Perbedaan Prevalensi Gangguan Pertumbuhan Bayi Usia 2-6 Bulan Sebelum dan Setelah Penurunan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM)

Suci Annisa, Suci Annisa (2009) Perbedaan Prevalensi Gangguan Pertumbuhan Bayi Usia 2-6 Bulan Sebelum dan Setelah Penurunan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Undergraduate thesis, Program Studi Ilmu Gizi .

[img]
Preview
PDF - Published Version
121Kb
[img]PDF - Published Version
Restricted to Registered users only

265Kb

Abstract

Latar Belakang : Gangguan pada pertumbuhan bayi ditunjukkan dengan penurunan selisih Weight for Age Z- Score (WAZ score) dua kali pengukuran berturut-turut. Growth faltering biasanya terjadi pada umur 2-6 bulan. Kemiskinan merupakan pokok masalah dari gizi kurang, dengan menurunnya angka kemiskinan maka akan meningkat pula status gizi masyarakat sehingga gangguan pertumbuhan pada bayi akan menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang perbedaan prevalensi gangguan pertumbuahan sebelum dan setelah penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Metode : Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional dengan jumlah subjek 38 bayi, yang diperoleh dengan cara simple random sampling. Variabel bebas penelitian adalah harga BBM yang memiliki hasil ukur naik dan turun dengan skala nominal. Gangguan pertumbuhan merupakan variabel terikat yang diukur berdasarkan selisih WAZ score dua kali pengukuran dengan menggunakan World Health Organization Anthropometric 2005 (WHO Anthropometric 2005). Data identitas, tanggal lahir, asupan makanan dan perbedaan daya beli makanan akibat kebijakan pemerintah mengenai harga BBM diperoleh menggunakan kuesioner. Data berat badan sebelum penurunan harga BBM diperoleh dengan melihat catatan di Posyandu (data sekunder) dan data berat badan subjek setelah penurunan harga BBM diperoleh melalui pengukuran langsung oleh peneliti (data primer) dengan menggunakan timbangan dacin. Analisis data menggunakan Statistical Package for the Sosial Science ( SPSS) 14.0. Hasil uji Shapiro Wilk (n < 50) menunjukkan salah satu variabel tidak berdistribusi normal, sehingga untuk melihat perbedaan rerata selisih WAZ score sebelum dan setelah penurunan harga BBM dilakukan uji Wilcoxon. Hasil : Gangguan pertumbuhan pada bayi sebelum penurunan harga BBM sebesar 31,6% dan setelah penurunan harga BBM meningkat 23,7% menjadi 55,3%. Simpulan : Perbedaan prevalensi gangguan pertumbuhan pada bayi sebelum dan setelah penurunan harga BBM tidak bermakna.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords:Bahan Bakar Minyak (BBM), gangguan pertumbuhan, bayi 2-6 bulan
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Faculty of Medicine > Department of Nutrition Science
Faculty of Medicine > Department of Nutrition Science
ID Code:25671
Deposited By:Dian Widanarta
Deposited On:17 Jan 2011 13:14
Last Modified:17 Jan 2011 13:14

Repository Staff Only: item control page