalam penentuan kegiatan yang ada direncanakan Rumah Sakit Ibu dan Anak di Kota Semarang diperlukan studi banding pada fasilitas serupa yang dianggap layak sebagai bahan acuan dalam menentukan kegiatan yang ada di Rumah Sakit Ibu dan Anak di Kota Semarang. c. Luas ruang Untuk dapat menentukan dan merencanakan luas ruang pada fasilitas seperti ruang rawat inap, ruang operasi, maupun ruang sirkulasi maka diperlukan standar-standar luasan ruang yang didapat memalui literatur seperti Time-Saver Standards for Building Types, Architects' Handbook Hospital Planning Handbook dan Data Arsitek 1 dan 2, agar nantinya dapat menciptakan ruang yang baik, efisien. d. Pemilihan Lokasi/Tapak Penentuan lokasi tapak Rumah Sakit Ibu dan Anak di Kota Semarang ini disesuaikan dengan tata guna lahan yaitu fasilitas kesehatan dan fasilitas pelayanan umum. e. Struktur Persyaratan struktur meliputi struktur pondasi, struktur badan bangunan dan struktur atap dengan pertimbangan fungsi ruang, tuntutan citra dan estetika, serta kondisi lingkungan. f. Utilitas Utilitas yang direncanakan bertujuan untuk mendukung Rumah Sakit Ibu dan Anak di Kota Semarang agar dapat berfungsi dengan baik berdasarkan faktor kebutuhan ruang dan kenyamanan bagi pengguna bangunannya. Untuk itu ada sistem utilitas yang diperlukan dalam bangunan Rumah Sakit Ibu dan Anak di Kota Kota Semarang, yaitu : 1) Sistem Kemanan 2) Sistem Penerangan 3) Jaringan Listrik 4) Jaringan Air Bersih 5) Drainase 6) Sistem Penghawaan 7) Sistem Komunikasi 8) Sistem Pemadam Kebakaran 9) Sistem Penangkal petir • Cara Data primer dari hasil wawancara dan observasi lapangan serta data sekunder dari studi literatur yang telah diperoleh kemudian dianalisa. Setelah dianalisa kemudian ditarik kesimpulan sebagai dasar perencanaan dan perancangan seperti diuraikan sebagai berikut: 1. Analisis dan Penampilan Data Analisa dilakukan sejak berada di lapangan dengan melakukan organisasi data dilanjutkan dengan menghubungkan antara satu dengan yang lain untuk kemudian diidentifikasi. Dalam rangka mengolah data yang telah dikumpulkan, digunakan teknik analisis logis untuk data yang bersifat kualitatif dalam bentuk uraian sistematis. Untuk mengolah data kuantitatif digunakan teknik analisis statistik dalam bentuk penyajian tabel atau grafik. Proses dalam melakukan analisis adalah : a) Melakukan reduksi data, merupakan proses seleksi, pemfokusan dan penyederhanaan, sehingga didapatkan data yang benar-benar diperlukan dalam proses perencanaan dan perancangan. b) Pendekatan-pendekatan, yang dilakukukan terhadap lima aspek, yaitu terhadap : 1) Aspek Fungsional Pendekatan yang dilakukan untuk menentukan pelaku kegiatan, jenis kegiatan, dan kelompok kegiatan, fasilitas hubungan kelompok, kapasitas dan program ruang. 2) Aspek kontekstual Memiliki keterkaitan antara bangunan yang direncanakan terhadap lingkungan atau tapak dimana bangunan tersebut direncanakan. 3) Aspek Kinerja Pendekatan terhadap bagaimana suatu bangunan dapat menjalankan aktifitas pelayanan medis dengan baik. 4) Aspek Teknis Pendekatan untuk menjelaskan permasalahan yang berkaitan dengan teknis bangunan. 5) Aspek Arsitektural Pendekaan terhadap aspek arsitektural yang akan menentukan konsep bangunan yang akan diterapkan. 2. Pengolahan Data Pengolahan data dilakukan dengan cara mengelompokoan data yang ada berdasarakan fungsi dan kegiatan yang terjadi di Rumah Sakit Ibu dan Anak di Kota Semarang tersebut, kelompok kegiatan pelayanan medis, kelompok kegiatan penunjang medis, kelompok kegiatan penelola, kelompok kegiatan servis, dan kelompok kegiatan pelengkap. 3. Kesimpulan Kesimpulan didapat dari analisa yang dipakai sebagai dasar untuk membuat design guidlines sebagai landasan perancangan. 1.5 Alur Pikir 1.6 SISTEMATIKA PEMBAHASAN Sistematika pembahasan dalam penyusunan Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur ini adalah sebagai berikut : BAB 1 PENDAHULUAN Menguraikan tentang latar belakang Rumah Sakit Ibu dan Anak di Kota Semarang, tujuan dan sasaran pembahasan, manfaat pembahasan, ruang lingkup pembahasan. metode pembahasan dan sistematika pembahasan. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Membahas tentang, tinjauan umum tentang Rumah Sakit Ibu dan Anak di Kota Semarang, yang menguraikan tentang pengertian, karakteristik, macam hiburan yang terdapat didalamnya, serta teori mengenai perancangan tapak, tinjauan terhadap studi kasus, serta tabel rekomendasi sebagai hasil analisa. BAB 3 DATA KOTA SEMARANG Menguraikan tentang tinjauan Kota Semarang mengenai peraturan dan kebijakan, tata guna lahan dan sarana prasarana kota BAB 4 KESIMPULAN, BATASAN DAN ANGGAPAN Berisi tentang batasan dan anggapan setelah mengerti permasalahan pada bab sebelumnya yang berfungsi membatasi pembahasan. BAB 5 PENDEKATAN PERENCANAAN DAN PERANCANGAN RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK Menguraikan tentang pendekatan program perencanaan dan perancangan bersifat analitis terhadap skala pelayanan, pendekatan pengelolaan, pendekatan pelaku dan aktifitas, pendekatan arsitektur bangunan, pendekatan sistem struktur dan utilitas, pendekatan arsitektur bangunan, pendekatan sistem struktur dan utilitas, pendekatan terhadap lokasi tapak dan lingkungan sekitar. BAB 6 PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK Menguraikan tentang rumusan konsep dasar perancangan Bangunan, serta progam ruang yang dibutuhkan yang disesuaikan dengan penekanan desain.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:26279
Deposited By:Admin Agus P arsitek
Deposited On:23 Feb 2011 10:18
Last Modified:23 Feb 2011 10:18

Repository Staff Only: item control page