KAJIAN SEBARAN PARTIKULAT CEROBONG BOILER BATUBARA DI LINGKUNGAN AMBIEN (STUDI KASUS DI PT. APAC INTI CORPORA BAWEN, KABUPATEN SEMARANG)

Sudalma, Sudalma (2010) KAJIAN SEBARAN PARTIKULAT CEROBONG BOILER BATUBARA DI LINGKUNGAN AMBIEN (STUDI KASUS DI PT. APAC INTI CORPORA BAWEN, KABUPATEN SEMARANG). Masters thesis, Magister Ilmu Lingkungan.

[img]
Preview
PDF - Published Version
23Kb

Abstract

ABSTRAK Pemakaian batubara sebagai bahan bakar boiler menghasilkan abu terbang (fly ash) dan abu dasar (bottom ash). Fly ash yang diemisikan ke udara sebagai partikulat dapat menyebabkan pencemaran udara, mengakibatkan terjadinya penyakit dan mengganggu estetika serta dapat menyebabkan terjadinya keluhan dan komplain dari masyarakat. Penelitian bertujuan untuk melakukan kajian sebaran partikulat (TSP) dari emisi cerobong boiler batubara di lingkungan ambien berdasarkan pengukuran dan pendekatan Gaussian sehingga dapat dibuktikan keluhan masyarakat karena adanya sebaran partikulat. Penelitian dilakukan dengan mengukur kadar partikulat di cerobong boiler batubara dan di lingkungan ambien dengan menggunakan metode gravimetri. Penetuan lokasi di ambien dilakukan dengan variasi arah (delapan penjuru mata angin) dan jarak dari cerobong yaitu pada jarak kurang dari 100 m, jarak 300 – 500 m, dan jarak 700 – 1100 m serta menghindari adanya faktor pengganggu akibat aktifitas masyarakat seperti transportasi dan pembakaran sampah. Pengambilan sampel dilakukan selama 1 jam di lokasi searah dengan arah angin dominan untuk mengetahui sebaran maksimum di ambien serta di lokasi berlawanan dengan arah angin sebagai kontrol konsentrasi. Untuk mengetahui persepsi masyarakat dilakukan wawancara dengan narasumber yang bertempat tinggal di wilayah penelitian. Arah angin dominan pada saat dilakukan penelitian dari timur laut hingga tenggara. Kecepatan angin rerata kurang dari 2 m/dt dengan intensitas matahari sedang hingga tinggi maka stablitas atmosfir adalah stabilitas B . Kadar partikulat (TSP) hasil pengukuran di lingkungan ambien di sebelah barat daya hingga barat laut dari sember emisi pada jarak kurang dari 100 m adalah 186 – 242 µg/m3, jarak 300 – 500 m adalah 97 – 129 µg/m3 dan jarak 700 – 1100 m adalah 60 – 70 µg/m3. Konsentrasi partikulat (TSP) di pemukiman yang searah dengan angin dominan di Desa Bapang, Sekuro, Gandekan dan Glodogan sebesar 60 – 70 µg/m3. Kadar partikulat di lokasi berlawanan dengan angin dominan di Desa Harjosari sebesar 30 – 36 µg/m3. Dengan acuan Baku Mutu TSP di ambien 230 µg/m3, maka keluhan di masyarakat tentang sebaran partikulat di pemukimannya tidak terbukti. Verifikasi konsentrasi partikulat menurut dispersi Plume Gaussian dengan hasil pengukuran pada arah angin dominan dilakukan dengan paired samples T-test menunjukkan bahwa populasi keduanya sama, maka sebaran partikulat (TSP) di wilayah penelitian mengikuti pendekatan dispersi Plume Gaussian. Untuk mengetahui sebaran yang dikeluhkan masyarakat, dibuat prediksi sebaran menggunakan Dispersi Plume Gaussian dengan memperhatikan data BMKG Semarang bahwa angin menuju ke permukiman di sebelah timur hingga selatan sebesar 8 % diperoleh gambaran bahwa kontribusi partikulat (TSP) maksimum di pemukiman tersebut dengan jarak 150 – 200 m sebesar 73 – 115 µg/m3 sehingga memungkinkan terjadinya keluhan di masyarakat bila angin menuju ke arah pemukiman tersebut. Keluhan sebaran partikulat di masyarakat lebih sering disebabkan karena adanya sebaran sesaat, sehingga perlu adanya peraturan Baku Mutu yang melindungi estetika (secondary standard) sebagai acuan dalam penyelesaian kasus keluhan akibat sebaran sesaat. Kata kunci : Sebaran partikulat, emisi, dispersi Gaussian, persepsi masyarakat. Abstract The use of coal as boiler fuel produce fly ash and bottom ash. Fly ash emitted into the air as particulates can cause air pollution, resulting in disease and interfere with aesthetics and can lead to complain from the public. The study aims to assess the distribution of particulates from the boiler stack in the environment based on the measurement and Gaussian approach. The study was conducted by measuring the concentration of particulates in the boiler flue gas and the ambient environment by using gravimetric method. There is a cap on the chimney. Determination locations in the ambient done by varying the direction (eight cardinal points) and distance from the chimney that is at a distance of less than 100 m, a distance of 300-500 m, and distance of 700-1100 m and avoid any confounding factors due to community activities such as transportation and garbage combustion. Samples were taken for 1 hour to determine the maximum distribution of particulates on ambient. To know the public perception of interviews were conducted with resource persons residing in the study area. Measuring particulates concentration in the ambient in the downwind area at a distance of less than 100 m is 186-242 μg/m3, 300-500 m is 97-129 μg/m3 and 700-1100 m is 60-70 μg/m3 . concentration of particulate (TSP) in the Bapang, Sekura, Gandekan and Glodogan village are 60 – 70 μg/m3. Standard of TSP in the ambient is 230 μg/m3, so the complaint in the community about the distribution of particulate is not proven. Verification the concentration particulate by Gaussian Plume dispersion with the result of measurement on the downwind area by paired samples T-test showed that the population are same, then particulate distribution in the study area follows Gaussian Plume dispersion. Prediction of particulate distribution using Gaussian Plume disperse by considering data BMKG Semarang that wind toward the area in the east to the south of 8 % shows the particulate distribution to 150 – 200 m from the source are 73 – 115 μg/m3. Complain about particulate distribution in the community often caused by temporary distribution. Standard or air quality is no to protect temporary distribution. Secondary standard is needed to protect aesthetics in the community causing by temporary particulate distribution. Keywords: Distribution of particulate, emissions, Gaussian Plume dispersion, community perception.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Environmental Science
ID Code:26066
Deposited By:ms Hastomo Agus
Deposited On:28 Jan 2011 08:32
Last Modified:28 Jan 2011 08:32

Repository Staff Only: item control page