PASAR FESTIVAL INDUSTRI KERAJINAN DAN KULINER JAWA TENGAH

ARYACITRA BHASKARA, PANJI (2010) PASAR FESTIVAL INDUSTRI KERAJINAN DAN KULINER JAWA TENGAH. Undergraduate thesis, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.

[img]
Preview
PDF - Published Version
106Kb

Abstract

1.1 Latar Belakang Perkembangan zaman modern memiliki suatu karakteristik diantaranya tingginya tingkat mobilitas masyarakat dalam berbagai bidang. Kegiatan-kegiatan perkantoran, bisnis atau perdagangan, industri, dan sebagainya, telah membawa masyarakat terjebak dalam suatu rutinitas pekerjaan yang hampir sama dari waktu ke waktu dan kadang memiliki kecenderungan monoton dari pekerjaan tersebut. Hal tersebut dapat mengakibatkan kejenuhan dalam melaksanakan pekerjaan yang berimbas pada penurunan tingkat produktivitas. Kebutuhan akan istirahat, hiburan pada waktu-waktu senggang sangat dibutuhkan untuk mengurangi kejenuhan. Dengan semakin meningkatnya dinamika kehidupan masyarakat di perkotaan maupun di pedesaan telah menimbulkan berbagi alternatif kegiatan ekonomi yang ditandai dengan meningkatnya daya beli, berkembangnya kemampuan produksi barang dan jasa sekaligus meningkatkan permintaan terhadap barang dan jasa, baik dari segi jumlah, kualitas, waktu pelayanan yang praktis, serta tuntutan masyarakat konsumen atas berbagai kebutuhan. Dalam menghadapi tuntutan masyarakat tersebut, timbul fenomena baru dengan munculnya Pasar Modern seperti Mal, Supermarket, Department Store, dan Shopping Centre, yang dalam perkembangannya kurang terencana. Utamanya dalam lokasi dan membentuk sinergi dengan Pedagang Kecil dan Menengah , Koperasi, serta Pasar Tradisional dan atau Pasar yang didalamnya terdapat pertokoan yang dimiliki / dikelola oleh Pedagang Kecil dan Menengah, dan Koperasi. Kepariwisataan Jawa Tengah mempunyai tujuan yang tidak lepas dari tujuan Kepariwisataan Nasional pada umumnya dan Kebijakan Pengembangan Kepariwisataan daerah pada khususnya. Seperti Kebijakan Pemerintah yang tertuang dalam UU no 9 tahun 1990 tentang kepariwisataan menyebutkan bahwa pembangunan kepariwisataan akan selalu dikaitkan agar saling menunjang dan saling menguntungkan dengan pembinaan serta pengembangan kebudayaan daerah sehingga terpelihara kepribadian bangsa, kelestarian budaya dan mutu lingkungan hidup. Tinjauan umum pengembangan kepariwisataan di Jawa Tengah selain mempunyai tujuan ekonomi, finansial, sosial budaya juga mempunyai tujuan fisik. Dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Tengah, tahun 2004, tujuan fisik tersebut adalah : a. Kepastian dan kesesuaian atas tata guna tanah yang diperuntukkan bagi pengembangan objek-objek pariwisata. b. Melindungi benda-benda bersejarah yang bernilai tinggi c. Memelihara keseimbangan lingkungan hidup yang serasi dan aman dari pengaruh pencemaran. d. Pengembangan objek wisata dilakukan dengan desain arsitektur yang mencerminkan ciri khas kepribadian bangsa. e. Menyediakan secara cukup prasarana untuk kehidupan yang layak bagi penduduk melalui pengembangan objek wisata Tujuan pengembangan pariwisata yang lain adalah peningkatan pariwisata agar mampu menjadi sektor yang handal, meningkatkan devisa, merangsang kegiatan perekonomian wilayah dan merupakan generator pengembangan wilayah dan pembangunan daerah. Ditinjau dari letak geografis, Kabupaten Semarang memiliki letak yang strategis untuk pengembangan pariwisata dan perdagangan, dimana letaknya diantara 3 kota besar, yaitu : Kota Semarang, Kota Solo dan Jogjakarta yang merupakan jalur yang ramai. Belum lagi didukung dengan potensi wisata yang baik, Kabupaten Semarang dapat dijadikan sebagai titik singgah. Provinsi Jawa Tengah juga dikenal sebagai salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki potensi industri kecil kerajinan dan kuliner yang cukup besar. Dalam upaya mengembangkan potensi industri kecil dan kerajinan di Jawa Tengah telah didirikan “Pasar Industri Kecil dan Kerajinan Lopait” yang operasionalnya telah dimulai sejak bulan Oktober 2002 dan telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah pada 16 November 2002. Berlokasi di Jalan Raya Tuntang tepatnya di Jl. Fatmawati no. 161. Pasar tersebut berdiri dibawah naungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa tengah. Adapun maksud pendirian PIKK Lopait adalah sebagai berikut : 1. Menyediakan dan mengembangkan tempat bagi pengusaha industri kecil dan kerajinan sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan dan sebagai pusat penjualan hasil produksi 2. Menyediakan dan mengembangkan sarana informasi dan komunikasi antar pengrajin, pedagang, konsumen, perguruan tinggi, pemerintah, maupun stakeholder lainnya yang berminat dan berpotensi untuk mengembangkan IKK Jawa Tengah. 