Gambaran Anemia Pada Anak Penderita Tuberkulosis Paru di BKPM (Balai Kesehatan Paru masyarakat) Semarang

Kori Titi Angesti , Kori Titi Angesti (2009) Gambaran Anemia Pada Anak Penderita Tuberkulosis Paru di BKPM (Balai Kesehatan Paru masyarakat) Semarang. Undergraduate thesis, Program Studi Ilmu Gizi .

[img]
Preview
PDF - Published Version
48Kb
[img]PDF - Published Version
Restricted to Registered users only

193Kb

Abstract

Latar Belakang : Semua penyakit infeksi kronik seperti tuberkulosis paru dapat menyebabkan anemia. Anemia biasanya terjadi dikarenakan adanya gangguan pada proses eritropoesis oleh mediator inflamasi, gangguan metabolisme besi, ketidakcukupan zat gizi, dan adanya malabsorbsi. Peningkatan kejadian infeksi tuberkulosis pada anak tentunya akan menambah jumlah kasus anemia di kalangan anak-anak, dan anemia merupakan salah satu permasalahan gizi yang masih perlu untuk ditangani Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran anemia pada anak penderita tuberkulosis paru di BKPM Semarang Metode : Desain penelitian dengan pendekatan cross sectional. Penderita tuberculosis paru berjumlah 46 anak yang menjalankan pengobatan di BKPM Semarang selama bulan Mei – Juli 2009. Usia anak penderita tuberkulosis paru adalah 2-6 tahun. Pemeriksaan hematologi diukur dengan metode Cyanmethemoglobin. Asupan protein, vitamin A, vitamin C, besi, seng, serat, dan kalsium ditentukan dari semi quantitative food frequency questionnaire (SQFFQ). Analisis data menggunakan SPSS 15.0 for windows. Hasil : Diantara 46 anak penderita tuberkulosis paru, 10 anak (21,7%) mengalami anemia. Dari 10 anak yang mengalami anemia terdapat 60% menunjukkan jenis anemia hipokromik mikrositik dan 40% dengan jenis anemia normokromik normositik. Tidak ada perbedaan secara signifikan pada asupan protein, vitamin A, vitamin C, zat besi, seng, serat, maupun kalsium antara anak penderita tuberkulosis paru yang anemia dan tidak anemia. Kesimpulan : Terdapat 10 anak (21,7 %) yang mengalami anemia, dengan jenis hipokromik mikrositik (60 %) dan anemia normokromik normositik (40 %). Terdapat 1 anak termasuk dalam kategori anemia tingkat berat, sedangkan pada 9 anak termasuk dalam kategori anemia tingkat ringan. Tidak ada perbedaan secara signifikan pada asupan protein, vitamin A, vitamin C, zat besi, seng, serat, maupun kalsium antara anak penderita tuberkulosis paru yang anemia dan tidak anemia.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords:tuberkulosis paru anak, anemia, kadar hemoglobin, dan mikronutrien
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Faculty of Medicine > Department of Nutrition Science
Faculty of Medicine > Department of Nutrition Science
ID Code:25707
Deposited By:Dian Widanarta
Deposited On:17 Jan 2011 15:20
Last Modified:17 Jan 2011 15:20

Repository Staff Only: item control page