Hubungan Asupan Karbohidrat dengan Perubahan Tekanan Karbon Dioksida (PaCO2) pada Pasien Kritis

Ana Yuliah Rahmawati , Ana Yuliah Rahmawati (2008) Hubungan Asupan Karbohidrat dengan Perubahan Tekanan Karbon Dioksida (PaCO2) pada Pasien Kritis. Undergraduate thesis, Program Studi Ilmu Gizi .

[img]
Preview
PDF - Published Version
56Kb
[img]PDF - Published Version
Restricted to Registered users only

209Kb

Abstract

Latar belakang : Pasien yang berada dalam kondisi kritis berada dalam kondisi hipermetabolik, di mana umumnya terdapat paling sedikit satu gagal fungsi organ yang berat dan adanya sepsis atau SIRS (Systemic Inflammatory Response Syndrome). Pasien kritis dapat mengalami asupan makan yang tidak adekuat. Kekurangan makan menyebabkan malnutrisi dan asupan karbohidrat yang berlebihan dapat meningkatkan hasil metabolisme karbohidrat yaitu CO2 yang akan mempengaruhi pasien dalam bentuk gangguan pernafasan terutama pada pasien dengan respirator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan karbohidrat dengan perubahan PaCO2. Metode : Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian dilaksanakan di ruang ICU RS dr.Karyadi Semarang. Sampel yang diambil yaitu semua subyek yang dirawat di Ruang ICU dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi serta dibatasi dalam jangka waktu satu bulan. Subyek penelitian adalah kelompok usia dewasa minimal berusia 18 tahun baik laki-laki ataupun perempuan dengan kriteria inklusi mengalami gagal nafas, menggunakan ventilator, menerima makanan enteral atau kombinasi makanan enteral/parenteral. Kriteria eksklusinya adalah pasien dengan kegagalan multi organ. Data yang dikumpulkan adalah umur, tinggi lutut, lama menggunakan ventilator, lama pemberian makanan enteral/parenteral, data asupan energi, protein, lemak dan karbohidrat, data perubahan PaCO2, PaO2 dan pH darah arteri. Analisis data dengan tes Kolmogorof Smirnov, korelasi PPM / Rank Spearman dan Partial. Hasil : Asupan energi sampel sebagian besar ( 52,6 % ) termasuk dalam kategori rendah, asupan protein, lemak dan karbohidrat sebagian besar dalam kategori cukup. Masing-masing nilainya sebesar 68,4 %, 63,2 % dan 73,7 %. PaCO2 pada sampel pada hari 1 dan 2 sebagian besar (57,9 % dan 47,4 %) termasuk dalam kategori rendah. PaO2 pada hari 1 dan 2 sebagian besar (57,9 % dan 68,4 %} termasuk dalam kategori tinggi. pH pada hari 1 dan 2 sebagian besar masuk dalam kategori normal (47,4 % dan 63,2 %). Tidak ada hubungan antara asupan karbohidrat dengan perubahan PaCO2 (r= 0,084, p value = 0,734). Umur berhubungan dengan perubahan PaCO2 dengan p = 0,049 dan r= 0,457. Tidak ada hubungan antara asupan karbohidrat dan perubahan PaCO2 yang dikontrol umur, lama menggunakan ventilator dan lama pemberian makanan enteral (r = 0,044 , p = 0,871). Simpulan : Dengan pengamatan 24 jam pada jumlah subyek yang terbatas, tidak ada hubungan antara asupan karbohidrat dengan perubahan PaCO2.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords:asupan karbohidrat, tekanan karbon dioksida (PaCO2), makanan enteral/parenteral, pasien kritis
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Faculty of Medicine > Department of Nutrition Science
Faculty of Medicine > Department of Nutrition Science
ID Code:25995
Deposited By:Dian Widanarta
Deposited On:25 Jan 2011 10:01
Last Modified:11 May 2011 19:54

Repository Staff Only: item control page