Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hiperurisemia pada Pasien Rawat Jalan RSUP Dr.Kariadi Semarang

Rini Setyoningsih, Rini Setyoningsih (2009) Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hiperurisemia pada Pasien Rawat Jalan RSUP Dr.Kariadi Semarang. Undergraduate thesis, Program Studi Ilmu Gizi .

[img]
Preview
PDF - Published Version
226Kb
[img]
Preview
PDF - Published Version
129Kb

Abstract

Latar Belakang : Penyakit gout merupakan salah satu penyakit degeneratif. Salah satu tanda dari penyakit gout adalah adanya kenaikan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia). Faktor penyebab hiperurisemia ada beberapa faktor seperti usia, jenis kelamin, riwayat penyakit keluarga, obesitas, asupan makanan, asupan alkohol, konsumsi obat, gangguan ginjal dan hipertensi. Tujuan : Mengetahui hubungan dan besar risiko usia, jenis kelamin, obesitas (IMT), asupan karbohidrat, lemak, protein dan makanan sumber purin dengan kejadian hiperurisemia Metoda : Desain penelitian ini adalah case control dengan jumlah subyek 60. Subyek adalah pasien rawat jalan di RSUP Dr.Kariadi Semarang yang melakukan pemeriksaan kadar asam urat dalam darah dipilih dengan concecutive sampling. Data usia dan jenis kelamin diperoleh melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Data asupan makanan diperoleh melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner semi-quantitative food frequency. Obesitas diukur berdasarkan antropometri meliputi berat badan dan tinggi badan yang dinyatakan sebagai IMT. Analisis data bivariat menggunakan uji chi square dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik ganda. Hasil : Usia subyek pada kelompok kasus 96,7% (n=29) dan kelompok kontrol 90% (n=27) berkisar antara 41-60 tahun. Jenis kelamin pada kelompok kasus sebagian besar 80 % (n=24) adalah laki-laki sedangkan pada kelompok kontrol 56,7% (n=17) perempuan. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa variabel jenis kelamin, IMT, asupan karbohidrat dan makanan sumber purin mempunyai hubungan dengan kejadian hiperurisemia. Hasil analisis regresi logistik ganda menunjukkan bahwa asupan purin mempunyai hubungan yang paling erat (OR=10,054, 95% CI= 2,265-47,286)dengan kejadian hiperurisemia Simpulan : Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hiperurisemia adalah jenis kelamin, IMT, asupan karbohidrat dan asupan purin. Asupan purin merupakan faktor risiko paling kuat yang berhubungan dengan kejadian hiperurisemia.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords:Hiperurisemia, Faktor risiko
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Faculty of Medicine > Department of Nutrition Science
Faculty of Medicine > Department of Nutrition Science
ID Code:25234
Deposited By:Dian Widanarta
Deposited On:10 Jan 2011 09:59
Last Modified:18 Mar 2014 11:23

Repository Staff Only: item control page