Sensitivitas dan Spesifisitas Penilaian Status Gizi Berdasarkan Antropometri, Subjective Global Assessment dan Kekuatan Genggam Pada Pasien Sirosis Hati di RSUD Banyumas dan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto

Rizki Warastuti, Rizki Warastuti (2008) Sensitivitas dan Spesifisitas Penilaian Status Gizi Berdasarkan Antropometri, Subjective Global Assessment dan Kekuatan Genggam Pada Pasien Sirosis Hati di RSUD Banyumas dan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Undergraduate thesis, Program Studi Ilmu Gizi .

[img]
Preview
PDF - Published Version
47Kb
[img]PDF - Published Version
Restricted to Registered users only

185Kb

Abstract

Latar Belakang dan tujuan: Sirosis hati merupakan penyakit yang penderitanya paling banyak mengalami malnutrisi. Salah satu faktor penyebab terjadinya malnutrisi adalah sulitnya penilaian status gizi. Kekuatan genggam selama ini dinyatakan sebagai indikator yang paling sensitif dalam menilai status gizi pasien sirosis hati, namun alat yang dipakai yaitu handgrip dynamometer masih sulit ditemukan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sensitivitas dan spesifisitas dari cara penilaian status gizi berdasarkan antropometri dan Subjective Global Assessment (SGA) yang telah dimodifikasi dibandingkan kekuatan genggam pada pasien sirosis hati di rumah sakit. Metode: Rancangan penelitian ini adalah cross sectional dengan jumlah sampel 64 orang diambil dengan metode consecutive sampling. Data yang diperoleh meliputi umur, jenis kelamin, data pengukuran tebal lemak bawah kulit (TLBK) trisep, area otot lengan atas (AOLA), SGA dan kekuatan genggam. Analisis bivariat dilakukan untuk mengetahui sensitivitas dan spesifisitas TLBK Trisep, AOLA dan SGA dibandingkan kekuatan genggam dengan menggunakan uji sensitivitas dan spesifisitas. Hasil: Persentase malnutrisi pada pasien sirosis hati berdasarkan TLBK Trisep sebanyak 76,6%, berdasarkan AOLA 54,7%, berdasarkan SGA 89,1% dan berdasarkan kekuatan genggam 98,4%. SGA (Se=88,89%) mempunyai nilai sensitivtas tertinggi dibandingkan TLBK Trisep (Se=76,19%) dan AOLA (Se=55,56%). AOLA (Sp=100%) mempunyai nilai spesifisitas paling tinggi dibandingkan SGA(Sp=0%) dan TLBK Trisep (Sp=0%). Simpulan: Selain menggunakan kekuatan genggam, berdasarkan sensitivitas dan spesifisitasnya SGA dapat digunakan sebagai alat skrining dan penilaian status gizi pada pasien sirosis hati.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords:sirosis hati, sensitivitas dan spesifisitas, tebal lemak bawah kulit trisep, area otot lengan atas, subjective global assessment, kekuatan genggam
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Faculty of Medicine > Department of Nutrition Science
Faculty of Medicine > Department of Nutrition Science
ID Code:25749
Deposited By:Dian Widanarta
Deposited On:18 Jan 2011 14:56
Last Modified:18 Jan 2011 14:56

Repository Staff Only: item control page