EVALUASI KINERJA LINGKUNGAN INDUSTRI KECIL MENENGAH TAHU (Study Kasus : Dukuh Pesalakan, Desa Adiwerna, Kab. Tegal)

Firdaus, R. Dimas Khamdan (2010) EVALUASI KINERJA LINGKUNGAN INDUSTRI KECIL MENENGAH TAHU (Study Kasus : Dukuh Pesalakan, Desa Adiwerna, Kab. Tegal). Masters thesis, Magister Ilmu Lingkungan.

[img]
Preview
PDF - Published Version
156Kb

Abstract

Abstrak Industri saat ini mendasarkan pada prinsip pembangunan yang berkelanjutan yang salah satunya adalah dengan menerapkan effisiensi dan konservasi terhadap penggunaan sumberdaya alam, mengurangi limbah yang terbentuk dan energy yang dipakai. Salah satu industry rumah tangga yang menjadi sorotan adalah industry kecil menengah tahu yang terletak di Desa Pesalakan, dengan jumlah pengrajin tahu ±330 maka hal ini tentunya menjadi perhatian akan dampak yang ditimbulkan yaitu berupa limbah. Para pengrajin tahu yang ada di Desa Pesalakan melakukan proses produksi berdasarkan kebiasaan pendahulunya, atau bisa dikatakan selama proses pembuatan tahu tidak ada inovasi dan kreatifitas pengrajin untuk merubah atau mengembangkan proses produksi agar proses produksi lebih optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengkaji kinerja lingkungan Industri tahu yang telah menerapkan Produksi Bersih (PB) dan yang belum terkait adanya inefisiensi pada setiap tahapan proses produksinya pada industri tahu tradisional di pesalakan, Adiwerna. Metode yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja adalah dengan cara membandingkan antara pengrajin yang telah dan belum menerapkan PB dari perhitungan neraca masa keduanya. Dari hasil penelitian yang didapat Jumlah produk yang dihasilkan untuk 5 kg kedelai yang telah menerapkan PB sejumlah 273 pis tahu sedangkan yang belum menerapkan 200 pis tahu. Kebutuhan air untuk pengrajin yang sudah menerapkan PB sebanyak 90,1 liter dengan limbah yang dihasilkan sebanyak 71,1 liter sedangkan yang belum menggunakan PB sebanyak 113,18 liter dengan menghasilkan limbah sebanyak 94,8 liter. Penggunaan listrik selama proses pembuatan tahu dengan kapasitas 5 kg untuk yang telah menerapkan PB sebanyak 0,46 kWh sedangkan untuk yang belum menerapkan sebanyak 0,89 kWh. Untuk yang telah menerapkan PB dan yang belum menerapkan PB selisihnya sedikit yaitu 19,59 kg dan 20,95 kg untuk satu kali proses. Jika dilihat dari effisiensi kinerja, maka waktu pengrajin untuk menyelesaikan satu kali proses pembuatan tahu dibutuhkan waktu 45 menit untuk pengrajin yang telah menerapka PB sedangkan yang belum menerapkan PB waktu yang dibutuhkan adalah 60 menit. Sedangkan diri sisi lingkungan limbah padat yang ternbentuk dijual untuk pakan ternak sedangkan limbah cair di buang ke IPAL dan kemudian di olah menjadi gas. Polusi karbon dioksida di udarapun dapat diminimalisir dengan menggunakan konsep PB yaitu 216 kg CO2 untuk pengrajin yang belum menerapkan PB sedangkan yang sudah menerapkan PB sebanyak 144 kg CO2 untuk tiap harinya. Kata kunci: Produksi bersih, minimalisasi limbah,efisiensi.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Environmental Science
ID Code:26067
Deposited By:ms Hastomo Agus
Deposited On:28 Jan 2011 08:40
Last Modified:28 Jan 2011 08:40

Repository Staff Only: item control page