HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU DAN LAMA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN PENYAKIT INFEKSI DAN STATUS GIZI BAYI USIA 1 - 6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BUGANGAN KECAMATAN SEMARANG TIMUR

Aries Dian Pertiwi , Aries Dian Pertiwi and Wirawanni, Yekti (2006) HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU DAN LAMA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN PENYAKIT INFEKSI DAN STATUS GIZI BAYI USIA 1 - 6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BUGANGAN KECAMATAN SEMARANG TIMUR. Undergraduate thesis, Program Studi Ilmu Gizi .

[img]
Preview
PDF - Published Version
97Kb
[img]PDF - Published Version
Restricted to Registered users only

518Kb

Abstract

Latar belakang : Pemberian ASI eksklusif berhubungan dengan penyakit infeksi dan status gizi. Ibu merupakan orang yang paling berpengaruh dalam pengasuhan anak termasuk pemberian ASI. Faktor yang mempengaruhi pemberia ASI eksklusif antara lain pendidikan, pengetahuan dan pekerjaan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik ibu meliputi pendidikan, pengetahuan dan pekerjaan ibu dengan lama pemberian ASI eksklusif, mengetahui hubungan lama pemberian ASI eksklusif dengan penyakit infeksi dan status gizi bayi usia 1-6 bulan. Metode Peneletian : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional. Sampel adalah bayi usia 1 – 6 bulan diwilayah kerja Puskesmas Bugangan Semarang Timur, dengan kriteria sampel sudah tidak ASI eksklusif dan sampel tinggal serumah dengan responden. Responden adalah ibu kandung dari sampel. Besar minimal sampel adalah 40 bayi, menggunakan sample random sampling. Pengambilan data karakteristik ibu, lama pemberian ASI dan penyakit infeksi dilakukan dengan wawancara kepada responden. Data status gizi ditentukan dengan indeks BB/U (Z-score WHO_NCHS) dimana berat badan diambil dengan cara penimbangan berat badan pada bayi. Analisis data menggunakan program SPSS versi 11,5. Uji yang digunakan untuk menganalisis hubungan 2 variabel menggunakan Rank Spearman’s Hasil Penelitian : Lebih dari separuh pendidikan dan pengetahuan ibu sudah cukup baik. Sebagian besar ibu (65 %) tidak bekerja. Rata-rata lama pemberian ASI eksklusif relatif pendek (1,6 ± 1,12 bulan), sehingga sampel cenderung mengalami penyakit infeksi yang akan mempengaruhi status gizi. Tidak ada hubungan pendidikan ibu (r= 0,194 ; p= 0,232), pengetahuan ibu (r= 0,156 ; p= 0,337) dan pekerjaan ibu (r= 0,077 ; p= 0,635) dengan lama pemberian ASI. Ada hubungan lama pemberian ASI eksklusif dengan frekuensi kejadian sakit (r= -0,376 ; p= 0,017) dan lama kejadian sakit (r= -486 ; p= 0,001). Ada hubungan lama pemberian ASI eksklusif status gizi (r= 0,321 ; p= 0,043). Ada hubungan frekuensi sakit (r= -0,413 ; p= 0,008) dan lama kejadian sakit (r= -0,341; p= 0,031) dengan status gizi Kesimpulan : Pendidikan, pengetahuan dan pekerjaan ibu tidak berhubungan dengan lama pemberian ASI eksklusif. Semakin lama pemberian ASI eksklusif semakin rendah kemungkinan terjadinya penyakit infeksi. Bayi yang lebih lama diberi ASI eksklusif mempunyai status gizi yang lebih baik. Saran : Meningkatkan pemahaman ibu tentang pemberian ASI eksklusif, penyakit infeksi dan status gizi serta perlu dilakukan penelitian tentang faktor-faktor lain yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif seperti faktor psikologi ibu, sosial ekonomi, lingkunan dan media informasi serta keadaan kesehatan ibu dan bayi.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords:ASI eksklusif, status gizi, penyakit infeksi dan karakteristik ibu
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Faculty of Medicine > Department of Nutrition Science
Faculty of Medicine > Department of Nutrition Science
ID Code:26158
Deposited By:Dian Widanarta
Deposited On:02 Feb 2011 14:41
Last Modified:08 Sep 2012 07:36

Repository Staff Only: item control page