PERBEDAAN KONSUMSI ENERGI –PROTEIN DAN STATUS GIZI PADA LANSIA YANG TINGGAL DI PANTI DAN NON PANTI

Eviyati Yuli Rianto, Eviyati Yuli Rianto (2005) PERBEDAAN KONSUMSI ENERGI –PROTEIN DAN STATUS GIZI PADA LANSIA YANG TINGGAL DI PANTI DAN NON PANTI. Undergraduate thesis, Program Studi Ilmu Gizi .

[img]
Preview
PDF - Published Version
96Kb
[img]PDF - Published Version
Restricted to Registered users only

209Kb

Abstract

Proses menua merupakan proses alamiah yang akan dialami oleh setiap individu. Di Indonesia, lansia ada yang tinggal di panti dan non panti. Lansia yang tinggal di panti biasanya memiliki kondisi ekonomi yang kurang baik karena sudah tidak ada keluarga yang mengurus mereka. Pada masa lansia sering terjadi kurang gizi yang dapat berpengaruh terhadap status kesehatan mereka. Lansia perlu dideteksi status gizi mereka secara dini agar dapat dilakukan perbaikan secepat mungkin. Salah satu alat yang dapat menilai status gizi dengan cepat dan efesien yaitu Mini Nutritional Assessment (MNA). Suatu penelitian dilaksanakan untuk mengetahui adakah perbedaan konsumsi energi–protein dan status gizi lansia di panti non panti yang diukur dengan menggunakan MNA. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatif dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan September 2004 di Panti Wredha Pucang Gading dan RW III kelurahan Barusari kecamatan Semarang Selatan. Sampel dalam penelitian berjumlah 74 pada masing – masing tempat. Sampel diambil secara acak sederhana. Kriteria sampel adalah berusia 60 tahun keatas, tidak sedang mengalami gangguan kesehatan dan kejiwaan yang memerlukan alat khusus, kooperatif , komunikatif dan tidak bed ridden. Data yang diperoleh meliputi karakteristik sampel (usia dan jenis kelamin), konsumsi energi, protein dan status gizi lansia yang diukur dengan menggunakan MNA. Analisis yang digunakan adalah uji Kolmogorof – Smirnov ,independent sampel t-test, Chi-square. Hasil penelitian menyatakan : 1. Lansia di panti : 87,5% wanita daan 82,4% pria mengkonsumsi energi dibawah AKG. Untuk protein proporsi tersebut adalah 52,5% dan 55,9%. 2. Lansia non panti : 65% wanita serta 52,9% pria mengkonsumsi energi, 22,5% wanita dan 26,5% pria mengonsumsi protein dibawah AKG. 3. Rerata IMT lansia dipanti dan non panti adalah 20,0 (±2,15) dan 22,1 (±2,12). Perbedaan tersebut secara statistik sangat bermakna ( t = -5,813 , p = 0,000 ) 4. Berdasarkan skor MNA, lansia dipanti dan non panti a) mengalami malnutrisi energi-protein adalah 43,2% vs 1,4% b) memiliki resiko malnutrisi adalah 48,6% vs 9,5% Perbedaan yang terjadi secara statistik sangat bermakna (x2= 98,679 , p = 0,000 ) Disarankan kepada pengelola panti untuk lebih meningkatkan kuantitas makanan yang disajikan pada para lansia dengan perhatian khusus pada mereka yang masuk kategori malnutrisi.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords:lansia, status gizi, Mini Nutritional Assessment
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Faculty of Medicine > Department of Nutrition Science
Faculty of Medicine > Department of Nutrition Science
ID Code:26205
Deposited By:Dian Widanarta
Deposited On:08 Feb 2011 09:01
Last Modified:08 Feb 2011 09:01

Repository Staff Only: item control page