3. Menyediakan dan mengembangkan sarana promosi, utamanya bagi produk industri kecil dan kerajinan Jawa Tengah yang sekaligus berperan sebagai pendukung pariwisata di Jawa Tengah (Laporan Pengelolaan PIKK Lopait, 2002) Seiring dengan perjalanannya, pemanfaatan PIKK Lopait dirasa kurang optimal. Terjadi penurunan jumlah pengunjung yang cukup signifikan yang berakibat pada enggannya pedagang industri kecil dan kerajinan untuk memanfaatkan kios di PIKK. Dari 37 kios yang ada hanya 16 kios yang digunakan. Menurut Dian Agustiyarti, salah satu staff pengelola, “pada saat ini keberadaan PIKK Lopait kurang optimal, dikarenakan sepinya pengunjung yang mengakibatkan pedagang dan pelaku industri kerajinan enggan memanfaatkan kios-kios di PIKK Lopait, hanya tinggal beberapa kios batik dan resto tahu yang tersisa di PIKK Lopait”. Sebagai sebuah pasar seni, dirasa PIKK Lopait memiliki kemasan yang kurang menarik. Padahal dengan letaknya yang berada pada simpul jalur Semarang – Surakarta dan Semarang – Jogjakarta, diharapkan potensi wisata dan perdagangan di Kabupaten Semarang dapat dioptimalkan. Salah satu wadah yang dapat menggerakkan potensi wisata dan perdagangan adalah dengan adanya Pasar Festival yang menarik sehingga mampu menarik wisatawan untuk berkunjung membeli hasil industri kerajinan dan kuliner Jawa Tengah. Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang yang terletak dekat dengan simpul jalur Semarang – Surakarta, Semarang Jogjakarta, berada pada kawasan wisata Rawa Pening, dikelilingi oleh perkebunan kopi dan memiliki potensi view yang baik serta didukung oleh sarana prasarana yang baik, dirasa sangat potensial jika dimanfaatkan dari segi komersial. Seiring dengan pelaksanaan Undang-Undang nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dimana titik berat otonomi daerah berada di Pemerintah Daerah sebagai upaya memberikan percepatan pelayanan masyarakat serta mengamati kecenderungan masyarakat sekarang yang ingin mencari suasana baru dalam memperoleh hiburan, sekaligus sebagai pemberdayaan terhadap pelaku usaha kecil dan menengah, maka kebutuhan penyediaan tempat wisata yang sekaligus dapat menopang perekonomian rakyat dan memberdayakan potensi lokal sangat diperlukan. Hal-hal tersebut diatas mendorong pentingnya sebuah perencanaan dan perancangan sebuah Pasar Festival Industri Kerajinan dan Kuliner dengan konsep desain yang menarik, menerapkan konsep waterfront yang mengekspresikan makna bangunan yang sejalan dengan tantangan era globalisasi dengan menonjolkan keunikan potensi lokal Jawa Tengah. 1.2 Tujuan Dan Sasaran Tujuan Tujuan pembahasan ini adalah menciptakan suatu desain yang kreatif dan inovatif dalam Pasar Festival Industri Kerajinan dan Kuliner Jawa Tengah di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang yang mampu mengakomodir UMKM yang bergerak pada industri kerajinan dan mengoptimalkan potensi industri seni kerajinan dan kuliner, memfasilitasi perdagangan dan menjadi tempat wisata belanja yang menarik serta meningkatkan pendapatan daerah. Sasaran Sasaran yang ingin dicapai adalah mendapatkan dasar - dasar perencanaan dan perancangan Pasar Festival Industri Kerajinan dan Kuliner Jawa Tengah di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. yang meliputi aspek fungsional, aspek kontekstual, aspek teknis, aspek kinerja dan aspek arsitektural. 1.3 Manfaat Secara subyektif adalah guna memenuhi persyaratan Tugas Akhir pada Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang. Secara obyektif adalah memberi pengetahuan mengenai masalah - masalah yang berkaitan dengan perencanaan dan perancangan suatu bangunan Pasar Festival Industri Kerajinan dan Kuliner Jawa Tengah yang dapat menjadi acuan bagi pihak - pihak yang membutuhkan dalam proses perencanaan dan perancangan dan pengembangan lebih lanjut bangunan Pasar Festival Industri Kerajinan dan Kuliner Jawa Tengah yang sesuai dengan standar - standar yang telah ditetapkan dan beberapa inovasi baru tanpa meninggalkan kaidah-kaidah arsitektural. 