PENGARUH LAMA PENYIMPANAN DAN JENIS AIR MINUM TERHADAP MUTU MIKROBIOLOGI

Diah Prita Hapsari, Diah Prita Hapsari (2005) PENGARUH LAMA PENYIMPANAN DAN JENIS AIR MINUM TERHADAP MUTU MIKROBIOLOGI. Undergraduate thesis, Program Studi Ilmu Gizi .

[img]
Preview
PDF - Published Version
55Kb
[img]PDF - Published Version
Restricted to Registered users only

159Kb

Abstract

Latar belakang : Masyarakat biasanya memperoleh air minum dengan memanaskan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sampai suhu 1000C, tetapi kualitas air baku dari PDAM kurang baik karena rentan pencemaran, maka lahir produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang lebih praktis. Harga AMDK yang mahal, menyebabkan muncul air minum isi ulang. Kualitas air minum sebaiknya memenuhi persyaratan secara mikrobiologi. Menurut KepMenKes No. 907/Menkes/SK/VII/2002 dan SNI 01-3553-1996, parameter mikrobiologi untuk air minum yaitu total bakteri, bakteri Coliform dan Escherichia coli. Waktu merupakan faktor yang paling penting dalam kecepatan pertumbuhan mikroba. Waktu penyimpanan yang lama menyebabkan kerusakan yang lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan dan jenis air minum terhadap mutu mikrobiologi air minum. Metode : Jenis penelitian adalah eksperimen dengan rancangan faktorial. Sampel meliputi air yang direbus diperoleh dari air PDAM, air minum dalam kemasan dan air minum isi ulang. Sampel dimasukkan ke botol yang disterilkan. Sampel diambil 1 kali dalam sehari sebanyak 3 buah, 1 sampel diuji pada hari ke 0 dan 2 sampel lain disimpan selama 3 dan 6 hari. Total bakteri diperoleh dengan metode Angka Lempeng Total, bakteri Coliform dan Escherichia coli menggunakan metode Most Probable Number. Analisis statistik menggunakan ANOVA dua arah dengan derajat kepercayaan 99%. Hasil : Total bakteri ketiga jenis air minum selama penyimpanan antara 1,6 x 102 – 3,5 x 102 koloni/ ml dengan rerata 2,2 x 102 koloni/ ml. Menurut SNI 01-3553-1996, total bakteri untuk air minum di pasaran maksimal 1 x 105. Bakteri Coliform pada ketiga jenis air minum selama penyimpanan 0 MPN/ 100 ml, sedangkan standar bakteri Coliform < 2 MPN/ 100 ml. Escherichia coli pada ketiga jenis air minum selama penyimpanan 0/ 100 ml dan standar Escherichia coli pada air minum harus 0/ 100 ml menurut KepMenKes No 907 tahun 2002. Tidak ada pengaruh lama penyimpanan, jenis air minum dan interaksi antara lama penyimpanan dan jenis air minum terhadap total bakteri air minum (p>0,01). Kesimpulan dan Saran : Ketiga jenis air minum aman untuk dikonsumsi sampai penyimpanan hari ke 6 berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 907/Menkes/SK/VII/2002 dan Standar Nasional Indonesia (SNI) 01-3553-1996. Tidak ada pengaruh lama penyimpanan, jenis air minum dan interaksi antara lama penyimpanan dan jenis air minum terhadap total bakteri air minum. Hendaknya menyimpan air minum dalam keadaan tertutup, selain itu perlu dilakukan pengujian mutu mikrobiologi air minum bila disimpan dalam keadaan terbuka. Penelitian bakteri indikator sanitasi lain seperti Streptococci fekal dan parameter mikrobiologi lain seperti Salmonella dan Clostridium perfringens.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords:Lama Penyimpanan, Jenis Air Minum, Mutu Mikrobiologi
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Faculty of Medicine > Department of Nutrition Science
Faculty of Medicine > Department of Nutrition Science
ID Code:26198
Deposited By:Dian Widanarta
Deposited On:07 Feb 2011 09:00
Last Modified:07 Feb 2011 09:00

Repository Staff Only: item control page