PENATAAN PASAR NGASEM PADA OBYEK WISATA TAMAN SARI YOGYAKARTA

TRI HANDOKO, NUGROHO (2010) PENATAAN PASAR NGASEM PADA OBYEK WISATA TAMAN SARI YOGYAKARTA. Undergraduate thesis, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.

[img]
Preview
PDF - Published Version
48Kb

Abstract

Dinamika perkembangan suatu kota akan membawa masyarakat ke dalam pola yang didominasi oleh kesibukan sehari-hari yang bersifat rutinitas dalam rangka pemenuhan kebutuhan hidup di kota. Kota Yogyakarta sebagai ibukota Propinsi daerah Istimewa Yogyakarta tidak lepa dari kecenderungan serupa. Perkembangan perekonomian beralih dari fase agraris memasuki fase industri, perdagangan, jasa, dan perbankan. Yang mengakibatkan intensitas kegiatan di dalam kota semakin tinggi dan rutinitas yang mengakibatkan kejenuhan. Untuk itu dibutuhkan suatu tempat dimana aktifitas ang dilakukan oleh masyarakat yang memberikan kesenangan dan sekaligus penyearan pikiran. Bentuk tempat disesuaikan dengan adanya tuntutan aka aktifitas yang berkaitan dengan keinginan mendekatkan kembali kea lam, dalam hal ini keindahan alam, budaya, adapt istiadat, tradisi, dll. Potensi alam yang dimiliki suatu tempat akan menjadi daya tarik pada tempat tersebut, sehingga dapat menforong keinginan manusia untuk menikmati. Pasar tradisional merupakan suatu tempat dengan budaya, tradisi khas yang dimiliki, menjadi daya tarik tersendiri yang akan merangsang keinginan manusia untuk menikmati. Di sisi lain, Yogyakarta merupakan salah satu kota yang menyandang predikat sebagai kota budaya, kota perjuangan, kota pendidikan dan kota wisata. Sebagai kota budaya, Yogyakarta adalah kota tua yang relatif terjaga kelesarian budayanya. Sampai saat ini dan tidak berlebihan jika Yogyakarta dikatakan pusat kebudayaan khususnya kebudayaan jawa sehingga banyak ditemukan peninggalan sejarah masa lampau yang memiliki nilai wisata (Profil Wilayah Kodya Yogyakarta, 1998 : II-8). Kawasan Taman Sari merupakan salah satu obyek wisata budaya di kota Yogyakarta yang didalamnya terdapat artefak arkeologi Taman Sari, permukiman dan juga pasar, yaitu pasar Ngasem. Pasar Ngasem dengan cirri khas yang dimiliki memberikan daya tarik dan nilai tambah bagi kawasan Taman Sari. Yang menjadi persoalan saat ini adalah perkembangan permukiman dan Pasar Ngasem di kawasan konservasi preservasi Taman Sari yang tumbuh secara tidak tertata dan tidak terkendali. Untuk mengantisipasi pertumbuhan fisik kawasan ini, perlu dilakukan penataan bangunan dan lingkungan. Rencana penataan ruang/bangunan ini adalah untuk mengembangkan kawasan taman sari sebagai obyek wisata budaya, dengan penekanan kepada penataan Pasar ngasem sebagai aktivitas pendukung potensi yang ada. Penataan Pasar ngasem didasari pada penataan dan perbaikan fasilitas fisik maupun non fisik Pasar Ngasem yan sudah terbengkalai serta dilengkapi dengan menciptakan fasilitas yan dibutuhkan. Segingga keberadaan Pasar Ngasem sesuai dengan fungsinya sebagai fasilitas pendukung obyek wisata budaya di sektor perdagangan atau komersial dengan tetap mempertimbangkan dan mempertahankan terhadap usaha pelestarian bangunan-bangunan sekitarnya yang mempunyai nilai arsitektur dan historis yang tinggi. Dari hal tersebut diatas, laporan perencanaan dan perancangan ini mengungkapkan upaya penataan Pasar Ngasem sebaai pendukung obyek wisata budaya dengan menggunakan pendekatan arsitektur neo-vernakular, ntuk dapat meningkatkan apresiasi masyarakat dan lingkungan kawasan Taman Sari sehingga mengangkat citra kawasan wisata Taman Sari. 1.2 Tujuan dan Sasaran Pembahasan 1.2.1 Tujuan Pembahasan Tujuan pembahasan adalah untuk mendapatkan landasan konseptual perencanaan dan perancangan Penataan Pasar Ngasem pada Obyek Wisata Taman Sari, sehingga dapat menjadi rumusan pemecahan pada Pasar Ngasem yang berada di dalam kompleks obyek wisata budaya sekaligus berfungsi sebagai sarana pemenuhan kebutuhan harian. 1.2.2 Sasaran Pembahasan Sasaran pembahasan adalah mengungkapkan konsep dasar dan program perencanaan dan perancangan Penataan Pasar Ngasem pada Obyek Wisata Taman Sari Yogyakarta. 1.3 Lingkup Pembahasan SUBSTANSIAL Pembahasan meliputi kawasan Taman Sari yang merupakan kawasan permukiman, perdagangan, dan kawasan rekreasi, yang dititikberatkan pada permasalahan perencanaan dan perancangan Penataan Pasar Ngasem pada Obyek Wisata Taman Sari, termasuk dengan katagori bangunan jamak sesuai disiplin ilmu arsitektur. Hal-hal diluar ilmu arsitektur yang berkaitan digunakan sebagai pendukung. SPASIAL Penataan Pasar Ngasem pada Obyek Wisata Taman Sari terletak di Kodya Yogyakarta, yang secara geografis dibatasi oleh: Jalan polowijan di sebelah utara, Jalan lingkungan di sebelah timur dan di sebelah selatan, serta bangunan perkantoran pemerintah yang terletak di sebelah barat. 1.4 Metoda Pembahasan Metota pembahasan yang digunakan adalah metoda deskriptif, yaitu suatu metoda yang digunakan untuk menjelaskan, menguraikan dan menggambarkan tentang topik bahasan dengan cara pengumpulan data, interpretasi data dan analisa data, dilanjutkan perumusan masalah, serta kesimpulan sehingga didapatkan solusi pemecahan sebagai dasar di dalam menentukan program perencanaan dan perancangan. Cara memperoleh data dilakukan melalui wawancara, studi literatur, dan dokumentasi serta pengamatan langsung pada obyek. 1.5 Sistematika Pembahasan Sistematika pembahasan landasan program perencanaan dan perancangan arsitektur adalah sebagai berikut :

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:25256
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:10 Jan 2011 11:34
Last Modified:10 Jan 2011 11:34

Repository Staff Only: item control page