Pembingkaian Kompas dan Suara Merdeka Mengenai Kontroversi Dana Talangan (Bail Out) Bank Century (Analisis Framing terhadap Pemberitaan Kompas dan Suara Merdeka)

Satya Windranuari , Satya Windranuari (2010) Pembingkaian Kompas dan Suara Merdeka Mengenai Kontroversi Dana Talangan (Bail Out) Bank Century (Analisis Framing terhadap Pemberitaan Kompas dan Suara Merdeka). Undergraduate thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF
89Kb

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bingkai yang dibentuk oleh Kompas dan Suara Merdeka mengenai kebijakan pengucuran dana talangan (bail out) Bank Century. Tipe penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan analisis framing yang dikembangkan oleh Zhongdang Pan & Gerald M. Kosicki. Perangkat framing berupa sintaksis, skrip, tematik dan retoris digunakan untuk melihat kecenderungan Kompas dan Suara Merdeka dalam mengkonstruksikan peristiwa ini. Untuk menjelaskan bagaimana media massa mengkonstruksikan realitas, digunakan teori konstruksi sosial Peter Berger dan Thomas Luckmann yang diaplikasikan ke dalam konteks media massa yang disebut dengan teori konstruksi sosial media massa (Bungin, 2008:194). Teori ini menjelaskan mengenai pembentukan realitas melalui proses eksternalisasi, objektivasi dan internalisasi yang secara simultan membentuk konstruksi mengenai dana talangan Bank Century dalam sebuah pemberitaan yang telah terikat dengan ideologi masing-masing media. Pamela J. Shoemaker dan Stephen D. Resse mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan redaksi untuk menghasilkan berita ke dalam level individual, level rutinitas media (media routine), level organisasi dan level ekstramedia (Sudibyo, 2001:7-12). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompas memberikan tempat bagi pihak-pihak yang saling bertentangan karena kebijakan ini dan lebih menonjolkan solusi terhadap permasalahan yang menjadi kontroversi ini. Model pemberitaan lain yang mendukung sikap Kompas dengan menonjolkan sisi human interest yang sifatnya tidak substansial terhadap kasus dana talangan Bank Century. Munculnya isu agenda pemanggilan presiden berarti membuka peluang bagi Kompas untuk mengarahkan kasus ini ke latar politik. Tetapi dilihat dari model pemberitaannya, Kompas mencoba mengarahkan isu ke ranah ekonomi, yang menitikberatkan pada aliran dana dan kalkulasi ekonomi. Sedangkan pencitraan yang cenderung negatif terhadap pihak yang pro-bail out semakin menguatkan opini bahwa Suara Merdeka berada pada posisi yang menentang adanya kebijakan ini. Konsistensi Suara Merdeka diperlihatkan dalam pemberitaan setelah kesimpulan sementara pansus century mengarah kepada adanya indikasi pelanggaran dalam kebijakan ini. Suara Merdeka membawa peristiwa ini melalui latar politik yang bisa dilihat dari isu pencopotan Sri Mulyani, impeachment, citra inkonsisten partai pendukung bail out dan beberapa koherensi pembeda yang melemahkan argumentasi pihak yang memberikan dukungan terhadap kebijakan ini. Suara Merdeka lebih menekankan unsur who, dengan memberikan repetisi terhadap tanggung jawab presiden atas penyelesaian kasus ini. Kata kunci: konstruksi realitas,framing, dan media massa.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions:Faculty of Social and Political Sciences > Department of Communication
ID Code:26057
Deposited By:Jurusan Ilmu Komunikasi Fisip Undip
Deposited On:27 Jan 2011 14:28
Last Modified:27 Jan 2011 14:28

Repository Staff Only: item control page