Hubungan Asupan Lemak dan Aktivitas Fisik dengan Profil Lipid Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di RSUD dr.M.Ashari Pemalang

Lili Nurmawati, Lili Nurmawati (2008) Hubungan Asupan Lemak dan Aktivitas Fisik dengan Profil Lipid Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di RSUD dr.M.Ashari Pemalang. Undergraduate thesis, Program Studi Ilmu Gizi .

[img]
Preview
PDF - Published Version
58Kb
[img]PDF - Published Version
Restricted to Registered users only

259Kb

Abstract

Latar Belakang : Diabetes mellitus merupakan penyakit kronik dan progresif yang dapat mengakibatkan ketidaknormalan fraksi lipid dalam darah, yang dihubungkan dengan risiko penyakit kardiovaskular. Pengendalian kadar lipid darah dapat menurunkan risiko penyakit tersebut. Penelitian observasional membuktikan bahwa pasien yang menjalankan diet sesuai kebutuhan tubuh dan dengan meningkatkan aktivitas fisik dapat menurunkan kejadian penyakit kardiovaskular. Modifikasi diet dengan mengurangi proporsi lemak jenuh dan kolesterol serta didukung peningkatan aktivitas fisik secara rutin dan teratur dapat mengendalikan kadar kolesterol dan trigliserida darah. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan lemak dan aktivitas fisik dengan profil lipid pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Metode : Penelitian jenis eksplanatory dengan pendekatan cross sectional pada 30 orang yang baru didiagnosis diabetes mellitus di klinik rawat jalan rumah sakit dr. M.Ashari Pemalang. Asupan lemak yang meliputi asupan lemak total, lemak jenuh, lemak tidak jenuh ganda (PUFA), lemak tidak jenuh tunggal (MUFA) dan kolesterol diperoleh dengan menggunakan food frequency questionnaire (FFQ) semi kuantitatif. Aktivitas fisik diukur menggunakan skor yang diperoleh melalui kuesioner. Profil lipid darah diperoleh dari catatan medis pasien. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment . Hasil : Sebesar 66,7% subjek memiliki kadar kolesterol total lebih dari 200md/dl, 43,3% subjek memiliki kadar kolesterol HDL lebih rendah dari 45 mg/dl, 80% subjek memiliki kadar kolesterol LDL lebih dari 100 mg/dl, dan 50% subjek memiliki kadar trigliserida lebih dari 150 mg/dl serta 70% subjek masih memiliki tingkat aktivitas fisik yang rendah. Sebesar 100 % subjek memiliki asupan lemak total > 30% dari total energi, 100% memiliki asupan lemak jenuh > 10% dari total energi, 66,7% subjek memiliki asupan lemak tidak jenuh ganda (PUFA) > 7% dari total energi dan 100% subjek memiliki asupan lemak tidak jenuh tunggal (MUFA) < 15 % dari total energi. Asupan lemak total berhubungan dengan kadar kolesterol total (r= 0,423, p= 0,020) dan kolesterol LDL (r=0,464 ,p=0,010). Asupan lemak jenuh berhubungan dengan kadar kolesterol total (r=0,345, p=0,016) dan kolesterol LDL (r=0,449, p=0,013)..Asupan lemak tidak jenuh ganda berhubungan dengan kadar kolesterol HDL (r= 0,457, p= 0,011) dan trigliserida (r= -0,475, p= 0,008). Asupan lemak tidak jenuh tunggal berhubungan dengan kolesterol LDL (r=0,363, p=0,049). Aktivitas fisik berhubungan dengan kadar kolesterol HDL ( r= 0,385, p=0,036) dan trigliserida (r=-0,436, p=0,016). Kesimpulan : Asupan lemak yang sesuai kebutuhan dikombinasikan dengan aktivitas fisik secara teratur dan kontinyu dapat menjaga kadar lipid dalam darah.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords:Asupan lemak, Aktivitas fisik, Profil lipid, Diabetes mellitus
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Faculty of Medicine > Department of Nutrition Science
Faculty of Medicine > Department of Nutrition Science
ID Code:26016
Deposited By:Dian Widanarta
Deposited On:26 Jan 2011 10:42
Last Modified:26 Jan 2011 10:42

Repository Staff Only: item control page