PERILAKU IDU (INTRAVENOUS DRUG USERS) DALAM MENGHADAPI BAHAYA HIV/AIDS (STUDI KULITATIF DI KOTA DENPASAR) INTRAVENOUS DRUG USERS (IDU)

ASMARA PUTRA , ANAK AGUNG GEDE BAGUS (2003) PERILAKU IDU (INTRAVENOUS DRUG USERS) DALAM MENGHADAPI BAHAYA HIV/AIDS (STUDI KULITATIF DI KOTA DENPASAR) INTRAVENOUS DRUG USERS (IDU). Undergraduate thesis, Faculty of Public Health.

[img]
Preview
PDF - Published Version
12Kb

Official URL: http://www.fkm.undip.ac.id

Abstract

Kasus HIV/AIDS di kalangan IDU(Intravenous Drug Users) terus meningkat dari tahun ke tahun. Secara nasional sampai akhir Maret 2003, IDU menduduki peringkat kedua setelah hubungan seksual sebagai faktor risiko tertinggi penularan HIV/AIDS. Di Bali dan Kota Denpasar IDU merupakan faktor risiko tertinggi pertama penularan HIV/AIDS. Peningkatan kasus ini bisa menjadi masalah serius jika tidak ada langkah pencegahan dan penanggulangannya, karena penyebaran HIV di kalangan IDU sangat cepat.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran perilaku IDU dalam menghadapi bahaya HIV/ADIS di Kota Denpasar. Jenis penelitan ini adalah penelitian kualitatif. Subyek penelitian adalah pengguna narkoba suntikan yang ada di wilayah Kota Denpasar dan dipilih secara purposive dengan sistem bola salju (Snowball Chain Sampling). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1). Pengetahuan subyek tentang narkoba dan HIV/AIDS masih kurang, mereka hanya mengetahui apa yang pernah mereka pakai sebagai narkoba sedang jenis lainnya tidak, sebagian besar (5 dari 8 orang)subyek tidak mengetahui penyebab,tanda-tanda,dan pengobatan HIV/AIDS, hampir semua (7 dari 8 orang)subyek mengetahui 2 cara penularan dan pencegahan HIV/AIDS. (2) Hampir semua subyek akan tetap bergaul dengan temannya yang menderita HIV/AIDS, dan tidak setuju kalau penderita HIV/AIDS diisolasi/dikarantina, hampir semuanya setuju dengan pemberian jarum suntik gratis. (3) Dalam praktiknya hampir semua subyek pernah bergantian jarum suntik sebelum menjadi KD (Kelompok Dampingan) di Yayasan Hati-hati, dan membuang jarum bekas pakai ke tempat sampah/lubang WC, tapi setelah menjadi KD mereka menyimpannya untuk ditukarkan dengan yayasan, semuanya mencampur obat dengan air aqua/leding, setengahnya pernah masuk penjara dan sempat berhenti memekai narkoba namun kembali lagi memakai setelah keluar dari penjara, semua subyek belum pernah tes HIV. Setelah dilakukan 5 teknik analisis kualitatif, peneliti menemukan bahwa walaupun ada pemberian jarum suntik gratis oleh Yayasan Hati-hati namun IDU tetap berbagi jarum (Sharing needle) dengan sesama IDU lainnya, karena rasa kebersamaan dan diterima sebagai anggota kelompok (in group) di kalangan IDU lebih memacu/mensugesti mereka untuk memakai jarum suntik secara bersama-sama dan bergantian. Kata Kunci: IDU, HIV/AIDS, Perilaku INTRAVENOUS DRUG USERS (IDU) BEHAVIOUR IN FACING HIV/AIDS HAZARD (QUALITATIVE STUDY IN DENPASAR CITY-BALI) HIV/AIDS case in IDU's circle is getting increase from year to year. Nationally up to the last March 2003. IDU sat on the second grade following sexual transmission as the higest factor of HIV/AIDS spreding. The increaseing of this case can be a serious problem if there is no prevention action and its tackling, because the spreding of HIV in IDU's circle is very fast. The aim of this research is to know IDU behaviour discription in facing HIV/AIDS hazard. Kind of this research is a Qualitative research. The subject of research is the Intravenous Drug Users in Denpasar city and chosen as porposive with snowball chain sampling. data collecting was conducted with indepth interview and observation. The result of research indicates that : (1). The subject's knowledge about narkotic and HIV/AIDS is still now, they only know what they have ever used as a narkotics meanwhile they do not know the ather kinds, mostly (5 of 8 persons) subject do not know the cause, symptom and treatment ot HIV/AIDS, almost all (7 of 8 persons) know two ways of HIV/AIDS spreding and prevention. (2) almost all of subject will keep associating with their friend suffering from HIV/AIDS and they not agree if the victim of HIV/AIDS is isolated/quarantined, almost all of them agree with the giving of hypodermic needle freely. (3) In the practice, almost all of subjects ever use hypodermic needle by turn before becoming KD (Associated group) in the foundation Of Hati-hati and trow used hypodermic needle to dust bin/WC, however after becoming KD they keep it to be exhanged with the foundation, all of the drug mixed with aqua waer/running water, half of them have ever been imprisoned and ever stoped to use narcotics, but they use it again after getting out from jail, all subjects haven't ever go HIV/AIDS test. After conducting 5 qualitative techniques, the researcher found that although there is giving hypodermic needle freely by Yayasan Hati-hati, however they are still sharing needle with other IDU's, because togetherness and accepted feeling as a group member (in group) in IDU circle will be motivate/give sugestion to them, for using hypodermic needle together and by turns. Keyword: IDU, Narcotics, HIV/AIDS, Behaviour

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:Faculty of Public Health > Department of Public Health
ID Code:26135
Deposited By:admin FKM undip
Deposited On:01 Feb 2011 10:58
Last Modified:01 Feb 2011 10:58

Repository Staff Only: item control page