GAMBARAN STATUS GIZI PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN HEMODIALISIS (Studi pada Sembilan Kasus Penderita Gagal Ginjal Kronik dengan Hemodialisis di RS Panti Wilasa Citarum Semarang)

Etika Ratna Noer , Etika Ratna Noer (2006) GAMBARAN STATUS GIZI PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN HEMODIALISIS (Studi pada Sembilan Kasus Penderita Gagal Ginjal Kronik dengan Hemodialisis di RS Panti Wilasa Citarum Semarang). Undergraduate thesis, Program Studi Ilmu Gizi .

[img]
Preview
PDF - Published Version
48Kb
[img]PDF - Published Version
Restricted to Registered users only

111Kb

Abstract

Latar Belakang : Penderita Gagal Ginjal Kronik (GGK) dengan Hemodialisis (HD) beresiko terjadi malnutrisi. Malnutrisi dan asupan energi protein yang tidak adekuat berhubungan erat dengan morbiditas dan mortalitas. Penilaian dan pemantauan status gizi, pada penderita perlu dilakukan agar keadaan malnutrisi dapat dicegah. Penilaian tersebut dapat dilakukan dengan mengamati asupan energi dan protein, penilaian dengan Subjective Global Assesment (SGA) serta pengukuran antropometri. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan status gizi penderita GGK dengan HD. Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif yang dilaksanakan di Unit Dialisis RS Panti Wilasa Citarum Semarang pada bulan Oktober 2005. Sampel dalam penelitian ini berjumlah sembilan orang yang diambil secara purposive. Kriteria inklusi adalah penderita GGK rawat jalan yang menjalani hemodialisis, tidak bed ridden dan tidak sedang hamil. Data yang diperoleh meliputi karakteristik responden, tingkat kecukupan energi dan protein, serta status gizi yang diukur dengan menggunakan SGA, IMT (Indeks Massa Tubuh), LLA (lingkar Lengan Atas), TLT (Tebal Lemak Trisep) dan LOLA (Lingkar Otot Langan Atas) . Hasil : Responden terdiri enam orang pria dan tiga orang wanita. Rerata umur responden 42,9  10,05 (antara 28 – 55 tahun). Rerata lama HD 27  36,62 (antara 2 – 120 bulan). Penyebab penyakit ginjal disebabkan oleh hipertensi (tujuh orang) dan post operasi batu ginjal (dua orang). Semua responden menjalani HD 2x/minggu, dengan durasi 4 - 5 jam setiap HD. Berdasarkan tingkat kecukupan energi, lima responden tergolong cukup dan empat orang tergolong kurang. Berdasarkan tingkat kecukupan protein, tiga responden tergolong cukup dan enam orang tergolong kurang. Berdasarkan SGA, responden yang memiliki status gizi baik (enam orang) dan malnutrisi sedang (tiga orang). Berdasarkan IMT, responden yang tergolong gizi kurang (dua orang), status gizi normal (empat orang), dan status gizi lebih (tiga orang). Berdasarkan LLA, responden yang tergolong status gizi kurang (tiga orang), dan status gizi normal (enam orang). Berdasarkan TLT, responden yang tergolong manutrisi ringan (satu orang), malnutrisi sedang (satu orang), malnutrisi berat (lima orang) dan status gizi normal (dua orang). Berdasarkan LOLA, responden yang tergolong malnutrisi ringan (lima orang), malnutrisi sedang (dua orang), dan status gizi normal (dua orang). Simpulan : Penilaian tingkat kecukupan energi dan protein, pengukuran SGA, IMT, TLT, LLA, dan LOLA bermanfaat untuk memprediksi status gizi pasien GGK dengan HD.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords:Hemodialisis, status gizi, Subjective Global Assesment, antropometri
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Faculty of Medicine > Department of Nutrition Science
Faculty of Medicine > Department of Nutrition Science
ID Code:26164
Deposited By:Dian Widanarta
Deposited On:04 Feb 2011 09:14
Last Modified:04 Feb 2011 09:14

Repository Staff Only: item control page