1.4 Ruang Lingkup Pembahasan Ruang lingkup substansial Ruang lingkup perencanaan dan perancangan ‘Pasar Festival Industri Kerajinan dan Kuliner Jawa Tengah di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang’ adalah bangunan massa banyak dan lebih terfokus dengan mengekspresikan makna bangunan yang sejalan dengan pengembangan potensi lokal dalam bentuk massa yang mengekspresikan bangunan perdagangan. Ruang lingkup spasial Meliputi aspek kontekstual tapak terpilih dengan memperhatikan potensi, kendala dan prospek bagi berdirinya suatu bangunan Pasar Festival Industri Kerajinan dan Kuliner Jawa Tengah. 1.5 Metode Pembahasan Pembahasan dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif, yaitu dengan mengumpulkan, maemaparkan, kompilasi dan menganalisa data sehingga diperoleh suatu pendekatan program perencanaan dan perancangan untuk selanjutnyadigunakan dalam penyusunan program dan konsep dasar perencanaan dan perancangan. Adapun pengumpulan data dilakukan dengan cara sebagai berikut: a. Studi literatur Studi kepustakaan dilakukan unruk memperoleh landasan teori, standart perancangan dan kebijaksanaan perencanaan dan perancangan melalui buku, katalog dan bahan-bahan tertulis lain yang bisa dipertanggungjawabkan. b. Studi Lapangan Studi lapangan dilakukan melalui observasi langsung di lapangan serta wawancara dengan pihak-pihak terkait sehingga diperoleh potensi pengembangan Pasar Festival Industri Kerajinan dan Kuliner Jawa Tengah di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Serta daya dukung lokasi dan tapak perencanaan. c. Studi Banding Studi banding dilakukan untuk membuka wawasan mengenai penggunaan Pasar Festival yang sudah ada pada daerah lain, sebagai wacana dalam perencanaan dan perancangan Pasar Festival Industri Kerajinan dan Kuliner Jawa Tengah di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Selanjutnya dari data - data yang telah terkumpul, dilakukan identifikasi dan analisa untuk memperoleh gambaran yang cukup lengkap mengenai karakteristik dan kondisi yang ada, sehingga dapat tersusun suatu Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur Pasar Festival Industri Kerajinan dan Kuliner Jawa Tengah di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. . 1.6 Sistematika Pembahasan Sistematika penyusunan penulisan ini adalah : BAB I PENDAHULUAN Berisi tentang Latar Belakang, Tujuan dan Sasaran, Manfaat, Ruang Lingkup Pembahasan, Metode Pembahasan, Sistematika Pembahasan dan Alur Pikir. BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Berisi mengenai Tinjauan Pustaka mengenai Pasar Festival Industri Kerajinan dan Kuliner dan teori-teori yang berkaitan dengan perencanaan dan perancangan serta studi banding. BAB III TINJAUAN UMUM TAPAK Berisi tentang data fisik dan non fisik dari berbagai aspek terkait dan permasalahan tapak sebagai acuan yang digunakan untuk Pasar Festival Industri Kerajinan dan Kuliner Jawa Tengah di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. BAB IV KESIMPULAN, BATASAN dan ANGGAPAN Berisi tentang kesimpulan, batasan dan anggapan setelah mengerti permasalahan pada bab sebelumnya yang berfungsi membatasi pembahasan. BAB V PENDEKATAN PERENCANAAN dan PERANCANGAN Berisi tentang Aspek fungsional (pelaku, jumlah pengelola, jumlah pengunjung, pendekatan aktivitas, pendekatan kebutuhan ruang, pendekatan program ruang), aspek kontekstual, kinerja, teknis serta arsitektural BAB VI KONSEP dan PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN Membahas mengenai program perencanaan yang meliputi program ruang, lokasi dan tapak terpilih dan konsep perancangan bangunan yang meliputi konsep bentuk, penekanan desain yang digunakan, konsep struktur dan utilitas bangunan.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:25249
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:10 Jan 2011 11:20
Last Modified:10 Jan 2011 11:20

Repository Staff Only: item control page