Hubungan Asupan Protein, Besi, dan Seng dengan Status Gizi pada Anak Balita Gizi Buruk di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Semarang

Vilda Ana Veria Setyawati , Vilda Ana Veria Setyawati (2009) Hubungan Asupan Protein, Besi, dan Seng dengan Status Gizi pada Anak Balita Gizi Buruk di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Semarang. Undergraduate thesis, Program Studi Ilmu Gizi .

[img]
Preview
PDF - Published Version
30Kb
[img]PDF - Published Version
Restricted to Registered users only

179Kb

Abstract

Latar Belakang : Gizi buruk dapat mengancam kelangsungan pertumbuhan anak balita. Kekurangan protein dalam jangka lama menyebabkan terjadinya gizi buruk. Anak dengan status gizi buruk mengalami defisiensi besi dan seng. Defisiensi besi dan seng ini menyebabkan penurunan status gizi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan protein, besi, dan seng dengan status gizi pada anak balita gizi buruk. Metode : Studi cross sectional pada 21 anak balita gizi buruk di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Semarang. Data status gizi diukur dengan indikator BB/TB, sedangkan asupan protein, besi, seng, dan serat diperoleh dari semi quantitative food frequency questionnaire (SQFFQ). Analisis data menggunakan SPSS 12.0 for windows. Analisis data secara bivariat menggunakan Pearson product moment dan multivariat menggunakan regresi linier berganda. Hasil : Status gizi subyek berdasarkan Z-score BB/TB berkisar antara -5,72 sampai -3,02. Pada subyek usia 13 sampai 36 bulan, asupan protein berkisar antara 6,8 gr/hr sampai 31,5 gr/hr, asupan besi berkisar antara 1,3 mg/hr sampai 6 mg/hr, dan asupan seng berkisar antara 1 g/hr sampai 3,3 mg/hr. Pada subyek usia 37 sampai 59 bulan, asupan protein berkisar 11,3 mg/hr sampai 48,5 mg/hr, asupan besi berkisar antara 2,6 mg/hr sampai 10,2 mg/hr, dan asupan seng berkisar 1,5 mg/hr sampai 5,6 mg/hr. Sebagian besar asupan protein (61,9%), besi (90,5%), dan seng (100%) subyek dalam kategori defisit berdasarkan kategori yang dibandingkan dengan angka kecukupan gizi. Sedangkan sebagian besar asupan protein (61,9%) dan seng (57,1%) dalam kategori baik dan semua asupan besi dalam kategori defisit berdasarkan kategori yang dibandingkan dengan kebutuhan masing-masing Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara asupan protein (r=0,143;p=0,27), besi (r=0,089;p=0,35), seng (r=0,122;p=0,3) dengan status gizi pada anak balita gizi buruk. Kesimpulan : Tidak terbukti adanya hubungan antara asupan protein, besi, dan seng dengan status gizi pada anak balita gizi buruk

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords:Status gizi, anak balita gizi buruk, asupan protein, asupan besi, dan asupan seng
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Faculty of Medicine > Department of Nutrition Science
Faculty of Medicine > Department of Nutrition Science
ID Code:25043
Deposited By:Dian Widanarta
Deposited On:30 Dec 2010 12:44
Last Modified:30 Dec 2010 12:44

Repository Staff Only: item control page