SISTEM PEMIDANAAN EDUKATIF TERHADAP ANAK SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA

Nugraheni, Novie Amalia (2009) SISTEM PEMIDANAAN EDUKATIF TERHADAP ANAK SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA. Masters thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]
Preview
PDF - Published Version
449Kb

Abstract

A child was potential development of nation in the future. Therefore children should give both specific protection and direction by nation and Act in order to assure of both growth and development of physic, mental and social. To implement that both direction and protection needed good support related to institution or law equipment that more steady and adequate therefore children who carry out criminal action need children court that specifically handled of children case. A child who carry out criminal action should threat humanity according to the best importance of child, mean that a child who faced by law, advisable get prison punishment as the final choice. Indonesia already has a rule protect, safe and meet child’s right namely Act Number 4, 1979 about Child Prosperity, Act Number 3, 1997 about Child Court and Act Number 23, 2002 about Child Protection. But Seemingly it not take significance change of child who had law conflicts, and what we hopes in fact can not implement properly whether because judge decision that more punitive therefore harm that own child. Therefore punishment system of child who face by law should pay attention of child importance and based on value standard and a numbers treatment both national and international equipment which prevailed for child. All of this international and national law equipment means to give protection assurance of child rights. Both diversion and restorative justice concept need to be consideration material in handing child case. This concept including all parties in order too betterment child moral therefore they not repeat their action but they not felt like criminal, therefore it will influence mental development of child. Educative pusihment system must be the judge priority to give the verdict. Put child within prison usually become final decision and using period as short as possible. Put child within institutions that have both benefit and social function and betterment for child was better, but hopes that institutions could give treatment, protection and special skill that had educated characteristic therefore could useful in order to help them to play their role socially both constructive and productive within society. Keywords : Child, Educative, Diversion, Restorative Justice Anak adalah suatu potensi tumbuh kembang suatu bangsa dimasa depan. Oleh sebab itu anak patut diberikan pembinaan dan perlindungan secara khusus oleh Negara dan Undang-Undang untuk menjamin pertumbuhan dan perkembangan fisik, mental dan sosial. Untuk melaksanakan pembinaan dan pemberian perlindungan tersebut diperlukan dukungan baik yang menyangkut kelembagaan maupun perangkat hukum yang lebih mantap dan memadai oleh karena itu anka yang melakukan tindak pidana diperlukan pengadilan anak yang secara khusus menangani kasus anak. Anak yang melakukan tindak pidana harus diperlakukan secara manusiawi sesuai dengan kepentingan terbaik bagi anak artinya anak yang berhadapan dengan hukum sebaiknya penjatuhan pidana penjara sebagai pilihan terakhir. Indonesia sudah memiliki aturan untuk melindungi, mensejahterakan dan memenuhi hak-hak anak antara lain Undang-undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak, Undang-undang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak dan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Namun tampaknya tidak cukup membawa perubahan yang signifikan bagi nasib dari anakanak yang berkonflik dengan hukum, dan apa yang diharapkan pada kenyataan sering tidak dapat terlaksana dengan baik karena putusan hakim lebih bersifat punitive sehingga merugikan si anak itu sendiri. Oleh karena itu sudah seharusnya sistem pemidanaan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum harus memperhatikan kepentingan anak dan sesuai dengan standar nilai dan perlakuan sejumlah instrumen nasional maupun internasional yang berlaku untuk anak. Semua instrumen hukum internasional dan instrumen hukum nasional ini dimaksudkan untuk memberikan jaminan perlindungan hak-hak anak. Diversi dan konsep Restorative justice perlu menjadi bahan pertimbangan dalam penanganan kasus anak. Konsep ini melibatkan semua pihak dalam rangka untuk perbaikan moral anak agar anak tidak lagi mengulangi perbuatannya namun anak tidak merasa menjadi seperti seorang pesakitan sehingga mempengaruhi perkembangan mental anak. Sistem pemidanaan yang bersifat edukatif harus menjadi prioritas hakim dalam menjatuhkan putusan. Menempatkan anak pada penjara senantiasa menjadi pilihan terakhir dan dengan jangka waktu yang sesingkat mungkin. Menepatkan anak pada lembaga-lembaga yang mempunyai manfaat dan fungsi sosial serta perbaikan bagi anak itu lebih baik, namun diharapkan lembaga-lembaga tersebut dapat memberikan perawatan, perlindungan, pendidikan dan keterampilan khusus yang bersifat mendidik sehingga dapat berguna dengan tujuan membantu mereka memainkan peran-peran yang secara sosial konstruktif dan produktif di masyarakat. Kata Kunci : Anak, Edukatif, Diversi, Restorative Justice

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Law
ID Code:25103
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:03 Jan 2011 08:24
Last Modified:03 Jan 2011 08:24

Repository Staff Only: item control page